Aktor Terrence Howard mengungkap alasan yang menurutnya ikut berperan dalam hilangnya kesempatan tampil di sekuel film Iron Man.
Dalam wawancara terbaru, ia mengaku pernah mengancam produser Hollywood Joel Silver dan meyakini insiden tersebut kemungkinan memengaruhi keputusan yang membuatnya tidak lagi terlibat dalam Iron Man 2.
Howard sebenarnya merupakan salah satu aktor pertama yang bergabung dalam film Iron Man (2008) garapan sutradara Jon Favreau. Dalam film pembuka Marvel Cinematic Universe itu, ia memerankan James Rhodes, sahabat sekaligus rekan militer dari Tony Stark yang diperankan oleh Robert Downey Jr..
Namun ketika Marvel mempersiapkan sekuel yang dirilis pada 2010, karakter tersebut akhirnya dimainkan oleh Don Cheadle, menggantikan Howard.
Selama bertahun-tahun, Howard menyebut keputusan itu berkaitan dengan masalah gaji. Ia mengklaim semula menerima bayaran lebih besar dibanding Downey Jr. pada film pertama.
Ketika Marvel meminta pemotongan bayaran secara signifikan untuk proyek kedua, Howard memilih menolak. Kini ia menilai ada faktor lain yang mungkin ikut memengaruhi nasibnya di waralaba superhero tersebut.
Dalam wawancara di PBD Podcast, Howard menceritakan sebuah kejadian yang terjadi pada 2007 saat Festival Film Venesia. Saat itu ia hadir untuk mempromosikan film The Brave One, di mana ia beradu akting dengan Jodie Foster sebagai seorang detektif New York yang memburu pembunuh main hakim sendiri.
Howard mengatakan percakapan dengan seorang wartawan memicu ketegangan yang kemudian berujung konflik dengan Silver. Wartawan tersebut menanyakan mengapa nama Howard tidak mendapatkan penempatan kredit yang sama dengan Foster dalam materi promosi film.
Menurut Howard, pertanyaan itu membuatnya mulai mempertanyakan posisinya, terutama karena saat itu ia baru saja memperoleh nominasi Oscar berkat film Hustle & Flow. Ketidakpuasan tersebut kabarnya sampai ke telinga Silver, yang kemudian berbicara langsung dengannya.
“Joel Silver datang dan berbicara dengan saya. Dia berkata, ‘Alasan namamu tidak berada di atas judul film adalah karena kamu bukan bintang utama di sini, yang menjadi bintang adalah Jodie. Dan jika kamu mendapat nominasi Oscar, itu akan untuk Aktor Pendukung, bukan Aktor Terbaik,’” ujar Howard mengenang percakapan tersebut.
Howard mengaku memahami penjelasan itu, tetapi merasa cara penyampaiannya merendahkan dirinya. Ia pun memberikan respons yang cukup keras kepada produser tersebut.
“Saya berkata, ‘Terima kasih sudah memberi tahu saya, sekarang saya mengerti. Tapi ingat, saya juga seorang pria seperti Anda. Jika Anda berbicara kepada saya seperti itu lagi, saya akan meninju gigi Anda sampai copot,’” kata Howard.
Ia kemudian menyadari bahwa hubungan di industri film Hollywood sering kali saling terhubung. Menurutnya, fakta bahwa rekan produser Silver dalam film tersebut adalah Susan Downey, istri dari Robert Downey Jr., bisa saja ikut memengaruhi situasi yang terjadi setelahnya.
“Delapan bulan kemudian, saya kehilangan Iron Man. Saya yakin semua kejadian itu punya perannya masing-masing,” ujar Howard.
Sebelumnya, laporan Entertainment Weekly menyebut sutradara Jon Favreau tidak sepenuhnya puas dengan penampilan Howard di film pertama.
Karena itu, karakter James Rhodes disebut-sebut akan mendapat porsi lebih kecil di sekuel. Marvel Studios kemudian menawarkan kontrak baru dengan bayaran jauh lebih rendah jika Howard ingin tetap terlibat.
Howard mengaku pemecatan itu menjadi pengalaman yang sangat mengejutkan baginya. Ia bahkan sempat mempertanyakan nilai kontrak kerja di industri film.
“Itu adalah kejutan terbesar dalam hidup saya. Sepertinya kontrak yang kita tulis dan tandatangani kadang tidak lebih berharga dari kertas tempatnya dicetak,” katanya.
Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Howard juga sempat menyiratkan bahwa Robert Downey Jr. ikut berperan dalam situasi tersebut. Ia merasa dukungannya terhadap sang aktor pada awal produksi tidak dibalas ketika negosiasi untuk film kedua berlangsung.
“Orang yang saya bantu menjadi Iron Man, ketika waktunya memperbarui kontrak untuk film kedua, mengambil uang yang seharusnya menjadi milik saya dan mendorong saya keluar,” kata Howard.
Karier Howard di Hollywood memang mengalami berbagai pasang surut. Ia kemudian menemukan kesuksesan baru lewat serial drama musikal Empire yang tayang di jaringan Fox. Namun ia mengakui bahwa sifat agresif serta dorongannya untuk selalu menunjukkan kejantanan sering kali membuat peluang besar dalam kariernya terlewat.
Howard pernah mengingat nasihat dari aktor senior Denzel Washington yang menurutnya sangat menggambarkan situasinya saat itu. Washington menyebut Howard seolah selalu berada dalam posisi siap bertarung, sehingga sulit bagi orang lain untuk mendekat atau bekerja sama dengannya.
Meski sempat bangkit lewat Empire, hubungan Howard dengan industri Hollywood kembali memanas setelah ia menggugat studio 20th Century Fox pada 2020 terkait kompensasi yang menurutnya belum dibayarkan. Studio tersebut kini berada di bawah naungan The Walt Disney Company.
Langkah hukum itu disebut membuat posisinya di Hollywood semakin sulit. Howard menilai industri hiburan memiliki aturan tidak tertulis yang jarang dibicarakan secara terbuka, yaitu para aktor diharapkan tetap diam meskipun menghadapi perlakuan yang dianggap tidak adil.
Keputusannya untuk menggugat studio besar membuatnya merasa semakin dijauhkan dari berbagai proyek baru di industri film.