Produsen otomotif asal Tiongkok, Changan Automobile, bersama mitra lokal CAOA, resmi memperkuat ekspansi mereka di Brasil melalui peresmian fasilitas produksi berteknologi tinggi di Anápolis. Momentum ini ditandai dengan peluncuran unit pertama CHANGAN UNI-T yang diproduksi secara lokal.
Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Wakil Presiden Geraldo Alckmin, menandai babak baru dalam industrialisasi otomotif berbasis teknologi tinggi sekaligus percepatan mobilitas ramah lingkungan di negara tersebut.
Dalam proyek ini, Changan menggelontorkan investasi baru sebesar USD 950 juta atau sekitar Rp5 triliun untuk periode 2026–2028. Jika digabungkan dengan investasi sebelumnya senilai USD 570 juta (Rp3 triliun), total investasi di fasilitas Anápolis mencapai USD 1,52 miliar atau setara Rp8 triliun.
Pabrik ini dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 90.000 unit per tahun, sekaligus menjadi salah satu pusat manufaktur penting bagi Changan di kawasan Amerika Latin.
Chairman Changan, Zhu Huarong, menegaskan bahwa Brasil merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun industri otomotif berkelanjutan berbasis teknologi.
Model perdana yang diproduksi secara lokal, CHANGAN UNI-T, hadir dengan mesin 1.5L Turbo GDi BlueCore Flex. Teknologi ini memungkinkan kendaraan menggunakan campuran bahan bakar etanol dan bensin dalam berbagai komposisi, menyesuaikan karakteristik pasar Brasil.
Pengembangan SUV ini melibatkan lebih dari 200 insinyur dari Tiongkok dan Brasil selama tiga tahun. Kendaraan juga telah menjalani pengujian hingga 200.000 kilometer dalam berbagai kondisi jalan dan iklim untuk memastikan performa serta ketahanannya.
Tak hanya itu, UNI-T juga dibekali fitur yang disesuaikan secara lokal, seperti sistem perintah suara berbahasa Portugis dan kokpit digital terhubung.
Co-President CAOA, Carlos Alberto de Oliveira Andrade Filho, menyebut model ini sebagai bukti bahwa Brasil memiliki potensi besar menjadi pusat global dalam pengembangan dan produksi otomotif berteknologi tinggi.
Investasi Changan di Brasil tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga mencakup digitalisasi jalur perakitan dan pengembangan tenaga kerja. Langkah ini sejalan dengan program industrialisasi pemerintah Brasil.
Ke depan, Changan berencana memanfaatkan platform flex-fuel dan hybrid (HEV) untuk menghadirkan berbagai model elektrifikasi. Selain itu, perusahaan juga akan memperkuat rantai pasok lokal serta kemampuan riset dan pengembangan di kawasan tersebut.
Ekspansi ini turut didukung rencana pembukaan lebih dari 60 dealer baru pada 2026 guna memperluas jangkauan pasar.
Secara global, Changan terus memperluas pasar, termasuk ke Indonesia melalui kerja sama dengan Indomobil Group. Dengan jaringan distribusi yang luas, kolaborasi ini diharapkan mempercepat penetrasi kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.