Tren warna mobil global mulai mengalami pergeseran signifikan. Jika selama ini warna netral seperti putih, hitam, dan abu-abu mendominasi pasar, kini para ahli menyebut era tersebut perlahan mulai berubah, digantikan oleh pilihan warna yang lebih berani dan ekspresif.
Data menunjukkan hampir 80 persen konsumen mobil baru masih memilih warna “grayscale”. Namun, menurut pakar warna otomotif dari Pantone Color Institute, tren tersebut mulai mengalami pergeseran seiring meningkatnya minat terhadap warna non-netral dalam beberapa tahun terakhir, melansir dari Car and Driver, Senin (30/03/2026).
Selama dua dekade terakhir, dominasi warna netral tidak lepas dari pertimbangan rasional. Harga mobil yang semakin mahal membuat konsumen cenderung bermain aman demi menjaga nilai jual kembali.
Selain itu, dealer juga lebih banyak menyediakan warna netral karena terbukti paling cepat terjual. Kombinasi faktor tersebut membuat pasar otomotif global terlihat “membosankan” dibanding era sebelumnya, seperti tahun 1950-an yang penuh warna cerah.
Namun kini, tren mulai berbalik. Konsumen perlahan mencari identitas dan ekspresi personal melalui warna kendaraan.
Menurut laporan dari BASF, yang memasok hampir setengah cat mobil dunia, warna hijau menjadi salah satu tren paling berkembang secara global.
Warna ini dinilai merepresentasikan kedekatan dengan alam, sejalan dengan meningkatnya popularitas SUV dan gaya hidup outdoor. Hijau juga dianggap sebagai simbol individualitas serta kesadaran lingkungan.
Bahkan, varian hijau muda seperti mint dan tone natural mulai banyak dikembangkan oleh produsen cat otomotif karena mencerminkan efisiensi, minimalisme, dan mobilitas masa depan.
Selain hijau, warna ungu dengan efek futuristik juga mulai menarik perhatian. Tren ini dipengaruhi meningkatnya ketertarikan konsumen terhadap eksplorasi luar angkasa dan teknologi.
Beberapa produsen seperti Dodge bahkan telah menghadirkan warna seperti Purple Haze dan After Dark pada model terbarunya.
Sementara itu, warna oranye bernuansa “golden hour” juga mulai populer. Warna ini terinspirasi dari alam seperti bebatuan dan cahaya matahari sore, serta mencerminkan karakter energik dan petualang.
Produsen Jepang Honda turut mengadopsi tren ini melalui warna Sunset Orange pada SUV terbarunya.
Perkembangan kendaraan listrik juga membawa pengaruh besar terhadap tren warna. Model EV kini banyak menggunakan warna netral yang dimodifikasi, seperti abu-abu dengan sentuhan hijau atau cokelat yang disebut sebagai “smoked neutrals”.
Selain itu, finishing baru seperti matte silver dan putih pearl semakin populer karena mencerminkan karakter teknologi, presisi, dan inovasi.
Beberapa contoh termasuk warna Silver Zynith pada model dari Jeep serta Triple Nickel yang digunakan pada mobil listrik terbaru Dodge.
Menariknya, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) juga mempercepat inovasi dalam dunia cat otomotif. Dengan bantuan AI, produsen kini dapat mengembangkan warna baru lebih cepat dan efisien dibanding sebelumnya.
Teknologi ini juga membuat finishing premium seperti matte dan pearlescent menjadi lebih terjangkau, sehingga tidak lagi eksklusif untuk mobil kelas atas.