Rumah milik penyanyi global Rihanna di kawasan elite Beverly Hills, Los Angeles, menjadi sasaran penembakan pada Minggu siang waktu setempat ketika sang bintang dikabarkan berada di dalam kediamannya.
Seorang perempuan berusia 35 tahun telah ditangkap oleh aparat kepolisian Los Angeles atas dugaan percobaan pembunuhan setelah diduga melepaskan beberapa tembakan ke arah properti tersebut.
Insiden itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.15 waktu Pasifik. Menurut informasi dari aparat penegak hukum yang dikutip oleh media setempat, seorang perempuan berada di dalam sebuah mobil Tesla berwarna putih yang diparkir di seberang gerbang rumah Rihanna sebelum kemudian menembakkan sejumlah peluru ke arah bangunan tersebut.
Salah satu peluru dilaporkan menembus dinding rumah, sementara bekas tembakan juga ditemukan pada gerbang properti serta sebuah kendaraan RV yang terparkir di luar area rumah.
Pihak Kepolisian Los Angeles (LAPD) memastikan tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut. Juru bicara LAPD, Sersan Jonathan de Vera, mengatakan bahwa meskipun beberapa peluru mengenai properti, tidak ada penghuni rumah yang mengalami cedera.
“Tidak ada korban luka,” ujarnya singkat ketika memberikan keterangan kepada media yang dilansir Mashable Indonesia dari Variety.
Setelah laporan penembakan diterima melalui panggilan darurat 911, aparat kepolisian segera melakukan pencarian terhadap kendaraan yang diduga digunakan pelaku.
Polisi bahkan mengerahkan helikopter untuk melacak mobil Tesla putih yang diketahui meninggalkan lokasi dan melaju ke arah selatan melalui Coldwater Canyon Drive.
Upaya pengejaran itu berakhir di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Sherman Oaks. Sekitar 30 menit setelah panggilan darurat dilakukan, polisi berhasil menemukan kendaraan tersebut dan menangkap perempuan yang berada di dalamnya tanpa perlawanan berarti.
Kepolisian kemudian mengidentifikasi tersangka sebagai Ivana Lisette Ortiz, perempuan berusia 35 tahun. Pada Senin, LAPD mengonfirmasi bahwa Ortiz telah resmi ditahan dan dijerat dengan tuduhan percobaan pembunuhan.
Besaran uang jaminan untuk pembebasannya ditetapkan lebih dari 10 juta dolar AS atau sekitar Rp155 miliar jika dikonversikan ke rupiah.
Ketika petugas melakukan penggeledahan terhadap kendaraan tersangka, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan keterlibatan pelaku dalam penembakan tersebut.
Juru bicara LAPD Armen Arias mengatakan kepada media bahwa petugas menemukan senjata api jenis senapan serbu serta selongsong peluru di dalam mobil.
“Ketika polisi menggeledah kendaraan perempuan itu, mereka menemukan sebuah senapan serbu dan tujuh selongsong peluru,” ujar Arias menjelaskan hasil pemeriksaan awal di lokasi penangkapan.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik mengingat rumah yang menjadi target penembakan adalah kediaman salah satu bintang pop paling terkenal di dunia.
Rihanna diketahui tinggal di rumah mewah itu bersama pasangannya, rapper A$AP Rocky, serta tiga anak mereka, yaitu RZA, Riot, dan bayi perempuan bernama Rocki yang lahir sekitar lima bulan lalu.
Hingga kini belum dapat dipastikan apakah anggota keluarga lain berada di dalam rumah ketika penembakan terjadi. Aparat kepolisian juga belum mengungkap kemungkinan motif di balik tindakan pelaku, termasuk apakah tersangka memiliki hubungan atau kedekatan tertentu dengan penghuni rumah tersebut.
Pihak kepolisian menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap secara rinci kronologi serta latar belakang kejadian tersebut. Petugas juga akan menelusuri bagaimana pelaku memperoleh senjata yang digunakan dalam aksi penembakan.
Sementara itu, perwakilan dari Rihanna maupun pihak manajemennya belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Permintaan komentar yang diajukan oleh sejumlah media internasional juga belum mendapatkan tanggapan.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden keamanan yang melibatkan rumah para selebritas di kawasan Los Angeles dalam beberapa tahun terakhir.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, penembakan terhadap properti milik Rihanna tersebut kembali memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan kediaman figur publik yang kerap menjadi sasaran tindakan kriminal.
Polisi memastikan pengamanan di sekitar lokasi kejadian telah diperketat sementara proses penyelidikan masih berlangsung. Aparat juga akan memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar area Beverly Hills untuk memastikan seluruh detail peristiwa dapat diungkap secara jelas.