Meskipun tersingkir dari Liga Champions 2025/26 setelah kalah di perempat final dari Atletico Madrid, Barcelona masih ingin mempertahankan Hansi Flick hingga 2028, tetapi ia tidak mau terburu-buru membahas masa depannya.
Barcelona sudah berencana untuk mempertahankan Hansi Flick setelah musim 2025/26, meskipun tim tersebut baru-baru ini tersingkir dari Liga Champions melawan Atletico Madrid. Manajemen klub ingin memperpanjang kontrak pelatih asal Jerman itu selama satu tahun, dari 2027 hingga 2028, dengan opsi perpanjangan satu musim tambahan berdasarkan performa.
Menurut sumber di Spanyol, kedua pihak mencapai kesepakatan lisan. Hubungan antara Flick dan manajemen, termasuk presiden Joan Laporta, wakil presiden Rafa Yuste, dan direktur olahraga Deco, tetap sangat baik. Agennya, Pini Zahavi, juga memainkan peran penting dalam negosiasi tersebut.
Namun, Flick tidak tertarik untuk membahas kontraknya saat ini. Ia percaya ini bukan waktu yang tepat, karena Barcelona masih bersaing memperebutkan gelar La Liga. Pelatih berusia 61 tahun itu ingin menunggu hingga musim berakhir, agar semua penilaian dapat didasarkan pada hasil aktual.
Sikap Flick cukup jelas. Dia tidak ingin dianggap memanfaatkan statusnya saat ini untuk memperbarui kontraknya. Manajer asal Jerman itu ingin dinilai berdasarkan apa yang ditunjukkan tim di lapangan, bukan berdasarkan emosi atau tekanan dari klub.
Barcelona saat ini memimpin La Liga dengan selisih yang signifikan atas Real Madrid. Inilah dasar kepercayaan klub terhadap Flick, bahkan setelah tim tersebut baru-baru ini tersingkir dari Liga Champions menyusul kekalahan melawan Atletico Madrid.
Selain memperpanjang kontraknya hingga 2028, Barcelona juga ingin menyertakan klausul opsional untuk musim 2028/29. Klausul ini dapat diaktifkan jika Flick mencapai target tertentu, seperti memenangkan La Liga.
Namun, bagi Flick, segala sesuatunya harus terjadi pada waktu yang tepat. Ia sebelumnya telah menyatakan bahwa ia hanya akan membahas masa depan setelah musim berakhir. Barcelona memahami sikap ini dan bersedia menunggu.
Barcelona Menghasilkan Banyak Uang Meskipun Tersingkir dari Liga Champions
Meskipun tersingkir di perempat final Liga Champions 2025/2026, Barcelona tetap bisa merasa puas dengan hadiah uang yang cukup besar yang mereka terima dari UEFA.
Barcelona mengalahkan Atletico Madrid 2-1 di kandang lawan, tetapi tetap tersingkir setelah kalah agregat 2-3 dalam dua leg di perempat final Liga Champions. Impian mereka untuk memenangkan gelar pertama sejak 2015 terus tertunda.
Namun, meskipun tersingkir lebih awal dari yang diperkirakan, tim Catalan tetap mengantongi sekitar 64,5 juta euro dalam bentuk hadiah uang dari UEFA. Angka ini jelas mencerminkan nilai finansial yang dibawa turnamen ini kepada klub-klub peserta.
Secara spesifik, Barcelona menerima 18,6 juta euro hanya untuk berpartisipasi di babak penyisihan grup, jumlah tetap yang dialokasikan untuk semua 36 tim peserta. Selain itu, performa mereka juga menghasilkan pendapatan yang signifikan, dengan 5 kemenangan masing-masing bernilai 2,1 juta euro. Hasil imbang juga memberi tim tambahan 700.000 euro.
Saat memasuki babak gugur, hadiah uang meningkat secara signifikan. Lolos ke babak 16 besar memberikan 11 juta euro, ditambah 2 juta euro untuk kualifikasi langsung dan 8,8 juta euro dari pembagian berdasarkan peringkat babak grup.
Yang perlu diperhatikan, kemenangan telak Barcelona dengan agregat 8-3 atas Newcastle di babak 16 besar memberi mereka tambahan €12,5 juta.
Meskipun mereka tidak bisa melangkah lebih jauh, total 64,5 juta euro tetap menjadi sumber pendanaan yang sangat penting, membantu Barcelona mempertahankan stabilitas dan mengejar tujuan yang lebih besar di masa depan.