Warner Bros. mengumumkan pengembangan film terbaru dari semesta Lord of the Rings yang kali ini melibatkan pembawa acara ternama Stephen Colbert bersama putranya, Peter McGee.
Kabar ini disampaikan langsung oleh pihak studio melalui unggahan resmi di media sosial, menandai proyek ambisius berikutnya setelah film The Hunt for Gollum yang dijadwalkan tayang pada 2027.
Dalam video pengumuman tersebut, sutradara legendaris Peter Jackson lebih dulu memberikan pembaruan terkait proyek The Hunt for Gollum yang digarap oleh Andy Serkis. Jackson menyampaikan optimisme tinggi terhadap perkembangan film tersebut.
“Andy melakukan pekerjaan yang luar biasa. Hasilnya terlihat sangat menjanjikan. Naskahnya berkembang dengan sangat baik dan saya rasa ini akan menjadi film yang sangat bagus,” ujarnya dikutip Mashable Indonesia dari Variety.
In honor of Tolkien Reading Day and the destruction of the One Ring, we bring you a special announcement. pic.twitter.com/ufh9RLBIxO
— Warner Bros. (@warnerbros) March 25, 2026
Setelah itu, Jackson mengungkap bahwa dirinya akan bekerja sama dengan mitra yang sangat spesial untuk proyek film berikutnya yang diberi judul The Lord of the Rings: Shadows of the Past.
Sosok tersebut adalah Stephen Colbert, yang dikenal luas sebagai penggemar berat karya J.R.R. Tolkien. Dalam percakapan yang ditampilkan melalui sambungan video, Colbert menjelaskan pendekatan cerita yang ingin ia kembangkan.
“Anda tahu betapa pentingnya buku-buku itu bagi saya, dan betapa berarti film-film Anda bagi saya,” kata Colbert kepada Jackson.
“Bagian yang terus saya baca berulang kali adalah enam bab awal dalam The Fellowship of the Ring yang dulu tidak sempat kalian kembangkan dalam film pertama. Mulai dari Three Is Company hingga Fog on the Barrow-Downs. Saya berpikir, mungkin ini bisa menjadi cerita tersendiri yang tetap terhubung dengan kisah besar,” tambahnya.
Menurut Colbert, ide tersebut muncul dari keinginannya menghadirkan kisah yang tetap setia pada materi asli, sekaligus tidak bertentangan dengan adaptasi film yang telah lebih dulu populer.
“Apakah kita bisa membuat sesuatu yang sepenuhnya setia pada buku, sekaligus tetap selaras dengan film yang sudah kalian buat?” ujarnya.
Setelah menemukan konsep dasar cerita, Colbert kemudian berdiskusi dengan putranya, Peter McGee, yang berprofesi sebagai penulis skenario. Keduanya merancang kerangka narasi sebelum akhirnya membawa ide tersebut kepada Jackson.
Dalam dua tahun terakhir, mereka bekerja sama dengan penulis naskah berpengalaman Philippa Boyens untuk mengembangkan skenario film ini hingga tahap lebih matang.
Berdasarkan sinopsis resmi yang dirilis, film The Lord of the Rings: Shadows of the Past akan mengambil latar waktu empat belas tahun setelah kepergian Frodo Baggins.
Cerita berfokus pada perjalanan Samwise Gamgee, Meriadoc Brandybuck, dan Peregrin Took yang mencoba menelusuri kembali awal petualangan mereka.
Di sisi lain, putri Sam, Elanor Gamgee, menemukan rahasia lama yang terkubur dan berusaha mengungkap fakta mengejutkan tentang Perang Cincin yang hampir gagal bahkan sebelum benar-benar dimulai.
Proyek ini menjadi langkah baru bagi Colbert dalam industri film berskala besar. Meski dikenal sebagai host televisi, ia sebenarnya bukan sosok asing di dunia Middle-earth.
Ia pernah tampil singkat dalam film The Hobbit: The Desolation of Smaug, serta menyutradarai film pendek Darrylgorn yang juga melibatkan Peter Jackson dan sejumlah aktor utama trilogi Lord of the Rings seperti Ian McKellen, Viggo Mortensen, dan Elijah Wood.
Sementara itu, Philippa Boyens bukan nama baru dalam waralaba ini. Ia merupakan salah satu penulis utama trilogi Lord of the Rings serta seri The Hobbit bersama Fran Walsh. Keterlibatannya dinilai menjadi jaminan kualitas mengingat rekam jejaknya dalam mengadaptasi karya Tolkien ke layar lebar.
Di sisi lain, Peter McGee juga memiliki pengalaman di industri hiburan dengan terlibat dalam sejumlah produksi besar seperti Star Wars: The Rise of Skywalker, serta serial populer seperti Outer Banks dan Blue Bloods.
Sebagai informasi, kisah Lord of the Rings sendiri pertama kali ditulis oleh J.R.R. Tolkien pada era 1950-an setelah kesuksesan novel The Hobbit. Adaptasi film garapan Peter Jackson yang dirilis pada 2001 hingga 2003 sukses besar secara global dan meraih total 17 penghargaan Oscar, termasuk 11 piala untuk film penutupnya, The Return of the King.
Dengan latar sejarah panjang tersebut, proyek Shadows of the Past diharapkan mampu menghadirkan perspektif baru sekaligus memperkaya semesta Middle-earth bagi generasi penonton berikutnya.