Produsen kendaraan niaga asal Jepang, Hino Motors melalui anak usahanya di Indonesia, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), menyatakan dukungan terhadap program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang digagas pemerintah untuk memperkuat distribusi logistik hingga ke wilayah pedesaan.
Dalam program tersebut, Hino berkomitmen menyediakan hingga 10.000 unit truk yang akan digunakan sebagai kendaraan operasional bagi koperasi desa di berbagai daerah di Indonesia.
Sales & After Sales Director PT Hino Motors Sales Indonesia, Susilo Darmawan, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam program ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sektor logistik dan distribusi.
“Melalui program Koperasi Merah Putih, pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memperkuat distribusi bahan pokok hingga ke desa-desa di seluruh Indonesia. Hino merasa bangga dapat dipercaya untuk ikut berkontribusi dalam program ini,” ujar Susilo dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (11/03/2026).
Dalam skema yang direncanakan, setiap koperasi desa akan mendapatkan satu unit kendaraan niaga untuk menunjang kegiatan distribusi barang dan hasil produksi masyarakat.
Menurut Susilo, dengan mempertimbangkan kemampuan rantai pasok perusahaan, termasuk ketersediaan komponen lokal dan sistem perakitan Completely Knocked Down (CKD), Hino menargetkan dapat memasok sekitar 10.000 unit kendaraan untuk mendukung operasional koperasi desa.
“Kami melihat jumlah tersebut merupakan kontribusi optimal yang saat ini dapat diberikan Hino dalam mendukung program Koperasi Merah Putih,” kata dia.
Selain menyediakan kendaraan, perusahaan juga akan menyiapkan dukungan layanan purnajual untuk memastikan operasional kendaraan tetap berjalan dengan baik dalam jangka panjang.
Program Koperasi Merah Putih sendiri bertujuan memperkuat distribusi logistik nasional sekaligus memperlancar pergerakan kebutuhan pokok dan hasil produksi masyarakat desa.
Kehadiran kendaraan niaga di tingkat koperasi diharapkan mampu mempercepat distribusi hasil pertanian dan komoditas lokal dari desa menuju pasar yang lebih luas.
Dengan jaringan layanan dan pengalaman panjang di sektor kendaraan komersial, Hino menilai sektor transportasi logistik memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara juga berencana mengimpor kendaraan niaga dari India untuk mendukung operasional koperasi desa.
Total sekitar 105.000 unit kendaraan didatangkan dalam proyek tersebut, terdiri dari sekitar 35.000 unit pickup Mahindra Scorpio dari Mahindra & Mahindra serta sekitar 70.000 unit kendaraan niaga lainnya dari Tata Motors, termasuk model pickup Yodha dan truk ringan Ultra T.7.
Kendaraan-kendaraan tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp200 juta per unit dan akan digunakan untuk mendukung distribusi hasil pertanian serta kebutuhan logistik di pedesaan.
Sejumlah unit kendaraan bahkan dilaporkan telah tiba di Indonesia pada Februari 2026 dan mulai didistribusikan ke beberapa wilayah, termasuk kawasan timur Indonesia seperti Merauke, Papua.
Secara keseluruhan, nilai proyek pengadaan kendaraan untuk mendukung operasional koperasi desa ini diperkirakan mencapai Rp24,6 triliun.