Penjualan global delapan produsen otomotif utama Jepang mencatat pertumbuhan pada Januari 2026, di tengah tekanan kebijakan tarif Amerika Serikat dan dinamika pasar global.
Melansir dari mainichi.jp, berdasarkan data industri menunjukkan total penjualan naik 0,7 persen secara tahunan menjadi 1,94 juta unit, dengan permintaan kuat terhadap model baru dan kendaraan hemat energi menjadi pendorong utama.
Kinerja paling menonjol dicatat Toyota Motor Corporation. Pabrikan terbesar dunia itu membukukan penjualan global 822.577 unit, naik 4,7 persen dan menjadi rekor tertinggi Toyota untuk bulan Januari.
Lonjakan Toyota terutama ditopang oleh tingginya permintaan mobil hybrid di Amerika Utara, khususnya varian Corolla dan Camry. Penjualan global Toyota di luar Jepang mencapai rekor 699.512 unit, tumbuh 6,1 persen.
Di Amerika Utara, penjualan meningkat 7,5 persen menjadi 205.582 unit, sementara Eropa melonjak 11,5 persen menjadi 104.727 unit. Di China, permintaan Corolla Cross mendongkrak penjualan 6,6 persen menjadi 145.464 unit. Sebaliknya, pasar domestik Jepang mengalami penurunan 2,7 persen.
Toyota mencatat penjualan kendaraan hybrid global mencapai 365.499 unit, naik 6 persen, sementara total penjualan kendaraan listrik (termasuk hybrid dan BEV) meningkat 8,3 persen menjadi 414.386 unit.
Namun dari sisi produksi, output global Toyota justru turun 6 persen menjadi 735.097 unit, seiring persiapan peluncuran model baru. Produksi di Amerika Utara merosot tajam akibat pergantian model SUV RAV4.
Nissan Motor mencatat kenaikan tipis penjualan global 0,6 persen menjadi 252.603 unit, pertama kalinya tumbuh dalam lima bulan terakhir. Permintaan sedan Sentra terbaru di Amerika Serikat serta peningkatan penjualan di China menjadi penopang, meski Nissan masih dibayangi proyeksi kerugian besar tahun fiskal ini.
Sementara itu, Suzuki Motor mencetak rekor Januari dengan penjualan global 302.231 unit, naik 0,9 persen, didorong kuatnya pasar India. Daihatsu dan Mitsubishi Motors juga mencatat pertumbuhan, terutama berkat pasar Asia Tenggara.
Di sisi lain, Honda Motor mengalami penurunan penjualan global 6,1 persen akibat melemahnya pasar China dan Eropa. Meski demikian, produksi global Honda justru naik 2,1 persen, dipicu lonjakan produksi di Amerika Serikat.
Mazda Motor dan Subaru mencatat penurunan penjualan dua digit, seiring penyesuaian produksi dan dampak kebijakan tarif AS.
Secara keseluruhan, produksi global delapan produsen Jepang turun 1,6 persen menjadi 1,93 juta unit, dengan produksi domestik Jepang ikut melemah.
Tren perlambatan juga terlihat di Eropa. Produksi mobil Inggris pada Januari 2026 turun 8,2 persen menjadi 65.249 unit, seiring penurunan ekspor ke pasar utama seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, dan China. Data dari Society of Motor Manufacturers and Traders menyebut ekspor mobil Inggris turun lebih dari 10 persen.