Steven Spielberg mengungkapkan kekagumannya terhadap waralaba film Dune garapan Denis Villeneuve, dengan menyebutnya sebagai salah satu karya fiksi ilmiah terbaik sepanjang masa.
Pujian tersebut disampaikan saat ia menjalani tur promosi untuk film terbarunya, sekaligus menegaskan antusiasmenya menantikan perilisan film ketiga dari saga tersebut yang dijadwalkan hadir akhir tahun ini.
Dalam wawancara terbaru, Spielberg secara terbuka menyatakan bahwa dua film Dune yang telah dirilis meninggalkan kesan mendalam baginya, terutama Dune: Part Two. Ia bahkan menilai film tersebut sebagai pencapaian tertinggi dalam karier Villeneuve sejauh ini.
“Belakangan ini, saya sangat menyukai film ‘Dune’. Film itu termasuk di antara film fiksi ilmiah favorit saya, bukan hanya baru-baru ini, tetapi sepanjang masa. Terutama film keduanya,” ujar Spielberg seperti dikutip Mashable Indonesia dari Variety.
“Saya pikir (Part Two) adalah film terbaik yang pernah dibuat Denis. Saya tidak sabar menunggu film ketiganya. Saya yakin dia akan memperlihatkannya kepada saya lebih awal. Saya benar-benar penggemarnya,” lanjutnya.
Film ketiga yang tengah disiapkan Villeneuve akan mengadaptasi novel Dune Messiah karya Frank Herbert. Proyek tersebut menjadi kelanjutan langsung dari kisah epik yang telah dibangun melalui dua film sebelumnya, yang sukses secara kritik maupun komersial.
Spielberg menilai keberhasilan Villeneuve tidak hanya terletak pada visual megah atau skala produksi yang besar, tetapi juga pada kemampuannya menghormati materi asli. Ia membandingkan pendekatan Villeneuve dengan sutradara Guillermo del Toro dalam mengadaptasi karya klasik sastra.
“Saya menyukai buku ‘Dune’, dan menurut saya penghormatan yang ia berikan terhadap buku tersebut mirip seperti Guillermo del Toro yang menghormati Mary Shelley lewat ‘Frankenstein’. Denis benar-benar menghormati Frank Herbert,” katanya.
Kekaguman Spielberg terhadap Dune sebenarnya bukan hal baru. Dalam sebuah diskusi publik yang digelar oleh Directors Guild of America tak lama setelah perilisan Dune: Part Two, ia bahkan menyebut film tersebut sebagai salah satu film fiksi ilmiah paling brilian yang pernah ia saksikan.
Dalam kesempatan itu, Spielberg juga menempatkan Villeneuve dalam jajaran eksklusif sineas yang dikenal sebagai pembangun dunia dalam perfilman.
Ia menyebut sejumlah nama besar yang menurutnya memiliki kemampuan serupa dalam menciptakan semesta sinematik yang kuat dan imajinatif.
“Biar saya mulai dengan mengatakan bahwa ada sineas yang merupakan pembangun dunia. Daftarnya tidak panjang,” ujar Spielberg.
“Kita tahu beberapa di antaranya seperti Georges Méliès, Disney, Stanley Kubrick, George Lucas, Ray Harryhausen, Federico Fellini, Tim Burton, Wes Anderson, Peter Jackson, James Cameron, Christopher Nolan, Ridley Scott, dan Guillermo del Toro. Saya sangat percaya bahwa Anda adalah salah satu anggota terbaru dari daftar itu,” paparnya.
Ia juga menyoroti salah satu adegan ikonik dalam film tersebut sebagai pencapaian visual luar biasa. “Adegan berselancar di atas cacing pasir adalah salah satu hal terbaik yang pernah saya lihat,” tambahnya.
Dukungan terhadap Dune: Part Two juga datang dari sineas ternama lainnya, termasuk Christopher Nolan. Dalam sebuah forum diskusi, Nolan menilai film tersebut sebagai contoh adaptasi yang tidak hanya setia, tetapi juga berani mengeksplorasi kompleksitas cerita lebih dalam dibandingkan kebanyakan adaptasi lainnya.
“Saya pikir ini adalah pekerjaan adaptasi yang luar biasa, mengambil paruh kedua cerita dan menjadikannya penutup yang mengesankan,” kata Nolan.
“Kebanyakan adaptasi cenderung menyederhanakan cerita, tetapi film ini justru menggali lebih dalam kompleksitas dan memperluas pembangunan dunianya melampaui apa yang ada di buku,” pungkasnya.
Sementara itu, Spielberg sendiri akan segera kembali ke layar lebar melalui film fiksi ilmiah terbarunya yang dijadwalkan rilis pada 12 Juni 2026.
Di sisi lain, Villeneuve menargetkan perilisan Dune: Part Three pada 18 Desember, yang diharapkan menjadi penutup epik dari trilogi tersebut sekaligus menjawab ekspektasi tinggi para penggemar dan kritikus film di seluruh dunia.