Rencana produksi film biografi tentang band rock legendaris Bon Jovi mulai bergerak maju setelah Universal Pictures berhasil memenangkan persaingan penawaran untuk mengembangkan proyek tersebut.
Film layar lebar ini akan mengangkat kisah perjalanan salah satu grup rock paling berpengaruh di dunia yang melahirkan lagu-lagu ikonik seperti Livin’ on a Prayer, You Give Love a Bad Name, dan It’s My Life.
Proyek biopik tersebut menandai langkah terbaru industri film dalam menghadirkan kisah musisi besar ke layar lebar. Universal disebut berhasil mengungguli sejumlah pihak lain dalam proses bidding untuk mendukung produksi film yang akan menyoroti perjalanan panjang band yang telah eksis sejak awal 1980-an itu.
Penulisan naskah film dipercayakan kepada Cody Brotter, penulis yang juga menggarap film thriller bertema kripto Killing Satoshi. Film tersebut dibintangi oleh Pete Davidson serta Casey Affleck. Dengan pengalaman tersebut, Brotter dipercaya mampu meramu kisah perjalanan band menjadi narasi dramatis yang menarik bagi penonton global.
Meski proyek film sudah diumumkan, sejumlah detail penting masih belum dipastikan. Hingga saat ini, pihak studio belum mengumumkan siapa sutradara yang akan memimpin produksi. Selain itu, proses pemilihan aktor untuk memerankan para anggota band juga belum dimulai.
Formasi awal Bon Jovi terdiri dari vokalis Jon Bon Jovi, pemain keyboard David Bryan, serta drummer Tico Torres. Ketiganya hingga kini masih aktif dalam band.
Formasi klasik grup tersebut juga pernah diperkuat oleh gitaris Richie Sambora, yang keluar dari band pada 2013, serta bassist Alec John Such, yang meninggalkan band pada 1994 dan meninggal dunia pada 2022.
Bon Jovi sendiri terbentuk pada 1983 dan berkembang menjadi salah satu band rock paling sukses di dunia. Lagu-lagu mereka dikenal luas di berbagai generasi dan sering menjadi soundtrack budaya pop sejak era 1980-an hingga sekarang.
Pengaruh besar band ini dalam dunia musik juga diakui secara resmi melalui pelantikan mereka ke dalam Rock and Roll Hall of Fame serta Songwriters Hall of Fame.
Meski proyek film telah dipastikan berjalan, masih belum jelas bagian mana dari perjalanan panjang Bon Jovi yang akan menjadi fokus cerita.
Pihak studio belum mengungkap apakah film tersebut akan menyoroti satu periode penting dalam sejarah band atau justru merangkum perjalanan karier mereka secara lebih luas.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena sejumlah film biografi musisi sebelumnya menggunakan gaya penceritaan yang berbeda. Film Springsteen: Deliver Me From Nowhere, misalnya, berfokus pada satu fase penting dalam perjalanan karier seorang musisi.
Sementara film Rocketman, yang mengangkat kisah Elton John, memilih pendekatan lebih luas dengan menampilkan perjalanan hidup sang musisi dari masa muda hingga puncak popularitasnya.
Proyek film Bon Jovi ini akan diproduseri oleh Kevin J. Walsh dan Gotham Chopra melalui perusahaan produksi Religion of Sports. Sementara itu, proyek tersebut akan diawasi oleh Jacqueline Garell, yang menjabat sebagai direktur pengembangan produksi di Universal.
Tren film biografi musik dalam beberapa tahun terakhir memang menunjukkan performa yang kuat di box office global. Sejumlah judul seperti Bohemian Rhapsody, Elvis, serta Bob Marley: One Love berhasil menarik perhatian penonton dan meraih pendapatan besar.
Namun tidak semua proyek biopik musisi berakhir sukses. Beberapa film seperti Back to Black, yang mengangkat kisah penyanyi Amy Winehouse, tidak mampu memenuhi ekspektasi komersial.
Universal sendiri masih aktif mengembangkan proyek film bertema musik lainnya. Studio tersebut memegang hak distribusi internasional untuk film Michael, yang mengisahkan perjalanan Michael Jackson dan dijadwalkan tayang pada April mendatang.
Di sisi lain, sutradara Sam Mendes juga tengah menggarap empat film yang saling terhubung tentang band legendaris The Beatles untuk Sony Pictures.
Dengan popularitas Bon Jovi yang telah melintasi generasi, proyek film ini berpotensi menjadi salah satu biopik musik besar berikutnya di industri film global.
Jika digarap dengan tepat, kisah perjalanan band yang telah menghasilkan banyak lagu klasik ini berpeluang menarik minat tidak hanya penggemar lama, tetapi juga generasi baru penikmat musik rock.