Ajang penghargaan film paling bergengsi di dunia, Piala Oscar 2026, tidak hanya menjadi panggung bagi insan perfilman internasional, tetapi juga diwarnai berbagai pesan politik dari para selebritis Hollywood.
Acara yang digelar di Dolby Theatre, Amerika Serikat, pada Minggu (15/3) waktu setempat tersebut memunculkan sejumlah aksi protes dan sindiran terhadap kebijakan pemerintah Amerika Serikat, termasuk kepada Presiden Donald Trump.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah aktor peraih Oscar Javier Bardem yang mengenakan pin bertuliskan “No a la Guerra” atau “Tidak untuk Perang”. Saat naik ke panggung bersama Priyanka Chopra untuk membacakan pemenang kategori Film Internasional Terbaik, Bardem juga menyampaikan pesan “No to war, and free Palestine”.
Selain Bardem, sejumlah artis lain juga menunjukkan sikap serupa melalui simbol di karpet merah. Penyanyi dan penulis lagu Sara Bareilles terlihat mengenakan pin bertuliskan “ICE OUT”, yang merupakan kampanye kritik terhadap kebijakan lembaga imigrasi Amerika Serikat.
Aksesori tersebut telah muncul di berbagai acara penghargaan sepanjang musim awards tahun ini, termasuk dipakai oleh sejumlah musisi seperti Justin Bieber dan Billie Eilish pada ajang penghargaan sebelumnya.
Sementara itu, mantan pesepak bola tim nasional Amerika Serikat Abby Wambach hadir di karpet merah bersama pasangannya, Glennon Doyle. Doyle membawa tas dengan pesan kritik terhadap kebijakan lembaga imigrasi AS yang juga menarik perhatian publik.
Selain aksi di karpet merah, sejumlah komentar bernuansa politik juga muncul di atas panggung. Pembawa acara televisi Jimmy Kimmel, saat mempresentasikan kategori film dokumenter, sempat menyindir situasi kebebasan berbicara di sejumlah negara serta menyinggung film dokumenter tentang Melania Trump yang dirilis pada awal 2026.
Film tersebut mengangkat kehidupan Melania selama 20 hari menjelang pelantikan suaminya sebagai presiden pada 2025.
Host utama acara, komedian Conan O’Brien, juga melontarkan lelucon yang menyindir Trump saat membuka kembali acara setelah jeda iklan. Pernyataan tersebut memicu tawa dan tepuk tangan dari para tamu undangan.
Sindiran tersebut disebut berkaitan dengan kontroversi perubahan nama pusat seni pertunjukan John F. Kennedy Center for the Performing Arts yang dikaitkan dengan nama Trump, sehingga memicu perdebatan di kalangan publik Amerika Serikat.