Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Amman, Yordania, Selasa (24/02/26) malam waktu setempat, untuk melaksanakan pertemuan bilateral dengan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al-Hussein, yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (25/02/26).
Agenda utama kunjungan tersebut mencakup penguatan hubungan diplomatik serta penandatanganan sejumlah kerja sama strategis antara Indonesia dan Yordania.
Pesawat kepresidenan Garuda Indonesia PK-GIF yang membawa Prabowo beserta rombongan terbatas mendarat di Pangkalan Udara Marka sekitar pukul 19.53 waktu setempat setelah bertolak dari London pada sore hari.
Saat memasuki wilayah udara Yordania, pesawat presiden mendapat pengawalan langsung dari jet tempur Angkatan Udara Kerajaan Yordania sebagai bentuk penghormatan kenegaraan.
Kedatangan kepala negara disambut langsung oleh Putra Mahkota Yordania Pangeran Hussein bin Abdullah al-Hashimi bersama jajaran pejabat kerajaan.
Dari pihak Indonesia hadir Duta Besar RI untuk Yordania Ade Padmo Sarwono serta Atase Pertahanan Kolonel Laut (P) Dafris D. Syahruddin.
Upacara penyambutan berlangsung resmi dengan pasukan jajar kehormatan berdiri di sisi kanan dan kiri landasan. Presiden Prabowo melakukan inspeksi pasukan dan membalas penghormatan militer yang diberikan, didampingi Putra Mahkota.
Setelah rangkaian seremoni selesai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju hotel tempat presiden bermalam di pusat Kota Amman.
Sejumlah warga negara Indonesia, termasuk mahasiswa dan diaspora, telah menunggu di lobi hotel sejak sore untuk menyapa langsung presiden. Mereka merapikan barisan dan mengibarkan bendera Merah Putih sebagai bentuk antusiasme menyambut kunjungan kenegaraan tersebut.
Dalam lawatan ini, Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan. Pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II akan digelar di Istana Al Husseiniya, Amman.
Selain pertemuan empat mata, kedua negara juga dijadwalkan menyaksikan penandatanganan sejumlah kesepakatan kerja sama di berbagai sektor.
Pemerintah menilai Yordania merupakan mitra penting Indonesia di kawasan Timur Tengah, khususnya dalam isu kemanusiaan, pendidikan, energi, serta kerja sama pertahanan.
Kunjungan ini menjadi yang kedua bagi Prabowo sebagai presiden. Sebelumnya, ia pernah berkunjung secara resmi pada April 2025.
Bahkan sebelum menjabat kepala negara, saat masih menjadi Menteri Pertahanan dan presiden terpilih pada Juni 2024, Prabowo juga bertemu Raja Abdullah II untuk membahas berbagai isu regional, termasuk krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina.
Hubungan kedua pemimpin negara tersebut tergolong dekat. Raja Abdullah II juga pernah melakukan kunjungan balasan ke Jakarta pada November 2025.
Dalam pertemuan itu, Prabowo menyampaikan harapan agar Raja Yordania merasa memiliki kedekatan khusus dengan Indonesia. Ia bahkan meminta sang raja menjadikan Indonesia sebagai ‘rumah keduanya’.
Pemerintah Indonesia memandang Yordania sebagai mitra strategis dalam diplomasi kemanusiaan di Timur Tengah, terutama terkait Palestina.
Kedua negara selama ini sering menyuarakan posisi yang selaras dalam berbagai forum internasional mengenai pentingnya bantuan kemanusiaan dan stabilitas kawasan.
Setelah seluruh agenda rampung, Presiden Prabowo dijadwalkan meninggalkan Amman pada Rabu sore waktu setempat untuk melanjutkan rangkaian kunjungan luar negerinya.
Lawatan ini diharapkan memperkuat kerja sama konkret sekaligus mempertegas peran Indonesia sebagai negara dengan hubungan aktif di kawasan Timur Tengah, tidak hanya pada bidang ekonomi dan energi, tetapi juga diplomasi kemanusiaan serta perdamaian internasional.