Kekhawatiran soal risiko tersetrum masih menjadi salah satu pertimbangan utama bagi calon konsumen sebelum membeli mobil listrik.
Tenaga teknis dari Mazda Indonesia, Andri menyebut bahwa potensi bahaya listrik memang ada secara teori, tetapi telah diantisipasi melalui teknologi proteksi yang ketat.
Dalam kendaraan listrik, baterai terdiri dari sejumlah sel kecil dengan tegangan rendah yang dirangkai menjadi satu sistem bertegangan tinggi. Sistem ini memang mampu menghasilkan daya besar untuk menggerakkan kendaraan, namun tidak langsung terekspos ke pengguna.
Menurut Andri, arus listrik hanya berisiko jika terjadi kebocoran atau kerusakan sistem. Dalam kondisi normal, seluruh komponen telah dirancang tertutup dan terlindungi sehingga aman bagi pengemudi maupun penumpang.
Untuk mencegah risiko kesetrum, mobil listrik dilengkapi dengan berbagai sistem pengaman utama yang dirancang secara khusus.
Di antaranya adalah penggunaan teknisi tersertifikasi yang menangani perawatan kendaraan listrik secara profesional, serta adanya service plug yang berfungsi untuk memutus arus listrik saat proses servis berlangsung.
Selain itu, terdapat kontaktor atau relay tegangan tinggi yang secara otomatis akan memutus aliran listrik jika terjadi gangguan.
Sistem pengaman ini juga diperkuat dengan adanya interlock yang mampu mendeteksi kerusakan dan langsung menghentikan aliran listrik secara instan demi menjaga keselamatan.
Jika terjadi kebocoran arus, sistem akan langsung memutus aliran listrik sehingga tegangan tidak menyebar ke bagian lain kendaraan.
Untuk memastikan keamanan sistem, teknisi menggunakan alat khusus seperti insulation tester yang mampu mendeteksi kebocoran arus listrik yang tidak bisa dirasakan secara langsung oleh manusia.
Selain itu, pengukuran tahanan listrik juga dilakukan menggunakan metode khusus dengan tingkat presisi tinggi, karena sistem kendaraan listrik memiliki karakter berbeda dibandingkan kendaraan konvensional.
Aman dari Air
Kekhawatiran lain yang sering muncul adalah risiko saat kendaraan listrik yang terkena air, seperti saat hujan, banjir, atau mencuci mobil dengan tekanan tinggi.
Dalam hal ini, baterai mobil listrik umumnya telah dilindungi oleh lapisan khusus di bagian bawah (underbody protection), sehingga tidak langsung terpapar air.
Namun, pengguna tetap disarankan melakukan pemeriksaan berkala di bengkel resmi untuk memastikan sistem tetap dalam kondisi optimal.
Menurut Andri, sebagian besar kekhawatiran masyarakat muncul karena kurangnya pemahaman terhadap teknologi kendaraan listrik. Padahal, dengan sistem pengamanan yang ada, risiko tersetrum dalam penggunaan normal sangat kecil.
Ia juga menekankan pentingnya perawatan di bengkel resmi, karena kendaraan listrik membutuhkan alat dan prosedur khusus yang tidak tersedia di bengkel umum.
Meski menggunakan sistem listrik bertegangan tinggi, mobil listrik telah dilengkapi teknologi pengaman berlapis yang membuatnya aman digunakan. Selama mengikuti prosedur penggunaan dan perawatan yang tepat, risiko kesetrum dapat diminimalkan.