Pengakuan internasional kembali diraih perusahaan teknologi transportasi TransTRACK. Dalam laporan terbaru bertajuk “Fleet Management in Southeast Asia” yang dirilis lembaga riset global Berg Insight, TransTRACK kembali masuk dalam daftar penyedia solusi fleet management terbesar di Asia Tenggara untuk dua tahun berturut-turut.
Fleet management adalah pengelolaan kendaraan operasional milik perusahaan agar berjalan lebih efisien, aman, dan hemat biaya.
Teknologi fleet management itu seperti “mengatur semua kendaraan dalam satu sistem” antara lain tahu posisi kendaraan (GPS), mengatur jadwal servis, mengontrol penggunaan BBM, memantau perilaku sopir serta mengatur rute pengiriman.
Founder dan CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi bukti kuat meningkatnya kepercayaan pasar terhadap solusi digital dalam pengelolaan armada.
Saat ini, platform TransTRACK telah digunakan untuk memantau lebih dari 200.000 unit armada yang tersebar di berbagai negara Asia Tenggara.
Menurut Anggia, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga dorongan untuk terus berinovasi di tengah pesatnya transformasi digital sektor transportasi dan logistik. Ia menegaskan bahwa kebutuhan akan sistem pengelolaan armada berbasis teknologi kini semakin krusial bagi perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi operasional.
Laporan Berg Insight juga menyoroti pertumbuhan pesat pasar fleet management di kawasan. Jumlah sistem aktif diproyeksikan meningkat dengan laju pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 12,3%, dari sekitar 3,6 juta unit pada 2024 menjadi hampir 6,4 juta unit pada 2029. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya adopsi teknologi telematika, sistem keselamatan kendaraan, serta optimalisasi armada berbasis data.
TransTRACK sendiri memposisikan diri sebagai tech enabler yang berfokus pada optimalisasi operasional armada dan integrasi rantai pasok. Perusahaan ini menghadirkan solusi berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) yang memungkinkan pemantauan, analisis, hingga pengambilan keputusan secara real-time.
Anggia menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan mitra dan pelanggan yang telah mempercayakan transformasi digital operasional armada mereka kepada TransTRACK. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi yang skalabel, berbasis data, serta mendukung keberlanjutan industri transportasi dan logistik di Asia Tenggara.
Dengan tren digitalisasi yang terus menguat, TransTRACK optimistis dapat berperan dalam membangun ekosistem mobilitas yang lebih aman, efisien, dan terhubung di kawasan.