Kawasan Asia Tenggara kini berada di ambang krisis energi hebat menyusul blokade pasokan minyak dan gas oleh Iran di Selat Hormuz. Jalur urat nadi perdagangan dunia tersebut terputus, memaksa negara-negara tetangga Indonesia mengambil langkah drastis—mulai dari pemberlakuan empat hari kerja hingga deklarasi keadaan darurat nasional.
Blokade ini menjadi hantaman telak bagi wilayah yang dihuni 700 juta jiwa tersebut, mengingat sebagian besar kebutuhan bahan bakar mentah Asia Tenggara dipasok langsung dari Timur Tengah melalui jalur tersebut.
Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., secara resmi mengumumkan Keadaan Darurat Energi Nasional pada Selasa (24/3). Dengan ketergantungan impor minyak mencapai 90% dari Timur Tengah, Manila kini berada di posisi terjepit.
“Tidak ada opsi yang dikesampingkan. Kami mempertimbangkan segala cara untuk bertahan,” tegas Marcos Jr.
Pemerintah Filipina kini tengah mengkaji kebijakan empat hari kerja dalam seminggu untuk menekan konsumsi BBM. Selain itu, subsidi bagi warga miskin dipertebal seiring melonjaknya harga di SPBU. Ironisnya, Filipina melaporkan hanya memiliki cadangan solar dan bensin untuk 60 hari ke depan.
Krisis ini merembet cepat ke sektor transportasi udara. Di Vietnam, kelangkaan bahan bakar jet (avtur) mulai terasa nyata. Vietnam Airlines mengumumkan pembatalan puluhan penerbangan domestik yang dijadwalkan mulai April mendatang.
Sektor pariwisata yang baru saja pulih juga kembali terpukul. “Banyak pelanggan kami yang memesan penerbangan transit via Doha atau Qatar mengalami pembatalan massal,” ujar Nguyen Chi Cuong dari Hanoi Travel.
Sejumlah hotel di kawasan Kota Tua Hanoi, seperti Conifer Boutique Hotel, melaporkan gelombang pembatalan rombongan wisata akibat gangguan jadwal penerbangan di Timur Tengah.
Melansir laporan dari npr.org, Profesor Indra Overland dari Norwegian Institute of International Affairs memetakan daya tahan negara-negara Asia Tenggara.
Thailand diperkirakan memiliki cadangan sekitar 61 hari, sementara Singapura berada di kisaran 20 hingga 50 hari. Di sisi lain, Vietnam memiliki cadangan energi sekitar 30 hingga 45 hari, sedangkan Filipina diperkirakan mampu bertahan sekitar 60 hari.
Perbedaan ini menunjukkan tingkat kerentanan yang tidak merata di kawasan, di mana negara dengan cadangan lebih terbatas Sedangkan Indonesia dan Malaysia dinilai berada di posisi yang lebih aman. Sebagai negara produsen minyak dan gas alam yang signifikan, keduanya memiliki bantalan ketahanan energi yang lebih tebal dibandingkan negara tetangganya.
Namun, para pakar memperingatkan bahwa Indonesia tidak akan sepenuhnya kebal. Kenaikan biaya pengiriman global dan lonjakan harga minyak dunia tetap akan memicu inflasi domestik dan meningkatkan beban subsidi energi pemerintah.
berpotensi menghadapi tekanan lebih besar jika gangguan pasokan berlangsung lebih lama.
Menurut Alloyius Joko Purwanto, ekonom energi dari ERIA, negara-negara kecil seperti Kamboja, Laos, dan Myanmar akan menderita paling parah karena kapasitas penyulingan yang minim.
Di Laos, ratusan SPBU bahkan sudah mulai tutup, memaksa sekolah hanya beroperasi empat hari seminggu.
Di tengah keputusasaan, Manila mulai melirik Rusia dan Tiongkok sebagai alternatif pasokan energi. Langkah ini diambil guna menutup celah pasokan yang hilang dari Timur Tengah sebelum cadangan nasional benar-benar habis dalam dua bulan ke depan.
Kini, mata dunia tertuju pada Selat Hormuz. Jika blokade terus berlanjut, ambisi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang seperti Vietnam—yang menargetkan pertumbuhan PDB 10%—terancam gagal.
Harga BBM Pertamina Masih Bertahan
Berdasarkan data resmi Pertamina, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax Series dan Dex Series tidak mengalami perubahan sejak awal Maret 2026.
Berikut rincian harga BBM di Jakarta:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Solar subsidi: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp12.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
- Pertamax Green: Rp12.900 per liter
- Dexlite: Rp14.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp14.500 per liter
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Shell. Meski sempat dilaporkan mengalami keterbatasan stok, harga BBM mereka tetap tidak berubah sejak awal bulan.
Daftar harga Shell:
- Shell Super: Rp12.390 per liter
- V-Power Diesel: Rp14.620 per liter
Sementara itu, BP juga mempertahankan harga BBM tanpa perubahan signifikan:
- BP 92: Rp12.390 per liter
- BP Ultimate: Rp12.930 per liter
- BP Ultimate Diesel: Rp14.620 per liter
Operator lain seperti Vivo Energy juga masih menahan harga BBM mereka di level yang sama sejak awal Maret.
Berikut rinciannya:
- Revvo 92: Rp12.390 per liter
- Revvo 95: Rp12.930 per liter
- Diesel Primus: Rp14.610 per liter