Hi-Fella bersama Dayalima resmi meluncurkan Skill Festival 2026 sebagai upaya menjawab kesenjangan keterampilan (skill gap) di kalangan generasi muda Indonesia, khususnya Gen Z yang tengah bersiap memasuki dunia kerja.
Program ini diperkenalkan melalui kegiatan soft launching yang digelar di Surabaya pada 14 April 2026, dengan fokus utama menghubungkan proses pembelajaran dengan akses nyata ke industri.
Inisiatif ini hadir di tengah proyeksi kebutuhan hingga 19 juta lapangan kerja di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Skill Festival 2026 dirancang bukan sekadar sebagai program pelatihan, melainkan sebagai ekosistem terintegrasi yang menggabungkan proses upskilling, pengembangan berbasis output, hingga job matching sesuai kebutuhan industri saat ini.
Mengusung tema “Skill Siap Kerja: Dari Pembelajaran ke Akses Industri”, program ini menyasar peserta berusia 18 hingga 30 tahun, terutama mahasiswa dan lulusan baru yang membutuhkan pengalaman praktikal sekaligus akses lebih luas ke dunia profesional.
Melalui pendekatan pipeline talent, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan portofolio nyata yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Perwakilan penyelenggara menegaskan bahwa Skill Festival 2026 dirancang untuk menjawab persoalan klasik yang dihadapi pencari kerja muda, yakni kurangnya pengalaman praktis dan terbatasnya koneksi dengan industri.
“Skill Festival bukan sekadar event atau pelatihan singkat. Ini adalah langkah awal untuk membangun jalur yang lebih jelas antara pembelajaran dan peluang kerja,” ujar perwakilan tersebut. “Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta tidak hanya siap belajar, tetapi juga siap bekerja.”
Kegiatan soft launching yang berlangsung sekitar 90 menit ini menggabungkan dua fokus utama, yakni pengenalan program dan peluang kolaborasi, serta penyampaian insight industri.
Sekitar 70 persen sesi digunakan untuk memperkenalkan konsep program, termasuk membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak seperti perusahaan melalui program CSR, institusi pendidikan, hingga organisasi non-profit.
Sementara 30 persen lainnya diisi dengan pemaparan kebutuhan skill di dunia kerja saat ini, sehingga peserta mendapatkan gambaran nyata mengenai kompetensi yang dibutuhkan industri.
Dalam pelaksanaannya, Skill Festival 2026 menekankan tiga nilai utama, yaitu relevansi keterampilan, hasil yang terukur, serta koneksi yang kuat dengan komunitas dan industri.
Peserta didorong untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga menghasilkan karya atau output yang dapat dijadikan portofolio. Selain itu, mereka juga mendapatkan akses ke komunitas yang dapat menjadi wadah berbagi informasi karier, serta peluang untuk terhubung langsung dengan perusahaan.
Program ini juga membuka ruang kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah, kampus, organisasi non-pemerintah, hingga pelaku industri. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan dampak yang lebih luas dalam meningkatkan employability generasi muda Indonesia.
Dengan pendekatan ini, Skill Festival 2026 tidak hanya berfungsi sebagai program pelatihan, tetapi juga sebagai platform strategis untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem ketenagakerjaan.
Ke depan, Skill Festival 2026 ditargetkan mampu menghasilkan berbagai output konkret, mulai dari peningkatan jumlah peserta yang mengikuti kelas pelatihan, pengumpulan testimoni sebagai tolok ukur keberhasilan program, hingga terbentuknya jaringan kolaborasi baru yang berkelanjutan. Program ini juga diharapkan menjadi jembatan efektif antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Sementara itu, Hi-Fella sebagai salah satu penggagas program dikenal sebagai platform digital yang menghubungkan supplier, buyer, dan consumer dalam ekosistem perdagangan global terintegrasi. Dengan fokus pada efisiensi dan aksesibilitas, platform ini mempermudah pelaku ekspor-impor dalam menjangkau pasar internasional.
Dalam pengembangannya, Hi-Fella juga tengah membangun konsep online exhibition yang ditujukan bagi pelaku manufaktur dan ekspor-impor. Inisiatif ini memungkinkan pelaku usaha menampilkan produk secara digital, memperluas jangkauan pasar, serta terhubung langsung dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Dukungan fitur interaktif, konten multimedia, hingga layanan seperti marketing intelligence dan digital marketing turut menjadi nilai tambah yang ditawarkan.
Melalui kolaborasi dengan Dayalima dalam Skill Festival 2026, Hi-Fella memperluas perannya tidak hanya sebagai platform bisnis, tetapi juga sebagai penggerak pengembangan sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat global.