Kreator waralaba game God of War, David Jaffe, melontarkan kritik tajam terhadap foto tampilan perdana serial adaptasi God of War yang tengah diproduksi oleh Amazon Prime Video.
Melalui kanal YouTube pribadinya, Jaffe menyebut gambar tersebut sebagai materi promosi yang sangat buruk dalam banyak hal, meski di saat bersamaan ia tetap optimistis kualitas serialnya akan memuaskan.
Foto yang dirilis pada 27 Februari 2026 itu memperlihatkan Kratos berdiri di tengah hutan bersama putranya, Atreus. Bagi Jaffe, pose dan ekspresi karakter utama yang diperankan Ryan Hurst tersebut justru meninggalkan kesan canggung, alih-alih menghadirkan aura kuat dan karisma seperti dalam versi gimnya.
“Saya yakin semua orang bekerja sangat keras, tapi ini sangat bodoh,” kata Jaffe dalam videonya yang dilansir Mashable Indonesia.
“Dua hal bisa sama-sama benar. Ini bisa menjadi gambar yang buruk, dan memang begitu. Sangat buruk dalam banyak hal. Tapi Ron Moore itu luar biasa. Dia adalah showrunner-nya. Dia sosok yang sangat berbakat. Saya sama sekali tidak ragu ini akan menjadi serial yang bagus,” lanjutnya.
Showrunner yang dimaksud adalah Ronald D. Moore, figur berpengalaman di industri televisi yang dikenal memiliki rekam jejak kuat dalam menggarap serial berskala besar. Pernyataan Jaffe menegaskan bahwa kritiknya murni ditujukan pada materi promosi, bukan pada keseluruhan proyek.
Menurut Jaffe, persoalan utama bukan terletak pada kemiripan fisik Hurst dengan karakter Kratos, melainkan pada ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang tertangkap kamera.
Ia menilai pilihan gambar tersebut kurang tepat untuk memperkenalkan karakter sentral kepada publik luas, terutama bagi penonton yang belum pernah memainkan gimnya.
“Kratos dengan pose dan ekspresi seperti ini, bukan soal wajah aktornya, tapi ekspresinya, dia terlihat konyol. Kalau Anda ingin memperkenalkan karakter baru kepada banyak orang untuk pertama kalinya, karakter yang Anda harap akan membawa keseluruhan serial ini, dan ini cara Anda mengenalkannya?” katanya.
Ia juga mengakui kemungkinan bahwa pendekatan visual tersebut disengaja demi menonjolkan aspek hubungan ayah dan anak, yang menjadi inti cerita dalam seri gim terbaru. Namun, ia tetap menyayangkan eksekusinya.
“Mungkin itu keputusan yang sadar. Mungkin mereka ingin fokus pada kisah ayah dan anak. Dan kalau terlalu menonjolkan kemarahan Spartan, mungkin orang akan berkata, ‘Saya tidak mau menonton serial itu.’ Oke, mungkin saja. Tapi kalau begitu, apa tidak bisa memilih gambar yang tidak terlihat seperti dia sedang buang air di hutan? Karena itulah kesan yang muncul,” kata Jaffe.
Serial God of War menjadi salah satu proyek adaptasi video game yang paling dinanti, mengikuti tren kesuksesan sejumlah judul lain yang diangkat ke layar kaca. Prime Video menggandeng sejumlah aktor untuk menghidupkan karakter ikonik dalam mitologi Nordik tersebut.
Selain Hurst sebagai Kratos, Callum Vinson memerankan Atreus. Daftar pemeran lain mencakup Max Parker sebagai Heimdall, Ólafur Darri Ólafsson sebagai Thor, Mandy Patinkin sebagai Odin, Alastair Duncan sebagai Mimir, serta Danny Woodburn dan Jeff Gulka sebagai Brok dan Sindri. Aktor Ed Skrein juga diumumkan memerankan Baldur.
Hingga kini, Prime Video belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi kritik Jaffe. Produksi serial masih berlangsung dan jadwal tayang perdana belum diumumkan.
Meski menuai respons beragam dari penggemar, proyek ini tetap dipandang sebagai langkah besar dalam memperluas semesta God of War ke medium televisi.
Kontroversi seputar first look ini menunjukkan besarnya ekspektasi publik terhadap adaptasi tersebut. Dengan basis penggemar global yang kuat dan reputasi kreator aslinya yang vokal, setiap materi promosi yang dirilis akan terus berada di bawah sorotan.
Bagi industri hiburan, polemik seperti ini kerap menjadi bagian dari dinamika menuju peluncuran sebuah serial berskala besar.