Aktor Elijah Wood menegaskan bahwa dirinya tidak ingin ada aktor lain yang mengambil alih peran Frodo Baggins selama ia masih hidup dan mampu memerankannya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah spekulasi mengenai kemungkinan keterlibatannya dalam film terbaru dari semesta The Lord of the Rings yang berjudul The Hunt for Gollum, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada Desember 2027.
Dalam wawancara dengan The Sunday Times yang dilansir Mashable Indonesia, Wood secara terbuka mengungkapkan keterikatannya terhadap karakter yang membuat namanya dikenal luas di industri film tersebut.
Ia mengaku masih memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan Frodo, tokoh utama dalam trilogi film epik yang disutradarai oleh Peter Jackson pada awal 2000-an.
“Saya tentu tidak ingin ada orang lain yang memainkan Frodo selama saya masih hidup dan masih mampu,” ujar Wood, menegaskan bahwa karakter tersebut masih sangat ia jaga.
Meski demikian, aktor berusia 45 tahun itu belum memberikan konfirmasi apakah dirinya benar-benar akan kembali memerankan Frodo dalam film baru tersebut. Ia mengatakan belum dapat mengumumkan apa pun sebelum ada pernyataan resmi dari pihak studio maupun tim produksi.
“Memang belum diumumkan secara resmi, tetapi pada sebuah konvensi Agustus lalu, Ian sempat secara tidak sengaja membocorkannya. Jadi ada kemungkinan besar,” kata Wood, merujuk pada aktor Ian McKellen yang dikenal luas sebagai pemeran Gandalf.
“Saya tidak bisa mengatakan apa pun secara resmi sampai benar-benar diumumkan, tetapi saya bisa bilang bahwa saya sangat senang dengan kemungkinan adanya film lain,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah berbagai rumor mengenai proyek baru di dunia Middle-earth, termasuk kabar yang menyebut aktor Leo Woodall berpotensi memerankan Aragorn muda, karakter yang sebelumnya dimainkan oleh Viggo Mortensen dalam trilogi film klasik tersebut. Hingga kini, kabar tersebut masih belum mendapatkan konfirmasi resmi dari studio.
Wood mengakui bahwa setiap kali ada proyek baru yang mengambil latar dunia Middle-earth, para penggemar biasanya memiliki ekspektasi tinggi. Ia memahami kekhawatiran publik yang ingin memastikan bahwa film baru tetap menjaga kualitas serta integritas cerita yang telah dibangun sebelumnya.
“Selalu sedikit menegangkan ketika orang membicarakan film baru untuk dunia seperti Middle-earth. Semua orang jadi agak protektif dan berharap integritasnya tetap terjaga. Tapi cerita ini menyenangkan dan menegangkan. Ada perasaan seperti mengumpulkan kembali band lama,” kata Wood.
Menurutnya, proyek baru ini juga memiliki daya tarik tersendiri bagi para penggemar lama. Ia bahkan mengaku membayangkan pengalaman menonton film tersebut dari sudut pandang seorang penonton yang antusias.
“Saya juga bisa membayangkan betapa menyenangkannya nanti ketika Anda duduk di bioskop dan melihat topi itu berbalik, lalu ternyata itu Gandalf. Karena saya juga seorang penggemar, dan sangat penasaran melihat bagaimana semuanya akan disatukan,” ujarnya.
Studio Warner Bros. pertama kali mengumumkan proyek The Hunt for Gollum pada 2024. Saat itu film tersebut direncanakan rilis pada 2026, tetapi kemudian mengalami penundaan hingga 17 Desember 2027.
Film ini akan disutradarai oleh Andy Serkis, yang juga kembali memerankan karakter Gollum melalui teknologi motion capture. Serkis telah menghidupkan tokoh tersebut sejak kemunculannya di film The Lord of the Rings: The Two Towers pada 2002.
Dalam wawancara terpisah dengan ScreenRant pada awal tahun, Wood juga sempat mengungkapkan kegembiraannya terhadap proyek tersebut meskipun ia belum dapat memastikan keterlibatannya.
“Saya tidak bisa mengonfirmasi atau membantah. Saya memang tidak diizinkan untuk mengonfirmasi apa pun. Tapi saya sangat antusias dengan film ini. Rasanya seperti reuni kreatif—mengumpulkan kembali band lama,” jelas Wood.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah tokoh kreatif yang terlibat dalam trilogi film sebelumnya kemungkinan akan kembali bekerja dalam proyek ini. Salah satunya adalah penulis naskah sekaligus produser Philippa Boyens.
“Banyak kepala departemen kreatif yang kembali dan bekerja lagi di dunia itu. Philippa, kalau tidak salah, ikut menulis sekaligus memproduksi film ini. Ini benar-benar seperti kelompok inti dari proyek asli yang kembali untuk menceritakan kisah baru yang terasa seperti eksplorasi menyenangkan dari karakter yang sangat kita cintai,”papar Wood.
Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap Serkis yang dipercaya memimpin proyek ini sebagai sutradara.
“Saya sangat senang Andy yang menyutradarai film ini. Rasanya sangat tepat bahwa dia menyutradarai film tentang karakter yang selama ini benar-benar dia hidupkan,” ujarnya.
Film tersebut diproduseri oleh Peter Jackson bersama kolaborator lamanya, Fran Walsh dan Philippa Boyens. Pihak Warner Bros. menegaskan bahwa ketiganya akan terlibat dalam setiap tahap produksi untuk memastikan kualitas cerita tetap selaras dengan warisan trilogi sebelumnya.
Boyens sebelumnya menjelaskan bahwa cerita dalam The Hunt for Gollum akan berfokus pada bagian kisah yang belum pernah ditampilkan di layar lebar.
Peristiwa dalam film ini berlangsung setelah pesta ulang tahun Bilbo Baggins dan sebelum perjalanan Fellowship menuju Mines of Moria.
“Ini adalah bagian cerita yang sangat spesifik dari kisah yang luar biasa namun belum pernah diceritakan sebelumnya, dilihat dari sudut pandang makhluk luar biasa ini,” kata Boyens.
Film The Hunt for Gollum dijadwalkan tayang di bioskop pada 17 Desember 2027 dan diperkirakan akan menjadi salah satu proyek besar yang memperluas semesta Middle-earth di layar lebar.