Billie Eilish bersiap menapaki langkah baru dalam kariernya di dunia hiburan. Setelah meraih dua penghargaan Academy Awards berkat kontribusi musiknya untuk film Barbie dan No Time to Die, penyanyi sekaligus penulis lagu itu kini dikabarkan sedang dalam pembicaraan untuk menjalani debut akting layar lebar.
Dilansir Mashable Indonesia dari Entertainment Weekly, Eilish disebut akan membintangi adaptasi film dari novel klasik berjudul The Bell Jar karya penulis legendaris Sylvia Plath. Proyek film tersebut akan digarap oleh sineas pemenang Oscar, Sarah Polley.
Film ini menjadi proyek penyutradaraan terbaru Polley setelah karya terakhirnya, Women Talking, yang dirilis pada 2022. Drama ensemble yang emosional tersebut mengantarkan Polley meraih Oscar untuk kategori Skenario Adaptasi Terbaik.
Selain dikenal sebagai sutradara, Polley juga memiliki pengalaman panjang sebagai aktris dan pembuat film, termasuk lewat karya seperti Away From Her dan Take This Waltz. Ia juga menulis miniseri Alias Grace serta sempat tampil sebagai dirinya sendiri dalam sebuah episode serial The Studio.
Menurut laporan media hiburan, proyek ini diproduseri oleh Joy Gorman Wettels bersama rumah produksi Plan B Entertainment dan StudioCanal. Sementara itu, distribusi filmnya direncanakan ditangani oleh Focus Features.
Walau dikenal luas sebagai musisi, Eilish sebenarnya sudah beberapa kali terlibat dalam proyek film dan televisi. Ia pernah menjadi subjek dalam sejumlah film dokumenter dan konser. Selain itu, ia juga tampil sebagai aktris dalam serial Swarm yang tayang di Prime Video. Serial tersebut merupakan karya kreator Donald Glover dan Janine Nabers.
Penampilan Eilish dalam serial itu mendapat respons positif. Ia bahkan memenangkan People’s Choice Award untuk kategori Penampilan TV Terbaik Tahun Ini, serta memperoleh nominasi kategori aktris pendukung di Independent Spirit Awards.
Penyanyi lagu Birds of a Feather tersebut juga akan menambah daftar proyek filmnya melalui film dokumenter konser terbaru berjudul Billie Eilish: Hit Me Hard and Soft – The Tour. Film itu digarap oleh sutradara pemenang Oscar, James Cameron, yang dikenal lewat film epik seperti Titanic dan Avatar.
Novel The Bell Jar sendiri merupakan satu-satunya novel yang pernah ditulis oleh Sylvia Plath, seorang penulis yang sangat dihormati terutama lewat karya-karya puisinya.
Buku yang bersifat semi-otobiografis tersebut mengisahkan perjalanan hidup Esther Greenwood, seorang mahasiswi berbakat yang mendapatkan kesempatan magang di sebuah majalah di New York City.
Namun di balik gemerlap kehidupan kota besar yang terlihat menjanjikan, Esther justru tidak mampu merasakan kebahagiaan seperti yang dialami teman-temannya.
Ia perlahan mengalami tekanan mental yang semakin berat hingga mengalami gangguan psikologis. Kisah tersebut kerap dianggap mencerminkan pengalaman pribadi Plath yang juga berjuang melawan depresi.
Tragisnya, penulis tersebut meninggal dunia akibat bunuh diri hanya satu bulan setelah novel itu diterbitkan pada 1963 menggunakan nama samaran.
Upaya mengadaptasi novel The Bell Jar sebenarnya pernah direncanakan sebelumnya. Proyek tersebut sempat dikembangkan dengan Kirsten Dunst yang direncanakan duduk di kursi sutradara, sementara Dakota Fanning diproyeksikan menjadi pemeran utama.
Film itu bahkan disebut-sebut akan menjadi debut penyutradaraan film panjang bagi Dunst. Namun rencana tersebut akhirnya tidak pernah terwujud setelah hak adaptasi berpindah ke pihak lain dan proyeknya tidak dilanjutkan.