Tren pasar mobil listrik global menunjukkan dinamika yang menarik di awal 2026. Penjualan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) baru tercatat mengalami penurunan signifikan, sementara pasar mobil listrik bekas justru menunjukkan pertumbuhan pesat.
Data terbaru dari Cox Automotive mengungkapkan bahwa penjualan EV baru pada kuartal pertama 2026 hanya mencapai sekitar 213.000 unit. Angka ini turun 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, serta merosot 9 persen dibanding kuartal sebelumnya.
Penurunan ini tak lepas dari berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik pada September 2025. Sebelumnya, program tersebut sempat mendorong lonjakan pembelian secara besar-besaran, terutama menjelang masa berakhirnya insentif.
Akibatnya, pangsa pasar EV kini berada di kisaran 5,8 persen—turun dari hampir 12 persen pada kuartal ketiga 2025. Kondisi ini menunjukkan adanya “efek tarik maju” (pull-forward effect), di mana konsumen mempercepat pembelian sebelum insentif dihentikan.
“Tema utama saat ini adalah pasar yang sedang dalam masa transisi,” ujar Stephanie Valdez Streaty dari Cox Automotive, melansir dari InsideEVs, Senin (30/03/2026).
Di tengah tekanan pasar, Tesla tetap menjadi pemain terkuat. Pangsa pasarnya kembali menembus lebih dari 50 persen di segmen EV, setelah sempat melemah pada tahun sebelumnya.
Selain itu, kontribusi Tesla terhadap pasar mobil secara keseluruhan juga relatif stabil di angka 3,3 persen. Sementara itu, segmen EV premium masih menunjukkan ketahanan lebih baik dibandingkan pasar massal.
Menurut J.D. Power, EV kini menyumbang sekitar 26,4 persen dari penjualan kendaraan premium, hanya turun tipis dibandingkan tahun lalu. Sebaliknya, di segmen massal, pangsa EV anjlok drastis dari 4 persen menjadi hanya 1,9 persen.
Berbanding terbalik dengan pasar mobil baru, segmen mobil listrik bekas justru mengalami lonjakan signifikan. Pada kuartal pertama 2026, penjualan EV bekas mencapai sekitar 93.500 unit.
Angka tersebut naik 17 persen dibanding kuartal sebelumnya dan meningkat hampir 12 persen secara tahunan. Pangsa pasarnya pun mulai merangkak ke level 2,1 persen.
Pertumbuhan ini didorong oleh semakin banyaknya pilihan model di pasar mobil bekas. Jika sebelumnya konsumen hanya memiliki opsi terbatas seperti Chevrolet Bolt, Nissan Leaf, atau Tesla Model 3, kini tersedia lebih banyak alternatif dengan harga lebih terjangkau.
Mulai dari model premium bekas dari BMW hingga EV jarak jauh dari Hyundai, pilihan yang semakin beragam membuat konsumen lebih tertarik masuk ke pasar elektrifikasi melalui jalur kendaraan bekas.
Meski penjualan EV baru tengah melemah, para analis menilai kondisi ini bukan sinyal kemunduran, melainkan fase penyesuaian pasar. Kehadiran model baru seperti Chevrolet Bolt generasi terbaru dan BMW iX3 diprediksi akan kembali mendorong permintaan dalam beberapa waktu ke depan.