Program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tengah bersiap mendatangkan sebanyak 105.000 unit kendaraan operasional bakal dikerahkan untuk memperkuat distribusi hasil pertanian dan konektivitas pedesaan di seluruh pelosok Indonesia.
Dari total armada tersebut, raksasa otomotif asal India, Tata Motors, memegang peranan kunci dengan menyuplai 70.000 unit kendaraan. Dua model andalan yang akan menjadi tulang punggung program ini adalah Tata Yodha Pick Up dan truk ringan Tata Ultra T.7.
Lantas, seperti apa spesifikasi “tank” jalanan asal Negeri Bollywood ini? Bagi pecinta otomotif tanah air, sosok Tata Yodha sebenarnya tidaklah asing. Mobil ini merupakan evolusi dari Tata Xenon yang sempat mengaspal di Indonesia pada 2016 silam.
Sebagai kendaraan niaga ringan (Light Commercial Vehicle), Tata Yodha dirancang untuk “disiksa” di medan berat. Versi terbaru yang dipasok untuk Koperasi Merah Putih ini dibekali mesin diesel 2.2 liter Direct Injection (DI). Mesin ini mampu memuntahkan tenaga 100 hp dengan torsi puncak mencapai 250 Nm.
Salah satu keunggulan yang patut dinanti adalah opsi penggerak 4×4. Fitur ini dilengkapi dengan sistem shift-on-fly, yang memungkinkan pengemudi pindah dari mode 2H ke 4H dengan mudah saat menemui jalan berlumpur atau tanjakan terjal di area perkebunan.
Sektor kaki-kaki juga diperkuat dengan Traction Aid berupa Limited Slip Differential (LSD) untuk tipe tertentu, serta sasis berbahan double corrugated galvanized steel yang diklaim sangat kokoh untuk mengangkut beban hingga 1 ton.
Tata Ultra T.7, Truk Ringan Modern
Jika Yodha bermain di segmen pikap, Tata Ultra T.7 hadir untuk bertarung di kelas truk ringan (Light Truck). Truk ini diproyeksikan menjadi armada pengangkut logistik volume besar dari desa ke pasar regional.
Dapur pacunya mengandalkan mesin diesel 2.956 cc empat silinder dengan suntikan turbocharger dan intercooler. Outputnya cukup impresif, yakni tenaga 125 PS (123 dk) dan torsi melimpah sebesar 360 Nm. Torsi besar di putaran bawah ini sangat krusial bagi truk yang sering membawa muatan penuh agar tetap kuat menanjak.
Dengan Gross Vehicle Weight (GVW) mencapai 7.490 kg dan kapasitas tangki BBM hingga 90 liter, Ultra T.7 didesain untuk mobilitas jarak jauh tanpa perlu sering mampir ke SPBUāsebuah nilai tambah untuk operasional di wilayah yang akses energinya terbatas.
Menariknya, mesin yang digunakan pada armada Tata ini memiliki basis teknologi yang serupa dengan Mahindra Scorpio, yang juga masuk dalam daftar pengadaan KDKMP. Di India, mesin ini telah dikembangkan untuk memenuhi standar emisi tinggi (BS6 atau setara Euro 6).
Dari sisi keselamatan, Tata tidak pelit fitur. Armada ini dilengkapi dengan Collapsible Steering Column, sistem pengereman twin circuit, hingga konstruksi bodi 3-layer yang diperkuat untuk melindungi pengemudi jika terjadi benturan.
Kehadiran 70.000 unit armada Tata Motors ini bukan sekadar pengadaan unit. PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) bersama PT Agrinas Pangan Nusantara selaku pelaksana program, menargetkan efisiensi operasional yang tinggi bagi para petani dan penggerak ekonomi desa.
Dengan durabilitas yang sudah teruji di medan ekstrem India, Tata Yodha dan Ultra T.7 diharapkan mampu memangkas biaya logistik sekaligus mempercepat perputaran ekonomi dari sektor hulu ke hilir.