Momen Ramadan selalu identik dengan kebersamaan, namun bagi sebagian anak di panti asuhan, kesempatan untuk mengabadikan momen layaknya “foto keluarga” bukanlah hal yang datang setiap hari.
Melalui program sosial bertajuk First Family Photo, Fujifilm Indonesia kembali menghadirkan pengalaman berharga yang tak terlupakan bagi anak-anak panti di Jakarta.
Program ini digelar pada April 2026 dengan mengunjungi tiga panti asuhan, yaitu Yayasan Daarul Berkah Rahman, Panti Asuhan Nurul Iman Mentas, serta Panti Asuhan Aisyiyah Tahfidz Quran.
Di sana, anak-anak diajak merasakan langsung pengalaman menggunakan kamera instan instax untuk pertama kalinya, sekaligus mengabadikan momen kebersamaan dengan orang-orang terdekat mereka.
Pengalaman Pertama yang Penuh Arti di Bulan Ramadan
Suasana hangat langsung terasa saat sesi fotografi dimulai. Tawa, rasa penasaran, hingga kebahagiaan terpancar dari wajah anak-anak ketika melihat hasil foto mereka tercetak secara langsung dari kamera instax.
Bagi sebagian besar dari mereka, ini bukan hanya pengalaman baru, tetapi juga momen pertama memiliki foto yang mereka buat sendiri.
Melalui program ini, anak-anak diberikan kebebasan untuk menentukan momen yang ingin mereka abadikan.
Ada yang memilih berfoto dengan sahabat, teman sekamar, hingga orang tua asuh yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka. Hal ini membuat setiap foto memiliki cerita personal yang berbeda.
Tidak hanya sekadar dokumentasi, foto-foto tersebut menjadi simbol kedekatan dan kenangan yang bisa mereka simpan. Dalam kehidupan panti asuhan yang sederhana, momen seperti ini menjadi sangat berharga karena tidak terjadi setiap hari.
Program ini juga menjadi bagian dari inisiatif kreatif Instaxnesia yang diwujudkan dalam artbook bertajuk Instaxnesia: A Nation of Creative Expression. Menariknya, hasil penjualan artbook ini sepenuhnya dialokasikan untuk mendukung kegiatan sosial di berbagai panti asuhan di Indonesia.
Foto Fisik yang Menyimpan Cerita dan Harapan
Di tengah era digital yang dipenuhi ribuan foto di smartphone, kehadiran foto fisik justru memberikan makna yang lebih mendalam.
Bagi anak-anak di panti asuhan, foto bukan hanya gambar, melainkan kenangan nyata yang bisa disentuh, dilihat, dan disimpan dalam waktu lama.
Beberapa anak bahkan berencana menempelkan foto tersebut di dinding kamar sebagai pengingat kebersamaan mereka. Hal sederhana ini menunjukkan bahwa satu lembar foto bisa menjadi sumber kebahagiaan sekaligus penguat hubungan emosional.
Lebih dari itu, program ini juga membuka pemahaman baru tentang arti keluarga. Tidak selalu harus terikat hubungan darah, keluarga bisa hadir dari kebersamaan sehari-hari, dari teman, hingga orang-orang yang saling mendukung dalam kehidupan.
Selain menghadirkan pengalaman fotografi, Fujifilm Indonesia juga memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, serta makanan berbuka puasa. Langkah ini menjadi bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan anak-anak di panti asuhan.
Menurut Masato Yamamoto, fotografi memiliki kekuatan untuk memberikan pengakuan akan keberadaan seseorang. Melalui program ini, setiap anak diharapkan memiliki sesuatu yang bisa mereka simpan sebagai bukti bahwa mereka dicintai dan menjadi bagian dari sebuah cerita.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2022, program “First Family Photo” telah menjangkau setidaknya 17 panti asuhan di Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Fujifilm Indonesia dalam menghadirkan pengalaman fotografi yang lebih dekat dengan kehidupan sosial masyarakat.