Popularitas Demon Slayer kembali mencatat tonggak baru di industri hiburan global setelah film Demon Slayer: Infinity Castle berhasil menembus pendapatan lebih dari ¥40 triliun atau setara sekitar 252 juta dolar AS.
Capaian ini menempatkannya sebagai salah satu film Jepang tersukses sepanjang masa, sekaligus mempertegas dominasi franchise tersebut meski kisah manganya telah berakhir sejak 2015.
Keberhasilan ini terasa semakin signifikan mengingat film tersebut telah dirilis hampir satu tahun lalu, namun masih terus menorehkan rekor baru.
Dengan angka tersebut, Infinity Castle menjadi film Jepang kedua yang mampu mencapai level pendapatan setinggi itu, sebuah pencapaian yang jarang terjadi bahkan untuk judul-judul besar sekalipun.
Lonjakan popularitas Demon Slayer dalam beberapa tahun terakhir tidak bisa dilepaskan dari kesuksesan film ini. Sejak pertama kali tayang pada 2025, Infinity Castle langsung mencuri perhatian penonton di berbagai belahan dunia.
Antusiasme tidak hanya datang dari penggemar anime, tetapi juga menjangkau penonton umum yang sebelumnya tidak mengikuti genre tersebut. Fenomena ini menunjukkan daya tarik lintas pasar yang dimiliki oleh film tersebut.
Banyak penonton menilai bahwa kekuatan utama film ini terletak pada kualitas visualnya. Seorang pengamat industri menyebutkan bahwa film ini begitu luar biasa hingga bahkan penonton yang bukan penggemar anime pun tertarik untuk menontonnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana Infinity Castle berhasil melampaui batas segmentasi tradisional anime.
Meski demikian, respons terhadap cerita film ini tidak sepenuhnya seragam. Sebagian penonton menilai alur yang disajikan cukup kompleks dan memicu perdebatan. Namun, perbedaan pandangan tersebut tidak mengurangi apresiasi terhadap kualitas animasi yang dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam industri saat ini.
Di balik kesuksesan tersebut, peran studio animasi ufotable menjadi sorotan utama. Studio ini dikenal dengan standar produksi tinggi, dan kerja keras timnya kembali membuahkan hasil melalui Infinity Castle.
Seorang sumber produksi mengungkapkan bahwa tanpa dedikasi tim ufotable, film ini tidak akan pernah mencapai pencapaian sebesar ini. Pernyataan itu menegaskan pentingnya kualitas eksekusi dalam menghasilkan karya berskala global.
Seiring dengan kesuksesan film pertama, perhatian publik kini tertuju pada kelanjutan proyek ini. Demon Slayer: Infinity Castle Part 2 disebut-sebut sedang dalam tahap pengembangan. Meski belum ada pengumuman resmi terkait tanggal rilis, ekspektasi terhadap sekuel tersebut sudah terbilang sangat tinggi.
Film lanjutan ini diharapkan mampu menyamai, bahkan melampaui, kualitas pendahulunya, baik dari sisi cerita maupun animasi.
Banyak pengamat menilai bahwa kekuatan utama Demon Slayer memang berada pada visualnya. “Animasi adalah daya jual terbesar Demon Slayer, sehingga kualitas itu tidak boleh menurun,” ujar seorang analis industri anime.
Rumor yang beredar menyebutkan bahwa produksi Infinity Castle Part 2 telah berjalan cukup jauh. Namun, hingga kini ufotable masih belum membuka detail lebih lanjut kepada publik. Hal ini diduga karena studio tersebut belum mencapai target internal tertentu yang menjadi standar sebelum pengumuman resmi dilakukan.
Jika mengacu pada pola produksi sebelumnya serta standar kualitas yang diusung, film kedua dalam trilogi Infinity Castle diperkirakan baru akan dirilis pada 2027. Beberapa sumber industri bahkan menyebutkan bahwa keseluruhan trilogi ini ditargetkan rampung pada 2030.
Dengan capaian yang telah diraih sejauh ini, Demon Slayer tidak hanya mempertahankan eksistensinya, tetapi juga memperluas pengaruhnya di kancah global. Keberhasilan Infinity Castle menjadi bukti bahwa franchise ini masih memiliki daya tarik besar, sekaligus menetapkan standar baru bagi industri anime dalam hal kualitas produksi dan pencapaian komersial.