Tingginya minat pengunjung Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS 2026) terhadap kendaraan listrik BYD menjadi indikator awal menguatnya potensi penjualan mobil listrik di pasar Indonesia. Selama pameran berlangsung, BYD mencatat lebih dari 1.300 sesi test drive, mencerminkan pergeseran perilaku konsumen dari tahap eksplorasi menuju evaluasi pembelian yang lebih serius.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak lagi dipandang sekadar sebagai produk teknologi baru, melainkan mulai dipertimbangkan sebagai pilihan mobilitas utama, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap efisiensi, biaya kepemilikan jangka panjang, dan keberlanjutan.
Data internal BYD selama IIMS 2026 memperlihatkan minat yang relatif merata di berbagai segmen. BYD ATTO 1 menjadi model paling banyak diuji dengan lebih dari 700 sesi test drive, disusul BYD Sealion 7 (lebih dari 250 sesi), BYD M6 (150 sesi), BYD ATTO 3 (140 sesi), serta BYD Seal (lebih dari 80 sesi).
Sebaran tersebut mengindikasikan bahwa pasar EV Indonesia tidak hanya terfokus pada satu segmen tertentu. Konsumen urban menunjukkan ketertarikan pada kendaraan kompak, sementara keluarga dan pengguna yang mengutamakan performa juga mulai mempertimbangkan SUV serta sedan listrik berkarakter lebih tinggi.
Pencapaian ini diperkuat dengan diraihnya penghargaan Best EV City Car oleh BYD ATTO 1 di IIMS 2026, yang turut memperkuat persepsi pasar terhadap daya saing produk EV BYD di Indonesia.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyatakan bahwa tingginya angka test drive memiliki korelasi kuat dengan potensi transaksi penjualan.
“Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat produk, tetapi juga menggali informasi mendalam terkait fitur, teknologi, hingga aspek kepemilikan jangka panjang. Ini menjadi sinyal bahwa kendaraan listrik sudah masuk dalam radar pembelian konsumen Indonesia,” ujarnya, di Jakarta belum lama ini.
Menurutnya, area test drive eksklusif yang terintegrasi langsung dengan booth dirancang untuk mempercepat proses pengambilan keputusan konsumen, dengan memberikan pengalaman berkendara yang praktis dan komprehensif dalam satu kunjungan.
Selain mencoba kendaraan, banyak pengunjung memanfaatkan sesi konsultasi langsung dengan tim BYD untuk membahas ketersediaan infrastruktur pengisian daya, garansi baterai, serta layanan purna jual. Pola interaksi ini menunjukkan bahwa konsumen EV di Indonesia semakin rasional dan mempertimbangkan ekosistem secara menyeluruh sebelum membeli.
Pendekatan ini dinilai penting dalam mendorong konversi minat menjadi penjualan, terutama di tengah meningkatnya kompetisi pasar kendaraan listrik nasional.
Dengan portofolio produk yang mencakup mobil listrik kompak, MPV keluarga, hingga SUV dan sedan performa tinggi, BYD dinilai berada pada posisi strategis untuk menjangkau pasar EV Indonesia yang terus berkembang. Antusiasme di IIMS 2026 menjadi cerminan awal bahwa adopsi EV di Tanah Air mulai memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang.