Aksi nekat seorang nenek berusia 89 tahun di Beijing, China, mendadak menjadi sorotan publik setelah dirinya nekat memanjat turun dari lantai 27 hingga lantai 21 melalui sisi luar gedung apartemen tempat tinggalnya.
Peristiwa yang terjadi pada 1 April itu viral di media sosial dan memancing kekaguman sekaligus kekhawatiran warganet atas keberanian lansia tersebut.
Insiden ini bermula ketika seorang petugas kebersihan dan penjaga keamanan mendengar suara lemah dari arah atas sebuah gedung hunian.
Saat mereka menengadah, keduanya terkejut melihat seorang perempuan lanjut usia berpegangan erat pada rel pelindung unit pendingin udara di dinding luar gedung, tepatnya di sekitar lantai 26. Menyadari situasi berbahaya tersebut, mereka segera menghubungi pihak kepolisian dan berteriak agar wanita itu tetap diam menunggu pertolongan.
Namun, di luar dugaan, nenek tersebut justru terus bergerak turun secara perlahan meski bantuan belum tiba. Ketika petugas pemadam kebakaran sedang dalam perjalanan menuju lokasi, perempuan itu sudah berada lebih rendah, hingga akhirnya berhenti di lantai 21 dalam kondisi kelelahan.
Berdasarkan data yang dilansir Mashable Indonesia dari South China Morning Post, posisi tersebut diperkirakan berada sekitar 50 meter dari permukaan tanah, menambah risiko fatal jika ia terpeleset.
Tim penyelamat kemudian memilih melakukan evakuasi dari dalam gedung karena dinilai terlalu berbahaya jika harus ikut memanjat rel di bagian luar. Mereka memasang tali pengaman pada tubuh korban sebagai langkah awal untuk memastikan keselamatannya.
@chindozen.id Seorang nenek berusia 89 tahun di Beijing mencoba memanjat keluar dari jendela apartemennya di lantai 27! Kejadian bermula saat nenek yang tinggal sendirian ini tidak sengaja terkunci di dalam kamar tidur. Alih-alih menunggu bantuan, ia justru nekat mencoba turun melalui platform AC luar gedung hingga akhirnya kelelahan dan terjebak di lantai 21 😱 Untungnya, aksi berbahaya ini segera diketahui oleh petugas keamanan dan kebersihan yang langsung menghubungi tim pemadam kebakaran. Dalam operasi penyelamatan yang sangat berisiko tinggi, petugas berhasil menjangkau nenek tersebut dan membawanya masuk dengan selamat 🙏 – 🎥: X/@shanghaidaily 🐉 Follow @chindozen untuk update seputar berita & budaya Tionghoa setiap hari! #CHINDOZEN #China #Lansia #Damkar #BeritaDunia ♬ original sound – chindozen.id
Setelah itu, sebagian rel dipotong agar perempuan tersebut dapat duduk di platform pendingin udara untuk beristirahat sejenak. Petugas juga memberikan jaket untuk menghangatkan tubuhnya serta air minum guna memulihkan tenaga.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa nenek tersebut tinggal seorang diri di lantai 27. Ia secara tidak sengaja mengunci dirinya di dalam kamar, sementara ponselnya tertinggal di ruang tamu sehingga tidak dapat digunakan untuk meminta bantuan.
Dalam kondisi panik dan tanpa opsi lain, ia mengambil keputusan ekstrem dengan keluar melalui jendela dan memanjat turun menggunakan rel pendingin udara.
Keputusan tersebut bukan hanya spontan, tetapi juga disertai niat untuk turun hingga ke lantai dasar. Ia mengungkapkan bahwa rencananya adalah mencapai lantai satu dengan cara yang sama, meski risiko yang dihadapi sangat besar.
Setelah beristirahat sekitar 20 menit, tim pemadam kebakaran menyiapkan proses evakuasi lanjutan dengan membuat semacam jembatan darurat menggunakan tandu yang menghubungkan platform tempat korban berada dengan jendela salah satu unit di lantai 21. Dengan penuh kehati-hatian, petugas kemudian menarik wanita tersebut masuk ke dalam ruangan hingga akhirnya berhasil diselamatkan.
Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan cedera serius. Nenek itu hanya mengalami kelelahan dan ketakutan setelah menjalani situasi ekstrem tersebut. Keluarga korban yang datang ke lokasi tak lama setelah kejadian turut mengungkapkan rasa terima kasih kepada tim penyelamat atas respons cepat dan tindakan profesional mereka.
Peristiwa ini dengan cepat menyebar di media sosial dan telah ditonton lebih dari 4 juta kali. Banyak pengguna internet yang terkesima dengan kekuatan fisik serta tekad luar biasa yang ditunjukkan oleh perempuan lanjut usia tersebut. Tak sedikit yang menjulukinya sebagai “nenek super” hingga “versi nenek dari Alex Honnold”.
Salah satu warganet menuliskan, “Yang lahir tahun 89 saja belum tentu berani turun dari lantai 27, tapi nenek 89 tahun ini berani melakukannya.” Komentar lain menyebutkan, “Dia mungkin bisa turun sendiri sampai bawah jika tidak ada yang menemukannya.”
Di sisi lain, ada pula yang menyoroti aspek konstruksi bangunan. Seorang pengguna yang mengaku bekerja di industri konstruksi mengatakan, “Dia bisa saja jatuh jika pengembang menggunakan material di bawah standar.”
Aksi dramatis ini tidak hanya menjadi hiburan viral semata, tetapi juga memicu diskusi soal keselamatan hunian, pentingnya akses komunikasi darurat bagi lansia, serta keberanian luar biasa yang terkadang muncul dalam situasi terdesak.