Transformasi menuju kendaraan listrik mulai merambah sektor logistik industri di Indonesia. Di tengah ketidakpastian pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat dinamika geopolitik global, pelaku industri tekstil kini mengambil langkah strategis dengan mengadopsi truk listrik untuk operasional distribusi.
PT Primarajuli Sukses (PRS), anak usaha dari PT Ever Shine Tex Tbk, mulai menggunakan armada kendaraan listrik untuk menunjang aktivitas logistik. Implementasi tersebut difasilitasi oleh KALISTA sebagai penyedia ekosistem kendaraan listrik komersial.
Adopsi kendaraan listrik ini menjadi bagian dari upaya Ever Shine Group dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung target pengurangan emisi nasional menuju net zero emission 2060.
Perusahaan juga mengkombinasikan penggunaan kendaraan listrik dengan pemanfaatan energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit berbasis gas, guna menekan ketergantungan pada energi fosil.
Dalam implementasinya, PRS menggunakan skema fleet-as-a-service berbasis operating lease dari KALISTA. Dengan model ini, perusahaan tidak perlu mengeluarkan investasi awal untuk pembelian armada, karena kepemilikan kendaraan tetap berada di pihak penyedia layanan.
Direktur Ever Shine Group, Michael Sung, mengungkapkan bahwa penggunaan truk listrik terbukti mampu memberikan efisiensi signifikan.
“Dari hasil uji coba operasional, kami mencatat penghematan biaya bahan bakar hingga 40 persen. Ini menjadi solusi nyata di tengah tantangan kelangkaan dan fluktuasi harga BBM,” ujarnya.
Saat ini, PRS mengoperasikan enam unit truk listrik untuk distribusi di wilayah Jakarta hingga Bandung. Armada tersebut melayani berbagai pelanggan besar seperti Uniqlo, Shopee, hingga Gojek dan Grab.
Armada yang digunakan dalam operasional logistik ini terdiri dari dua model truk listrik, yakni Foton E-Miller dan Foton E-Aumark. Foton E-Miller dibekali baterai berkapasitas 81,14 kWh yang mampu mengangkut muatan hingga 4 ton, sementara Foton E-Aumark hadir dengan baterai 63,75 kWh dan kapasitas angkut mencapai 2,5 ton, menjadikannya solusi fleksibel untuk berbagai kebutuhan distribusi.
Dalam sekali pengisian, kedua truk mampu menempuh jarak hingga 200 kilometer. Pengisian daya dari 20% hingga 80% hanya memerlukan waktu sekitar 40 menit, sehingga tidak mengganggu jadwal operasional.
Selain itu, seluruh armada telah terintegrasi dengan sistem manajemen armada berbasis digital yang memungkinkan pemantauan real-time untuk meningkatkan efisiensi dan kontrol operasional.
Tak hanya hemat energi, penggunaan kendaraan listrik juga memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi biaya operasional secara keseluruhan. Berdasarkan hasil uji coba, penghematan biaya energi dapat mencapai hingga 40 persen, sementara efisiensi biaya operasional total tercatat sekitar 27 persen per bulan. Selain itu, implementasi ini juga berkontribusi pada penurunan emisi karbon hingga 30 persen, memperkuat komitmen terhadap operasional yang lebih ramah lingkungan.
Direktur Pengembangan Bisnis KALISTA, Yoga Adiwinarto, menyebut kolaborasi ini sebagai contoh nyata transformasi logistik berkelanjutan di Indonesia.
Keberhasilan implementasi di sektor tekstil membuka peluang adopsi yang lebih luas di berbagai industri lain, terutama yang memiliki kebutuhan distribusi tinggi.
Dengan tekanan biaya energi yang terus meningkat serta tuntutan keberlanjutan, penggunaan kendaraan listrik diperkirakan akan menjadi tren utama dalam sektor logistik nasional.
Langkah PRS dan Ever Shine Group ini pun menjadi sinyal kuat bahwa era kendaraan listrik tidak hanya terbatas pada mobil penumpang, tetapi juga mulai mengubah wajah transportasi logistik di Indonesia.