Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama industri roda dua dunia. PT Astra Honda Motor (AHM) menyebut, Indonesia kini menjadi pasar sepeda motor terbesar ketiga secara global, dengan kontribusi lebih dari 10 persen terhadap total penjualan dunia yang mencapai 50–60 juta unit per tahun.
Wakil Presiden Direktur Eksekutif PT Astra Honda Motor (AHM), Thomas Wijaya, mengungkapkan bahwa pasar domestik sepanjang tahun lalu mencapai sekitar 6,4 juta unit, tumbuh 1 persen dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 6,3 juta unit.
“Secara global, Indonesia berada di posisi ketiga. Dengan volume sekitar 6,4 juta unit, kontribusinya sudah lebih dari 10 persen pasar dunia,” ujar Thomas, melansir dari AntaraNews, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Memasuki Januari 2026, tren pertumbuhan masih berlanjut. Pasar sepeda motor nasional tercatat sekitar 577 ribu unit atau naik 3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan ini dinilai menjadi indikator positif terhadap stabilitas daya beli masyarakat dan potensi perbaikan ekonomi domestik.
Sebagai produsen dengan pangsa pasar terbesar, AHM juga mencatat pertumbuhan sejalan dengan industri. Produksi domestik perusahaan sepanjang tahun lalu hampir menyentuh 5 juta unit atau tepatnya sekitar 4,98 juta unit, meningkat sekitar 1 persen dibanding tahun sebelumnya.
Tak hanya mengandalkan pasar dalam negeri, AHM juga aktif memperluas penetrasi global. Sepanjang tahun lalu, perusahaan mengekspor 223 ribu unit dalam bentuk utuh (CBU) dengan hampir 1 juta unit dalam bentuk completely knocked down (CKD).
Capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar besar, tetapi juga basis produksi penting dalam rantai pasok global sepeda motor.
Thomas menegaskan bahwa industri sepeda motor nasional memiliki dampak ekonomi yang sangat luas.
Di internal AHM sendiri terdapat sekitar 25 ribu karyawan. Namun jika dihitung bersama seluruh rantai pasok, jaringan dealer, perusahaan pembiayaan, logistik, hingga asuransi, ekosistem yang terlibat mencapai 600 ribu hingga 700 ribu orang.
AHM bekerja sama dengan lebih dari 220 perusahaan tier 1 dan sekitar 1.000 perusahaan tier 2 serta tier 3 dalam penyediaan komponen.
Keterlibatan industri pendukung ini dinilai menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat fondasi manufaktur nasional.
Dengan populasi dan kondisi geografis Indonesia, kendaraan roda dua masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas harian, baik di perkotaan maupun pedesaan.
Motor berperan besar dalam mendukung aktivitas ekonomi, mulai dari pekerja informal, UMKM, sektor logistik, hingga transportasi berbasis aplikasi.
Besarnya kontribusi industri ini menjadikannya salah satu sektor strategis dalam perekonomian nasional.
AHM berharap pertumbuhan pasar tetap berlanjut sepanjang 2026. Dengan posisi Indonesia sebagai pasar terbesar ketiga dunia, peluang ekspansi dan penguatan industri dalam negeri dinilai masih terbuka lebar.
“Dengan ekosistem yang besar dan melibatkan ratusan ribu tenaga kerja, kami berharap industri roda dua dapat terus tumbuh berkelanjutan dan memberi manfaat lebih luas bagi perekonomian nasional,” tutup Thomas.
Dengan kontribusi dua digit terhadap pasar global, Indonesia kini tak sekadar menjadi konsumen besar, tetapi juga pemain kunci dalam industri sepeda motor dunia.