Kabar gembira datang bagi penggemar film animasi produksi Pixar Animation Studios. Studio animasi yang berada di bawah naungan The Walt Disney Company ini dilaporkan sedang mengembangkan film ketiga dari waralaba populer Monsters, Inc..
Informasi tersebut pertama kali diungkap melalui laporan The Wall Street Journal yang menyebut proyek tersebut sedang berada dalam tahap pengembangan.
Rencana produksi film baru ini menandai kembalinya dua karakter ikonik, James ‘Sully’ Sullivan dan Mike Wazowski, yang selama ini menjadi pusat cerita dalam dunia monster milik Pixar. Kehadiran film ketiga diperkirakan akan memperluas kisah yang telah berlangsung lebih dari dua dekade sejak film pertama dirilis.
Selain proyek tersebut, Pixar juga tengah menyiapkan dua film orisinal baru yang belum pernah diumumkan sebelumnya. Salah satu proyek berjudul Ono Ghost Market.
Film ini awalnya dikembangkan sebagai serial untuk layanan streaming sebelum akhirnya diubah menjadi film layar lebar. Ceritanya akan terinspirasi dari berbagai mitos Asia mengenai pasar misterius yang dihuni makhluk supernatural.
Sementara itu, proyek orisinal lainnya juga tengah disiapkan sebagai film musikal pertama dalam sejarah Pixar. Film tersebut akan dipimpin oleh sineas Domee Shi, yang sebelumnya dikenal sebagai sutradara film animasi Turning Red.
Shi juga sempat mengambil alih kursi co-director dalam produksi Elio setelah sutradara awalnya, Adrian Molina, meninggalkan proyek tersebut.
Di sisi lain, Pixar juga menyiapkan sejumlah sekuel dari film-film sukses mereka. Laporan yang sama menyebutkan bahwa film The Incredibles 3 diproyeksikan tayang di bioskop pada tahun 2028. Sementara itu, sekuel pertama dari film animasi Coco yang dirilis pada 2017 juga sedang disiapkan dengan target penayangan sekitar tahun 2029.
Film Monsters, Inc. sendiri termasuk salah satu karya Pixar yang paling dicintai penonton di seluruh dunia. Ketika pertama kali tayang pada 2001, film tersebut mengisahkan kehidupan para monster yang bekerja di sebuah perusahaan penghasil energi dari teriakan anak-anak manusia.
Dua tokoh utamanya adalah Sully yang disuarakan oleh John Goodman dan Mike Wazowski yang diisi suaranya oleh Billy Crystal.
Cerita film tersebut berfokus pada upaya mereka mengembalikan seorang gadis kecil manusia yang mereka temui secara tidak sengaja di dunia monster. Gadis tersebut kemudian dijuluki Boo dan menjadi salah satu karakter paling ikonik dalam film tersebut.
Kesuksesan Monsters, Inc. tidak hanya datang dari sisi cerita, tetapi juga dari pencapaian komersial dan penghargaan. Film tersebut meraih pendapatan sekitar 579 juta dolar AS dari anggaran produksi sekitar 115 juta dolar AS.
Karya ini juga mendapat nominasi Academy Awards dalam kategori Film Animasi Terbaik, meskipun penghargaan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Shrek.
Meski demikian, Monsters, Inc. tetap berhasil membawa pulang satu piala Oscar untuk kategori Lagu Orisinal Terbaik melalui lagu “If I Didn’t Have You” karya Randy Newman. Film ini juga memperoleh nominasi tambahan untuk kategori Musik Orisinal Terbaik dan Penyuntingan Suara Terbaik.
Waralaba Monsters kemudian diperluas melalui film prekuel berjudul Monsters University yang dirilis pada 2013. Film tersebut menceritakan masa kuliah Mike dan Sully serta bagaimana keduanya pertama kali bertemu.
Secara komersial, film ini bahkan meraih pendapatan lebih besar dibanding pendahulunya, dengan total sekitar 743 juta dolar AS dari anggaran produksi sekitar 200 juta dolar AS.
Namun hingga kini Pixar belum mengungkapkan secara resmi kapan latar waktu cerita film ketiga akan ditempatkan dalam kronologi waralaba tersebut.
Kisah dunia monster juga sempat diperluas melalui serial televisi Monsters at Work yang tayang di platform Disney+ pada 2021. Musim keduanya kemudian hadir di Disney Channel pada 2024.
Serial tersebut menampilkan kembali John Goodman dan Billy Crystal sebagai pengisi suara karakter utama sekaligus memperkenalkan karakter baru bernama Tylor Tuskmon yang disuarakan oleh Ben Feldman.
Sekitar satu dekade lalu, sutradara film pertama Monsters, Inc., Pete Docter, yang saat ini menjabat sebagai Chief Creative Officer di Pixar, pernah memberikan pandangannya mengenai kemungkinan pembuatan film ketiga.
“Tidak pernah ada kata tidak mungkin — kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,” ujar Docter dalam sebuah wawancara.
Ia menjelaskan bahwa keputusan membuat Monsters University sebagai prekuel dilakukan dengan pertimbangan tertentu.
“Kami sengaja membuat Monsters University sebagai prekuel karena tidak ingin langsung menjawab beberapa pertanyaan, seperti apa yang terjadi dengan Boo dan bagaimana dia tumbuh dewasa. Jika suatu saat dibuat, ceritanya harus benar-benar menarik, karena itu juga menjadi standar bagi setiap sekuel yang kami kerjakan,” katanya.
Popularitas Monsters, Inc. juga terasa di berbagai taman hiburan milik Disney. Atraksi bertema film tersebut dapat ditemukan di Disney California Adventure, Magic Kingdom, serta Tokyo Disneyland.
Bahkan Disney juga berencana membangun area khusus bertema Monsters, Inc. di Disney’s Hollywood Studios sebagai bagian dari pengembangan taman hiburan tersebut.
Dengan rencana pengembangan film baru serta proyek-proyek lain yang sedang dipersiapkan, Pixar tampaknya masih akan terus mengandalkan kekuatan waralaba ikonik mereka untuk menarik penonton di bioskop dalam beberapa tahun mendatang.