Kolaborasi antara perusahaan otomotif global Stellantis dan grup otomotif nasional Indomobil membuka jalan bagi masuknya merek kendaraan listrik baru ke pasar Indonesia.
Melalui kerja sama strategis dengan produsen kendaraan listrik asal China, Leapmotor, kedua perusahaan tersebut bersiap menghadirkan mobil listrik berbasis teknologi canggih yang ditargetkan meluncur di Indonesia pada tahun ini.
Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani oleh Stellantis bersama PT Indomobil National Distributor pada 13 Maret 2026 di Jakarta. Dalam kemitraan ini, PT Indomobil National Distributor akan bertindak sebagai pihak yang meluncurkan sekaligus mendistribusikan model-model kendaraan listrik Leapmotor kepada konsumen Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi lebih luas Stellantis untuk memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi di berbagai pasar global, sekaligus memanfaatkan jaringan distribusi dan infrastruktur yang telah dimiliki perusahaan tersebut di banyak negara.
Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, mengatakan kehadiran Leapmotor di Indonesia diharapkan dapat memberikan alternatif baru bagi masyarakat yang mulai beralih ke kendaraan listrik.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperluas portofolio merek yang kami hadirkan di Indonesia sekaligus memberikan lebih banyak pilihan kendaraan elektrifikasi yang telah mendapatkan pengakuan secara global,” ujar Tan Kim Piauw.
Ia menilai Leapmotor memiliki kekuatan utama pada pengembangan teknologi kendaraan listrik yang dikombinasikan dengan pendekatan engineering yang matang.
Menurutnya, kombinasi tersebut menjadikan produk Leapmotor sebagai salah satu solusi mobilitas baru yang menarik bagi konsumen Indonesia.
“Leapmotor menggabungkan teknologi kendaraan listrik yang kuat dengan pendekatan engineering yang matang, sehingga menjadi solusi mobilitas baru yang menarik bagi konsumen di Indonesia,” lanjutnya.
Tan Kim Piauw juga menjelaskan bahwa model kendaraan yang akan diperkenalkan telah melalui proses seleksi yang cukup ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan kendaraan yang hadir di Indonesia benar-benar sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang terus berkembang.
Menurut dia, kendaraan tersebut dirancang tidak hanya praktis untuk penggunaan sehari-hari, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan keluarga modern maupun kalangan profesional yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan dengan teknologi mutakhir.
Sebagai bagian dari strategi pemasaran, kendaraan Leapmotor nantinya akan diperkenalkan melalui jaringan ritel yang menggunakan konsep Stellantis Brand House.
Konsep ini menghadirkan berbagai merek otomotif yang berada di bawah payung Stellantis dalam satu lokasi, sehingga memberikan pengalaman lebih komprehensif bagi pelanggan.
Melalui konsep tersebut, konsumen dapat melihat berbagai pilihan kendaraan dari merek global yang berbeda dalam satu tempat, sekaligus mendapatkan layanan penjualan dan purnajual yang terintegrasi.
Kerja sama antara Stellantis dan Leapmotor sendiri sebenarnya merupakan bagian dari kemitraan global yang telah lebih dulu dibentuk untuk mempercepat ekspansi kendaraan listrik ke berbagai pasar internasional.
Dalam kemitraan tersebut, Leapmotor memanfaatkan jaringan distribusi global, standar kualitas, serta infrastruktur yang dimiliki Stellantis untuk memperluas jangkauan bisnisnya di luar China.
Leapmotor dikenal sebagai perusahaan kendaraan listrik berbasis teknologi yang mengusung pendekatan vertical integration dalam proses pengembangan produknya.
Berbeda dari sebagian besar produsen otomotif tradisional yang masih bergantung pada komponen legacy dari pemasok eksternal, Leapmotor membangun sebagian besar teknologi kendaraannya secara mandiri sejak awal.
Pendekatan tersebut dipelopori oleh Zhu Jiangming, Founder, Chairman, sekaligus CEO Leapmotor. Strategi ini memungkinkan perusahaan mengembangkan kendaraan listrik dengan efisiensi biaya yang lebih tinggi sekaligus menjaga kualitas teknologi yang digunakan.
Secara global, Leapmotor International dibentuk sebagai perusahaan joint venture antara Stellantis dan Leapmotor dengan komposisi kepemilikan 51 persen oleh Stellantis dan 49 persen oleh Leapmotor.
Perusahaan ini berfokus pada pengembangan kendaraan New Energy Vehicles (NEV) dengan teknologi tinggi yang ditujukan untuk berbagai pasar internasional utama.
Salah satu keunggulan Leapmotor terletak pada kemampuan riset dan pengembangan internal atau in-house R&D yang kuat. Melalui pendekatan ini, perusahaan mampu memproduksi lebih dari 60 persen komponen kendaraan secara mandiri, mulai dari sistem elektronik hingga perangkat lunak kendaraan.
Kemampuan tersebut membuat produk Leapmotor mampu menawarkan nilai kompetitif di pasar kendaraan listrik global yang semakin ketat.
Perusahaan juga mencatat tonggak penting dalam perjalanan bisnisnya pada September 2025, ketika berhasil memproduksi kendaraan listrik ke-satu jutanya secara global.
Pencapaian ini menegaskan posisi Leapmotor sebagai salah satu produsen kendaraan listrik dengan pertumbuhan yang sangat cepat di industri otomotif dunia.
Sementara itu, PT Indomobil National Distributor menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan berbagai merek otomotif global ke pasar Indonesia melalui pendekatan yang terintegrasi, tidak hanya dari sisi produk kendaraan tetapi juga melalui layanan purnajual serta pengalaman kepemilikan pelanggan.
Tan Kim Piauw menilai kemitraan dengan Stellantis akan memperkuat kehadiran merek-merek otomotif global di Indonesia sekaligus membuka peluang bagi teknologi kendaraan masa depan untuk berkembang di pasar domestik.
“Kami percaya kemitraan dengan Stellantis ini dapat memperkuat kehadiran merek otomotif global di Indonesia. Ke depan, kami akan terus menghadirkan produk serta teknologi yang relevan dengan perkembangan industri sekaligus kebutuhan mobilitas konsumen Indonesia,” kata Tan Kim Piauw.
Dengan rencana peluncuran model kendaraan listrik Leapmotor di Indonesia tahun ini, pasar otomotif nasional diperkirakan akan semakin kompetitif, khususnya di segmen kendaraan listrik yang pertumbuhannya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.