Kabar kembalinya Celine Dion ke panggung konser akhirnya semakin jelas. Setelah sempat absen cukup lama akibat masalah kesehatan, diva asal Kanada itu dilaporkan akan menggelar rangkaian konser besar di Paris, Prancis, mulai musim gugur tahun ini.
Informasi ini dikonfirmasi oleh Variety, menyusul laporan awal dari media La Presse yang memicu antusiasme penggemar di seluruh dunia.
Rencana comeback ini muncul tak lama setelah penampilan emosional Dion dalam upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024 di kawasan Menara Eiffel.
Saat itu, ia membawakan lagu legendaris Hymne A L’Amour milik Édith Piaf, yang menjadi momen simbolis sekaligus penanda bahwa sang penyanyi mulai kembali ke panggung setelah menghadapi masa sulit.
Isyarat terkait konser ini mulai terlihat dari kampanye unik di berbagai sudut kota Paris. Poster-poster yang menampilkan judul lagu hits Dion seperti Pour que tu m’aimes encore dan Power of Love muncul secara misterius, memancing spekulasi publik. Strategi tersebut dinilai sebagai cara kreatif untuk membangun ekspektasi sebelum pengumuman resmi.
Menurut laporan La Presse, Dion dijadwalkan tampil di Paris La Défense Arena, sebuah venue berkapasitas sekitar 40.000 penonton yang baru saja diakuisisi oleh Live Nation.
Tempat ini sebelumnya telah menjadi panggung bagi sejumlah bintang dunia seperti Taylor Swift, The Rolling Stones, dan Kendrick Lamar. Dion disebut akan menggelar dua konser setiap pekan sepanjang September hingga Oktober, menjadikannya salah satu residensi musik paling dinantikan tahun ini di Eropa.
Meski kabar ini sudah menyebar luas, pihak perwakilan Dion belum memberikan pernyataan resmi. Saat dihubungi Variety, mereka hanya menyampaikan bahwa belum ada komentar saat ini, Pernyataan singkat tersebut justru semakin memperkuat rasa penasaran publik terhadap detail lebih lanjut mengenai konser tersebut.
Rangkaian konser ini sejatinya bukan rencana baru. Sebelumnya, Dion telah menjadwalkan penampilan di Paris sebagai bagian dari tur dunia Courage World Tour pada 2020. Namun, pandemi global memaksa seluruh agenda ditunda. Situasi menjadi semakin rumit ketika kondisi kesehatannya memburuk.
Pada 2022, Dion mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis mengidap Stiff Person Syndrome, sebuah penyakit langka yang menyerang sistem saraf dan menyebabkan kekakuan otot ekstrem.
Kondisi ini berdampak langsung pada kemampuannya untuk berjalan maupun bernyanyi, dua hal yang menjadi inti kariernya selama puluhan tahun. Dalam berbagai kesempatan, Dion menggambarkan perjuangannya menghadapi penyakit tersebut sebagai tantangan berat.
Perjalanan melawan penyakit itu kemudian diabadikan dalam film dokumenter I Am: Celine Dion karya sutradara Irene Taylor. Dokumenter tersebut menampilkan sisi personal Dion, termasuk perjuangannya untuk tetap terhubung dengan dunia musik meski kondisi fisiknya terbatas.
Selain itu, ia juga tampil dalam program dokumenter yang disiarkan oleh M6, yang mengulas kolaborasi kreatifnya bersama Jean-Jacques Goldman.
Dengan rencana konser ini, banyak pihak melihatnya sebagai titik balik dalam perjalanan karier Dion. Jika benar terealisasi, konser di Paris bukan hanya sekadar pertunjukan musik, tetapi juga simbol ketahanan dan dedikasi seorang artis yang berusaha bangkit dari kondisi sulit.
Bagi para penggemar, ini menjadi momen yang telah lama dinanti—kesempatan untuk kembali menyaksikan salah satu suara paling ikonik di dunia tampil secara langsung di panggung besar.