Nama Daniel Radcliffe sempat muncul ke permukaan sebagai kandidat pemeran Wolverine yang menggantikan Hugh Jackman di Marvel Cinematic Universe (MCU).
Isu itu makin membesar setelah beredar rumor ia akan tampil sebagai cameo Logan dalam film Deadpool & Wolverine yang rilis pada 2024, meskipun pada akhirnya kehadirannya tidak ada.
Radcliffe pun menyadari ramainya spekulasi tersebut dan memutuskan angkat bicara untuk menjelaskan bahwa semuanya hanya rumor, serta ia tidak pernah menerima tawaran menjadi Wolverine.
Dalam wawancara terbaru, aktor pemeran yang dikenal lewat waralaba Harry Potter tersebut memastikan kabar yang beredar luas di internet soal dirinya jadi Wolverine yang baru sama sekali tidak berdasar.
“Tidak. Itu tidak pernah nyata. Itu hanyalah rumor internet yang sangat menyanjung,” ujarnya dikutip Mashable Indonesia dari ComicBook.
Ia mengaku merasa tersanjung karena banyak penggemar membayangkannya sebagai penerus Hugh Jackman. Namun menurutnya, tidak pernah ada pembicaraan resmi dengan pihak yang berwenang di Marvel Studios.
“Saya sangat senang mendengarnya, tetapi tidak pernah ada usulan apa pun dari orang yang punya kekuatan untuk mewujudkannya,” jelas sahabat Rupert Grint dan Emma Watson tersebut.
Spekulasi berkembang karena masa depan karakter Wolverine di MCU sering menjadi bahan diskusi penggemar, terutama setelah Jackman memerankan karakter tersebut sejak X-Men (2000) dan melekat kuat selama lebih dari dua dekade.
Popularitas Wolverine membuat publik aktif menebak siapa sosok yang pantas memerankan versi baru apabila Marvel membuat interpretasi berbeda.
Meski mengakui kesempatan tersebut terdengar besar secara karier, Radcliffe mengatakan ia tidak tertarik berada di posisi menggantikan Jackman.
“Dan, jujur saja, Anda bodoh kalau tidak mempertimbangkan sesuatu seperti itu, tetapi jika mereka membuat Wolverine lain, menjadi orang yang mengikuti Hugh Jackman bukan ada di daftar impian saya.”
Ia menilai peran Wolverine merupakan pencapaian paling ikonik dalam perjalanan karier aktor asal Australia itu.
“Untuk peran apa pun miliknya, terutama peran yang paling ikonik dalam kariernya, saya senang tidak melakukannya dan membiarkan dia terus memerankannya.”
Pernyataan Radcliffe sejalan dengan klarifikasi dari penulis Deadpool & Wolverine, Rhett Reese dan Paul Wernick, yang menegaskan nama sang aktor tidak pernah masuk pembahasan produksi.
“Tidak, saya rasa itu tidak pernah muncul. Itu rumor yang menyebar ke mana-mana, tetapi saya rasa Daniel Radcliffe tidak pernah dipertimbangkan.”
Walau menepis rumor Wolverine, Radcliffe tidak menutup peluang membintangi film superhero lain di masa depan. Ia bahkan mengaku belum mengikuti perkembangan MCU secara dekat.
“Saya benar-benar di luar lingkaran. Saya merasa bahkan tidak tahu kita sedang berada di fase Marvel yang mana dan saya harus mengejar banyak hal kalau suatu saat terlibat. Tapi, ya, saya tentu tidak menolak.”
Namanya juga sempat dikaitkan dengan film Clayface di DC Universe (DCU). Namun kabar tersebut dibantah oleh co-CEO DC Studios James Gunn yang menyatakan tidak pernah ada pembicaraan dengan Radcliffe, dan peran utama akhirnya diberikan kepada Tom Rhys Harries.
Radcliffe menegaskan dirinya tidak mengejar proyek superhero tertentu dan memilih pekerjaan berdasarkan kualitas naskah.
“Saya tidak akan pernah menutup kemungkinan seperti itu. Namun saya juga tidak sedang mengejar atau mencarinya. Saya beruntung bisa menilai pekerjaan dari kualitas naskah. Jadi jika ada skrip yang menarik, berbeda, aneh, dan keren, saya akan melakukannya apa pun itu,” pungkasnya.
Pengalaman memimpin waralaba besar sejak kecil turut memengaruhi pandangannya. Selama lebih dari satu dekade ia menjadi wajah utama Harry Potter dan merasakan tekanan besar sebagai pemeran karakter ikonik.
Alasan serupa membuatnya memilih tidak terlibat dalam reboot serial Harry Potter agar pemeran baru memiliki ruang membangun interpretasi sendiri.
Radcliffe tidak menutup kemungkinan bergabung dalam film superhero suatu hari nanti, tetapi ia lebih memilih karakter baru daripada mengambil alih tokoh yang sudah identik dengan aktor lain.
Setelah lama dikenal lewat satu peran, ia ingin proyek berikutnya memberi identitas berbeda bagi kariernya, bukan sekadar meneruskan warisan karakter legendaris seperti Wolverine.