Serial live-action God of War resmi menambah satu nama besar ke dalam daftar pemainnya. Ed Skrein didapuk memerankan Baldur dalam adaptasi televisi yang tengah dikembangkan Amazon Prime Video dan kini memasuki tahap pra-produksi di Vancouver.
Kabar ini memperkuat jajaran pemeran utama yang sebelumnya telah diumumkan, sekaligus menegaskan ambisi besar Amazon dalam menggarap salah satu waralaba gim paling populer milik PlayStation tersebut.
Ed Skrein akan beradu peran dengan Ryan Hurst yang memerankan Kratos dan Callum Vinson sebagai Atreus. Selain itu, Max Parker dipercaya memainkan Heimdall, Ólafur Darri Ólafsson sebagai Thor, Mandy Patinkin sebagai Odin, Alastair Duncan sebagai Mimir, serta Danny Woodburn dan Jeff Gulka sebagai dua bersaudara Brok dan Sindri.
Dengan komposisi ini, serial God of War menghadirkan deretan karakter penting dari era mitologi Nordik yang menjadi latar dua gim teranyar dalam franchise tersebut.
Mengacu pada sinopsis resmi, cerita serial ini akan mengikuti alur dari dua gim God of War terbaru yang menyoroti hubungan ayah dan anak antara Kratos dan Atreus.
Dalam premisnya disebutkan, Ayah dan anak Kratos dan Atreus memulai perjalanan untuk menebarkan abu istri dan ibu mereka, Faye. Sepanjang petualangan itu, Kratos berusaha mengajarkan putranya menjadi dewa yang lebih baik, sementara Atreus mencoba mengajarkan ayahnya bagaimana menjadi manusia yang lebih baik.
Narasi tersebut menegaskan bahwa konflik emosional akan menjadi fondasi utama, di samping pertarungan epik melawan para dewa Nordik.
Kehadiran Ed Skrein sebagai Baldur menjadi sorotan tersendiri. Deskripsi resmi karakter itu menggambarkan sosok antagonis yang kompleks dan berbahaya.
Dalam penjelasan karakter disebutkan, Baldur mungkin adalah putra bungsu Odin, tetapi ia merupakan senjata paling berbahaya milik ayahnya. Karismatik, tak terduga, dan bersenjatakan lidah yang sangat tajam, Baldur hidup dengan aturannya sendiri.
Kutipan tersebut menunjukkan bahwa Baldur bukan sekadar musuh fisik, melainkan figur manipulatif dengan kecerdasan verbal yang mematikan.
Lebih jauh lagi, latar belakang Baldur menjadi elemen penting dalam membentuk konflik. Deskripsi resmi menambahkan, sejak kecil, Baldur dikutuk; kutukan itu membuatnya tidak mampu merasakan kenikmatan maupun sensasi fisik. Hal tersebut memicu amarah dan haus darah yang tak terpuaskan dalam dirinya. Kondisi inilah yang membentuk gaya bertarungnya yang brutal dan penuh intensitas.
“Di atas segalanya, ia merindukan lawan yang benar-benar sepadan dalam pertempuran. Seorang lawan yang akhirnya bisa membuatnya merasakan sesuatu,” demikian keterangan lanjutan yang menegaskan motivasi personal Baldur dalam menghadapi Kratos.
Bagi Ed Skrein, proyek ini menambah daftar panjang peran penting dalam kariernya. Ia dikenal luas lewat perannya sebagai Francis/Ajax dalam film pertama Deadpool, serta tampil dalam sejumlah produksi layar lebar seperti Rebel Moon garapan Zack Snyder, Jurassic World Rebirth, dan Alita: Battle Angel.
Di ranah televisi, ia pernah muncul dalam serial populer Game of Thrones dan adaptasi All the Light We Cannot See. Pengalaman memerankan karakter antagonis dengan intensitas tinggi membuat banyak penggemar menilai Skrein sebagai pilihan yang tepat untuk menghidupkan Baldur versi live-action.
Serial God of War sendiri telah mendapatkan pesanan dua musim dari Amazon, menunjukkan kepercayaan besar platform tersebut terhadap potensi adaptasi ini.
Ronald D. Moore ditunjuk sebagai penulis, produser eksekutif, sekaligus showrunner melalui bendera Tall Ship Productions. Dua episode perdana akan disutradarai oleh Frederick E.O. Toye, sementara jajaran produser eksekutif turut diisi nama-nama seperti Maril Davis, Cory Barlog, Naren Shankar, Matthew Graham, Asad Qizilbash, Jeff Ketcham, Hermen Hulst, Roy Lee, dan Brad Van Arragon.
Serial ini diproduksi bersama oleh Sony Pictures Television dan Amazon MGM Studios, bekerja sama dengan PlayStation Productions dan Tall Ship Productions.
Dengan proses pra-produksi yang telah berjalan dan susunan pemain utama yang semakin lengkap, serial live-action God of War kini memasuki fase krusial menuju tahap produksi.
Antusiasme penggemar pun kian meningkat, terutama untuk menyaksikan bagaimana konflik emosional Kratos dan Atreus diterjemahkan ke layar kaca, serta bagaimana Baldur versi Ed Skrein menghadirkan ancaman mematikan yang selama ini hanya dapat disaksikan melalui konsol gim.