Produsen kendaraan listrik premium asal Amerika Serikat, Lucid Group, mengungkap strategi baru untuk mempercepat profitabilitas sekaligus memperluas pasar kendaraan listrik global. Strategi tersebut mencakup pengembangan platform kendaraan baru, ekspansi bisnis perangkat lunak, hingga kemitraan robotaxi dengan perusahaan ride-hailing.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara investor day perusahaan di New York pada 12 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, Lucid membeberkan detail platform kendaraan listrik generasi terbaru bernama Midsize platform yang akan menjadi basis sejumlah model baru dengan harga lebih terjangkau.
Melalui platform baru tersebut, Lucid menyiapkan tiga model kendaraan listrik baru. Dua model pertama yang diperkenalkan adalah Lucid Cosmos dan Lucid Earth.
Kedua SUV listrik tersebut dirancang untuk menghadirkan teknologi khas Lucid—mulai dari efisiensi energi, performa tinggi, hingga jarak tempuh panjang—dengan harga yang lebih kompetitif. Perusahaan menargetkan harga awal model pada platform ini berada di bawah 50.000 dolar AS atau sekitar Rp845 juta.
Lucid menyebut platform ini akan membawa karakter desain dan performa khas perusahaan ke segmen kendaraan listrik premium dengan volume penjualan yang lebih besar.
Di balik platform tersebut, Lucid memperkenalkan unit penggerak listrik generasi terbaru bernama Atlas. Teknologi ini dirancang lebih ringkas, ringan, dan efisien dibanding generasi sebelumnya.
Menurut Lucid, efisiensi menjadi kunci utama strategi perusahaan karena memungkinkan penggunaan baterai yang lebih kecil tanpa mengorbankan jarak tempuh kendaraan. Hal ini penting karena baterai menyumbang sekitar 30–40 persen dari total biaya produksi mobil listrik.
Dengan baterai yang lebih kecil serta desain kendaraan yang lebih sederhana, Lucid berharap dapat menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan profitabilitas.
Selain kendaraan penumpang, Lucid juga memperkenalkan konsep robotaxi dua kursi bernama Lucid Lunar.
Kendaraan ini dirancang khusus untuk layanan mobilitas otonom dengan fokus pada efisiensi operasional, pemanfaatan kendaraan yang tinggi, serta biaya penggunaan jangka panjang yang rendah.
Meski masih berupa konsep, Lunar menunjukkan potensi platform Midsize untuk digunakan tidak hanya pada kendaraan pribadi tetapi juga aplikasi mobilitas komersial.
Lucid juga mengungkapkan bahwa perusahaan sedang dalam tahap lanjutan pembicaraan dengan perusahaan ride-hailing global Uber untuk menghadirkan armada kendaraan otonom berbasis platform Midsize.
Kerja sama tersebut direncanakan memiliki skala yang mirip dengan program robotaxi yang sebelumnya dikembangkan menggunakan SUV listrik Lucid Gravity.
CEO Uber, Dara Khosrowshahi, menyebut teknologi efisiensi dan arsitektur kendaraan otonom milik Lucid menjadi faktor penting dalam potensi kerja sama tersebut.
Selain pengembangan produk, Lucid juga memaparkan strategi bisnis untuk mencapai arus kas positif. Perusahaan akan memperluas sumber pendapatan baru seperti layanan perangkat lunak kendaraan, lisensi teknologi, kemitraan robotaxi, serta layanan mobilitas.
Lucid juga berfokus pada peningkatan skala produksi model SUV listrik Lucid Gravity, efisiensi manufaktur, serta pengurangan biaya material.
CEO sementara Lucid, Marc Winterhoff, menyatakan perusahaan tetap mempertahankan DNA teknologi dan desain khas Lucid, namun dengan pendekatan bisnis yang lebih disiplin.
“Pendekatan ini memungkinkan kami mempertahankan inovasi teknologi sekaligus membangun bisnis yang berkelanjutan dan menguntungkan,” ujarnya.