Presiden Prabowo Subianto mendorong pemerintah daerah hingga Tentara Nasional Indonesia untuk mengutamakan pembelian kendaraan listrik produksi dalam negeri sebagai langkah strategis memperkuat industri nasional sekaligus mempercepat transisi energi.
Seruan tersebut disampaikan saat peresmian fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik di Magelang, Jawa Tengah, Kamis, yang menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem kendaraan ramah lingkungan berbasis produksi lokal.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan pentingnya keberpihakan seluruh pemangku kepentingan terhadap produk buatan anak bangsa. Ia secara tegas meminta agar pemerintah provinsi di seluruh Indonesia tidak ragu memesan kendaraan listrik lokal, termasuk bus dan truk, guna memperkuat kapasitas industri dalam negeri.
“Kita harapkan dari pemprov lain juga akan berpihak dan membeli produk bangsa kita sendiri di seluruh Tanah Air. Mensesneg catat itu gubernur-gubernur yang tidak pesan produk dalam negeri. Bus dan truk dan sebagainya. TNI juga suruh beli dalam negeri,” ujar Prabowo dikutip Mashable Indonesia dari Antara.
Dorongan tersebut muncul seiring meningkatnya kemampuan produksi industri kendaraan listrik nasional. Presiden menilai bahwa kapasitas manufaktur dalam negeri kini telah menunjukkan perkembangan signifikan, termasuk dalam produksi kendaraan komersial seperti bus listrik.
Ia menyebut bahwa PT VKTR Teknologi Mobilitas saat ini mampu memproduksi hingga 10.000 unit bus listrik, dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai sekitar 40 persen.
Pemerintah menargetkan peningkatan TKDN secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. Prabowo menjelaskan bahwa angka tersebut diharapkan dapat naik menjadi 60 persen dalam waktu dua tahun, sebelum akhirnya mencapai 80 persen pada tahap berikutnya.
Peningkatan ini dinilai krusial untuk memperkuat kemandirian industri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor komponen kendaraan listrik.
Selain itu, Presiden juga mengungkapkan bahwa sejumlah pemerintah daerah telah mulai menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung penggunaan kendaraan listrik buatan dalam negeri.
Ia menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai contoh yang telah melakukan pemesanan bus listrik untuk kebutuhan transportasi publik.
Salah satu implementasi nyata terlihat pada layanan Transjakarta yang mulai mengadopsi armada bus listrik sebagai bagian dari transformasi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.
“Jadi sudah ada industri bus, industri truk dan saya terima kasih Gubernur Jawa Tengah, katanya Pemda Jawa Tengah sudah pesan berapa puluh bus sudah. Dari DKI juga sudah cukup banyak, Transjakarta,” kata Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden mengapresiasi langkah pengembangan industri kendaraan listrik nasional yang dinilai sebagai tonggak penting dalam pembangunan ekonomi berbasis teknologi dan energi bersih. Ia menilai inisiatif yang dilakukan oleh VKTR menjadi simbol kemajuan industri nasional yang patut dibanggakan.
“Jadi, inisiatif yang dilaksanakan oleh VKTR ini, VKTR Industri, adalah bersejarah, adalah suatu tonggak yang membanggakan. Ibarat kita dulu diajarkan apa ya itu istilahnya ya, pepatah gitu ya. Ibarat pucuk dicinta, ulam pun tiba,” ujarnya.
Menurut Prabowo, pengembangan kendaraan listrik bukan sekadar soal industri otomotif, tetapi juga bagian dari strategi besar Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketergantungan terhadap energi fosil.
Dengan mendorong penggunaan kendaraan listrik, pemerintah berharap dapat mengurangi emisi karbon sekaligus menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Prabowo juga menaruh harapan besar agar VKTR dapat berkembang menjadi pemain utama di industri kendaraan komersial, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga regional. Ia membandingkan potensi VKTR dengan produsen otomotif besar dari negara lain yang telah lebih dahulu mendominasi pasar global.
“Saya berharap VKTR ini akan menjadi salah satu national champion kita. Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino, kalau Korea punya Hyundai, Daewoo, saya berharap berapa tahun lagi kita akan melihat VKTR sebagai salah satu champion dari Indonesia,” kata Prabowo.
Peresmian fasilitas tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Komisaris Utama VKTR Anindya Novyan Bakrie, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Dengan dorongan kuat dari pemerintah pusat serta dukungan pemerintah daerah dan institusi negara, pengembangan kendaraan listrik nasional diproyeksikan akan semakin cepat.
Langkah ini tidak hanya membuka peluang industri baru, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta persaingan global di sektor otomotif berbasis energi bersih.