Toyota Highlander generasi terbaru dipastikan beralih sepenuhnya ke tenaga listrik dan dijadwalkan meluncur ke pasar global sebagai model tahun 2027. Menariknya, di balik transformasi menjadi mobil listrik, Toyota justru menyematkan detail sederhana namun krusial yaitu mekanisme gagang pintu manual tersembunyi sebagai solusi keselamatan.
Di tengah tren kendaraan listrik yang semakin mengandalkan sistem elektronik, Toyota tampak memilih jalur berbeda. Highlander EV tetap menggunakan flush door handle berbasis elektronik, namun di dalamnya tersembunyi tuas mekanis kecil yang bisa dioperasikan secara manual jika sistem listrik mengalami gangguan atau kehabisan daya.
Detail kecil ini pertama kali terungkap saat unit praproduksi Highlander EV diamati dari dekat. Pada bagian dalam gagang pintu yang menyatu dengan bodi, terdapat tab kecil dengan ikon pelepas manual, yang memungkinkan pintu dibuka tanpa bergantung pada sistem elektronik.
Toyota menjelaskan, pada versi produksi massal, mekanisme ini akan bekerja dua tahap yaitu tarikan pertama membuka kunci, sementara tarikan kedua membuka pintu secara manual.
Solusi tersebut dirancang agar kendaraan tetap dapat diakses dari luar, termasuk oleh petugas darurat, dalam kondisi ekstrem seperti kecelakaan atau kegagalan sistem kelistrikan. Selain itu, Toyota juga menyiapkan lubang kunci fisik tersembunyi yang bisa diakses saat diperlukan.
Tak hanya di bagian luar, pendekatan serupa juga diterapkan di dalam kabin. Gagang pintu bagian dalam memungkinkan pengguna memilih membuka pintu secara elektrik melalui tombol, atau menarik tuas secara mekanis seperti pada mobil konvensional. Pendekatan ini sebelumnya juga telah digunakan pada beberapa model Lexus.
Transformasi Highlander tak berhenti di detail keselamatan. Untuk pertama kalinya sejak diperkenalkan, Highlander meninggalkan mesin bensin dan hadir sebagai SUV listrik tiga baris. Model ini dibangun di atas platform baru, dengan desain lebih kotak, garis tegas, serta lampu depan dan belakang ramping yang memberi kesan futuristis.
Toyota mengklaim Highlander EV mampu menempuh jarak hingga sekitar 320 mil (sekitar 515 km) dalam sekali pengisian daya, tergantung varian. Dua trim utama akan ditawarkan, yakni XLE dan Limited, dengan pilihan penggerak roda depan atau all-wheel drive.
Varian XLE mengusung baterai berkapasitas sekitar 77 kWh dengan tenaga 221 hp, sementara varian Limited dibekali baterai lebih besar 95,8 kWh, tenaga hingga 338 hp, serta sistem AWD sebagai standar. Keduanya sudah menggunakan North American Charging Standard (NACS), yang memungkinkan pengisian daya langsung di jaringan pengisian Tesla tanpa adaptor.
Sebagai SUV keluarga modern, Highlander EV dilengkapi sederet fitur canggih sejak varian dasar. Mulai dari panel instrumen digital 12,3 inci, layar sentuh tengah 14 inci, kursi depan berpemanas, setir berpemanas, hingga sistem keselamatan Toyota Safety Sense 4.0.
Varian Limited menambahkan fitur premium seperti head-up display, kursi berpendingin, pemanas kursi baris kedua, kamera 360 derajat, hingga berbagai fitur bantuan berkendara semi-otonom untuk kemacetan dan parkir.
Toyota menyebut Highlander EV akan mulai dipasarkan musim gugur 2026, dengan produksi dan perakitan baterai dilakukan di Amerika Serikat. Soal harga, pabrikan asal Jepang itu belum membuka detail, namun mengisyaratkan strategi harga kompetitif di tengah persaingan ketat SUV listrik tiga baris.