Hyundai perkenalkan Hyundai Boulder Concept di New York International Auto Show (NYIAS) 2026. Langkah Hyundai ini menegaskan upaya serius garap segmen kendaraan body-on-frame (ladder frame) yang selama ini didominasi oleh pabrikan legendaris Amerika Serikat.
Boulder Concept diproyeksikan menjadi pondasi utama bagi lahirnya pickup truck ukuran sedang (mid-size) pertama Hyundai yang dijadwalkan meluncur pada tahun 2030. Langkah strategis ini menandai pergeseran radikal Hyundai dari SUV sasis unibody menuju kendaraan pekerja keras yang tangguh.
Mengusung bahasa desain bertajuk “Art of Steel”, Hyundai Boulder tampil dengan siluet two-box yang kental dengan aura maskulin. Menariknya, Hyundai menegaskan bahwa kendaraan ini akan menjadi produk yang benar-benar “Lahir di Amerika”.
“Boulder Concept menunjukkan komitmen kami untuk memberikan apa yang diinginkan pelanggan AS. Kendaraan body-on-frame adalah tulang punggung gaya hidup di sini,” ujar José Muñoz, President dan CEO Hyundai Motor Company dalam keterangannya di New York (10/4/2026).
Hyundai berkomitmen bahwa versi produksi massal nantinya akan didesain di California, dikembangkan untuk medan Amerika, dan diproduksi menggunakan baja Hyundai Steel yang dibuat langsung di fasilitas produksi mereka di AS.
Secara visual, Boulder Concept dibalut warna Liquid Titanium yang memberikan kesan futuristik namun kokoh. Fokus utama kendaraan ini adalah kapabilitas off-road mumpuni. Hal ini terlihat dari penggunaan ban mud-terrain raksasa berukuran 37 inci (37×12.50R18 LT) yang memberikan ground clearance sangat tinggi.
Mobil ini didukung oleh berbagai inovasi eksterior yang mencuri perhatian. Salah satunya adalah Double-Hinged Rear Tailgate, yaitu pintu belakang inovatif yang dapat dibuka dari kedua sisi untuk memberikan fleksibilitas saat bongkar muat.
Selain itu, terdapat Safari Sunroof dengan dua panel kaca di atap yang memberikan visibilitas maksimal bagi penumpang saat menjelajah alam.
Desain Coach Doors atau pintu bergaya suicide doors juga memudahkan akses masuk ke kabin baris pertama dan kedua tanpa terhalang pilar.
Tidak hanya itu, kemampuan geometrisnya ditingkatkan melalui desain bumper yang dioptimalkan sehingga menghasilkan approach, departure, dan breakover angle yang ekstrem, memungkinkan kendaraan ini dengan mudah mendaki dan menuruni rintangan curam tanpa kendala.
Berbeda dengan tren layar sentuh yang mendominasi mobil modern, interior Boulder Concept justru mempertahankan banyak tombol dan kenop fisik. Hal ini dilakukan demi kemudahan operasional saat pengemudi melewati guncangan hebat di medan off-road.
Kabinnya juga dilengkapi dengan spotter digital, sebuah sistem panduan real-time berbasis perangkat lunak yang membantu pengemudi menavigasi jalur ekstrem melalui layar monitor. Untuk kebutuhan fungsional, tersedia fold-out tray tables yang dapat digunakan sebagai meja kerja darurat atau tempat makan di tengah hutan.
Kehadiran Boulder Concept merupakan bagian dari visi besar Hyundai untuk meluncurkan 36 model baru di wilayah Amerika Utara hingga tahun 2030. Dengan mengadopsi platform body-on-frame, Hyundai kini sejajar dengan kompetitor di segmen yang membutuhkan kemampuan towing (derek) dan hauling (angkut beban) kelas berat.
“Ini adalah peluang pertumbuhan signifikan bagi Hyundai. Boulder Concept adalah penanda bahwa kami masuk ke segmen ini dengan cara yang tepat, menempatkan kebutuhan pelanggan Amerika sebagai inti proses pengembangan,” tutup Randy Parker, President dan CEO Hyundai Motor North America.
Meski masih berstatus mobil konsep, Boulder telah mengirimkan pesan kuat kepada industri otomotif: Hyundai tidak lagi hanya bermain di jalanan aspal kota, tapi siap menguasai jalur berlumpur dan bebatuan di masa depan.