Transformasi industri otomotif global kini tidak lagi terbatas pada elektrifikasi kendaraan. Produsen otomotif asal Tiongkok, Chery, mulai memperluas arah inovasinya dengan menggabungkan teknologi kendaraan pintar dan robotika melalui pengembangan AiMOGA Robotics.
Dalam satu tahun terakhir, teknologi embodied intelligence—yang menggabungkan kecerdasan buatan, sistem persepsi, dan kontrol gerak—mengalami percepatan signifikan. Perkembangan ini mendorong perusahaan teknologi dan otomotif untuk tidak hanya berfokus pada kendaraan, tetapi juga menghadirkan solusi robotika yang dapat diterapkan dalam berbagai skenario dunia nyata.
AiMOGA Robotics, sebagai bagian dari ekosistem Chery, menjadi salah satu contoh konkret dari tren tersebut. Pada April 2025, perusahaan ini mencatat pencapaian awal dengan mengirimkan 220 unit robot humanoid ke berbagai negara.
Dalam waktu relatif singkat, teknologi ini telah digunakan di lebih dari 30 negara dengan lebih dari 100 skenario penggunaan, mulai dari showroom otomotif hingga layanan publik.
Di Indonesia sendiri, teknologi AiMOGA mulai diperkenalkan ke publik melalui ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Kehadiran robot humanoid di booth Chery dan iCAR memberikan gambaran awal bagaimana integrasi antara kendaraan dan robot dapat menjadi bagian dari pengalaman konsumen di masa depan.
Salah satu implementasi paling menonjol dari teknologi ini terlihat pada sektor layanan publik. Robot humanoid AiMOGA kini telah digunakan sebagai petugas lalu lintas di sejumlah kota di Tiongkok, termasuk di Wuhu.
Bahkan, teknologi ini mulai diperluas untuk mendukung keamanan di lingkungan sekolah, serta diuji coba di fasilitas umum seperti stasiun kereta cepat dan pusat layanan pemerintahan. Fungsi yang diemban pun cukup kompleks, mulai dari memberikan informasi, menjawab pertanyaan masyarakat, hingga membantu pengelolaan arus lalu lintas.
Pada Januari 2026, robot polisi lalu lintas dengan kode “R001” resmi mulai bertugas untuk pertama kalinya. Kehadiran robot ini menjadi indikasi bahwa teknologi robotika tidak lagi berada pada tahap eksperimental, melainkan sudah masuk ke fase implementasi operasional.
Memasuki tahap pengembangan berikutnya, AiMOGA Robotics akan menampilkan berbagai inovasi terbarunya dalam sejumlah ajang global. Salah satunya adalah Beijing Auto Show 2026, di mana Chery akan memperlihatkan integrasi antara kendaraan pintar dan robot dalam satu ekosistem teknologi.
Dalam pameran tersebut, robot tidak hanya diposisikan sebagai perangkat tambahan, tetapi sebagai bagian dari sistem mobilitas masa depan. Konsep ini membuka peluang baru, seperti interaksi antara pengguna, kendaraan, dan robot dalam satu platform terpadu yang berbasis kecerdasan buatan.
Selain itu, melalui agenda AiMOGA Global Unveiling, perusahaan juga akan memperkenalkan product matrix terbaru yang mencakup robot humanoid dan robot anjing. Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi ekspansi yang lebih luas, sekaligus memperkuat posisi AiMOGA dalam industri robotika global.
Langkah ini juga diperkuat melalui rencana partisipasi dalam International Business Summit 2026, di mana Chery akan memaparkan visi jangka panjangnya terkait integrasi mobil dan robot sebagai “third growth curve” perusahaan. Strategi ini mencerminkan upaya diversifikasi bisnis di tengah perubahan lanskap industri otomotif global yang semakin kompetitif.
Secara keseluruhan, langkah Chery melalui AiMOGA Robotics menunjukkan bahwa masa depan otomotif tidak hanya tentang kendaraan listrik atau efisiensi energi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi dapat menciptakan ekosistem mobilitas yang lebih cerdas, interaktif, dan terintegrasi.
Dengan semakin luasnya penerapan robotika di berbagai sektor, termasuk otomotif, arah industri ke depan diperkirakan akan semakin mengarah pada kolaborasi lintas teknologi. Dalam konteks ini, integrasi antara mobil dan robot bukan lagi sekadar konsep, melainkan realitas yang mulai terbentuk.