Rencana impor puluhan ribu pikap 4×4 dari India untuk kendaraan operasional Koperasi Merah Putih memantik perdebatan di industri otomotif nasional. Salah satu model yang ikut menjadi sorotan adalah Mahindra Scorpio Pik Up, yang disebut-sebut punya banderol hingga 50 persen lebih murah dibanding rival Jepang seperti Toyota Hilux dan Mitsubishi Triton.
Dengan selisih harga ratusan juta rupiah, bagaimana sebenarnya perbandingan spesifikasi, performa, hingga fitur ketiganya?
Dari sisi harga, di pasar Indonesia, Mahindra Scorpio Pick Up dipasarkan mulai sekitar Rp278 juta untuk varian single cabin dan kisaran Rp318–338 jutaan untuk double cabin 4×4 (OTR Jakarta).
Sebagai pembanding, Toyota Hilux 4×4 double cabin saat ini dijual di rentang Rp456 jutaan hingga Rp545 jutaan. Sementara Mitsubishi Triton 4×4 berada di kisaran Rp380 jutaan sampai Rp550 jutaan, tergantung varian.
Artinya, secara harga, Scorpio bisa lebih murah lebih dari Rp100 juta dibanding Triton, bahkan selisihnya bisa mendekati Rp200 juta dibanding Hilux tipe tertentu.
Urusan mesin, melansir dari laman resmi, Mahindra Scorpio Pik Up 4×4 dibekali mesin diesel turbo 2.2 liter mHawk. Jantung pacu ini menghasilkan tenaga sekitar 140–142 PS dengan torsi puncak 320 Nm. Tenaga disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan.
Toyota Hilux 4×4 di Indonesia umumnya mengandalkan mesin diesel 2.4 liter atau 2.8 liter (tergantung varian), dengan tenaga dan torsi lebih besar pada varian tertinggi. Namun pada beberapa varian entry 4×4, output tenaganya masih berada di bawah atau mendekati Scorpio dalam hal torsi tertentu.
Sementara Mitsubishi Triton HDX 4×4 menggunakan mesin 2.5 liter common rail yang menghasilkan sekitar 110 PS dengan torsi 200 Nm, dipadukan transmisi manual 5-percepatan.
Dari sisi angka, Scorpio unggul dalam hal torsi dibanding varian Triton HDX 4×4, yang menjadi salah satu pesaing langsungnya di kelas double cabin pekerja keras.
Secara dimensi keseluruhan, Triton sedikit lebih panjang dibanding Scorpio. Namun, Mahindra Scorpio memiliki ukuran bak yang relatif lebih luas dan tinggi, memberi keunggulan dalam kapasitas angkut barang secara volumetrik.
Hal ini menjadi nilai plus bagi sektor perkebunan, pertambangan, hingga proyek konstruksi yang membutuhkan daya angkut optimal.
Sistem Penggerak dan Kemampuan Off-Road
Ketiganya sama-sama mengusung sistem penggerak 4×4 dengan mode 2WD dan 4WD.
Mahindra Scorpio dibekali mechanical locking differential serta mode 4L untuk medan berat. Fitur ini membantu distribusi torsi lebih merata dan mencegah roda selip saat melintasi jalur ekstrem.
Toyota Hilux dikenal dengan reputasi ketangguhan off-road dan durability tinggi, sementara Mitsubishi Triton mengandalkan sistem Easy Select 4WD yang memungkinkan perpindahan mode 2H ke 4H saat kendaraan melaju di bawah kecepatan tertentu.
Di atas kertas, Scorpio menawarkan kombinasi fitur penggerak yang kompetitif untuk kelas harganya.
Untuk fitur kenyamanan, Mahindra Scorpio sudah dilengkapi head unit 2DIN, AC, power window, hingga fitur seperti Electronic Multi Tripmeter.
Toyota Hilux dan Mitsubishi Triton menawarkan fitur yang bervariasi tergantung tipe, namun pada varian entry-level, kelengkapan hiburan dan interiornya cenderung minimalis karena fokus pada kendaraan kerja.
Di sisi keselamatan, Scorpio 4×4 dibekali dual airbag dan ABS. Hilux dan Triton juga telah mengusung fitur keselamatan standar seperti dual airbag dan sistem pengereman ABS pada banyak variannya, bahkan pada tipe lebih tinggi tersedia fitur keselamatan tambahan.
Meski unggul harga dan spesifikasi di atas kertas, Mahindra masih menghadapi tantangan dari sisi brand awareness dan jaringan purnajual di Indonesia.
Sebaliknya, Toyota dan Mitsubishi telah lama menguasai segmen pikap 4×4 Tanah Air dengan jaringan bengkel luas serta nilai jual kembali yang relatif stabil.