GAC AION melalui lini produk terbarunya, AION UT, kian memperkuat taringnya di pasar kendaraan listrik (EV) global. Hatchback listrik ini baru saja mencetak prestasi signifikan dengan meraih dua sertifikasi internasional bergengsi terkait standar dan kompatibilitas pengisian daya.
Dua sertifikasi tersebut adalah CCTA Global Charging Compatibility Proficiency Test (European Standard) dan TÜV SÜD New Energy Vehicle Charging Compatibility Function Certification. Pencapaian ini menegaskan bahwa sistem pengisian daya AION UT telah memenuhi protokol keamanan dan kenyamanan tingkat tinggi yang diakui secara mendunia.
Dengan mengantongi verifikasi standar global ini, pemilik AION UT tidak perlu khawatir saat melakukan pengisian daya di berbagai lokasi. Sistem pengisian daya mobil ini telah tervalidasi mampu bekerja optimal dengan berbagai infrastruktur charging pile (stasiun pengisian) berskala internasional, baik itu pengisian di rumah maupun di stasiun pengisian cepat di luar negeri.
“Keberhasilan AION UT meraih sertifikasi internasional ini tidak hanya menunjukkan kualitas teknologi kami secara global, tetapi juga memperkuat komitmen GAC dalam menghadirkan solusi EV terdepan di pasar lokal,” ujar Andry Ciu, CEO GAC Indonesia, dalam keterangan resminya, Rabu (8/4/2026).
Selain unggul dalam teknologi pengisian daya, AION UT juga menawarkan spesifikasi yang kompetitif di kelas hatchback listrik masa depan. Mobil ini dibekali motor listrik penggerak roda depan yang mampu menghasilkan tenaga hingga 201 hp dengan torsi maksimum 210 Nm, memberikan performa responsif untuk penggunaan harian.
Dari sisi daya jelajah, AION UT mengandalkan baterai berkapasitas 60 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 500 km dalam sekali pengisian penuh berdasarkan standar NEDC. Tak hanya itu, efisiensi energinya juga tergolong impresif, dengan konsumsi sekitar 11 kWh per 100 km, menjadikannya salah satu kendaraan listrik paling hemat di segmennya.
GAC membekali AION UT dengan teknologi Magazine Battery yang dikenal memiliki standar keamanan tinggi terhadap risiko kebakaran atau panas berlebih. Keamanan ini didukung oleh Battery Management System (BMS) yang mampu mengelola suhu, arus, dan tegangan secara presisi serta real-time.
Untuk urusan kecepatan, AION UT sudah mendukung teknologi pengisian cepat (fast charging) dengan kemampuan menyerap daya hingga 87 kW. Hal ini memungkinkan pengguna mengisi daya dalam waktu singkat untuk mendukung mobilitas harian yang dinamis.
Langkah GAC meraih sertifikasi Eropa ini menjadi sinyal kuat ekspansi mereka ke pasar internasional, termasuk Indonesia. Andry Ciu optimis bahwa kendaraan listrik GAC akan memberikan pengalaman baru bagi konsumen tanah air yang mengutamakan kualitas dan kesiapan mobilitas masa depan.
“Kami percaya, kendaraan listrik GAC akan memberikan pengalaman pengisian yang andal, aman, dan siap menghadapi mobilitas masa depan termasuk di Indonesia,” pungkas Andry.