Toyota mengumumkan harga resmi untuk pikap listrik terbarunya, Toyota HiLux BEV, yang akan mulai dipasarkan di Australia pada Mei 2026. Menariknya, banderol yang ditetapkan lebih rendah dari prediksi sebelumnya, namun tetap menjadikannya sebagai varian HiLux paling mahal yang pernah dijual.
HiLux BEV dibuka dengan harga mulai dari AUD 74.990 (sekitar Rp870 jutaan, belum termasuk biaya jalan). Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan varian diesel tertinggi sebelumnya, namun masih jauh di bawah ekspektasi awal yang sempat diprediksi menembus harga enam digit.
Dalam jajaran produknya, HiLux BEV hadir dalam tiga varian double cab. Tipe dasar SR cab-chassis dipasarkan mulai AUD 74.990, diikuti SR pick-up seharga AUD 76.490, dan varian tertinggi SR5 pick-up yang mencapai AUD 82.990. Dengan harga tersebut, model ini melampaui varian performa tinggi seperti HiLux GR Sport yang sebelumnya menjadi yang termahal di lini tersebut.
Kehadiran HiLux BEV juga menandai langkah penting Toyota dalam elektrifikasi kendaraan niaga. Model ini menjadi pikap listrik ketiga di Australia setelah rival seperti LDV eT60 dan KGM Musso EV, sekaligus memperluas pilihan kendaraan listrik di segmen utilitas.
Dari sisi performa, HiLux BEV dibekali sistem penggerak dua motor (dual-motor AWD) yang menghasilkan tenaga gabungan 144 kW dan torsi 468 Nm. Energinya disuplai baterai lithium-ion berkapasitas 59,2 kWh, dengan jarak tempuh hingga 315 km (NEDC) untuk versi pick-up, dan sekitar 245 km untuk varian cab-chassis.
Untuk mendukung efisiensi operasional, Toyota menyematkan teknologi pengisian cepat DC hingga 150 kW, yang memungkinkan pengisian daya dari 10% ke 80% dalam waktu sekitar 30 menit. Fitur ini menjadikan HiLux BEV cukup kompetitif untuk kebutuhan operasional harian, terutama di sektor industri.
Namun demikian, kemampuan angkut dan towing masih berada di bawah versi diesel. Kapasitas muatan diperkirakan sekitar 715 kg, lebih rendah dibandingkan model konvensional yang bisa melampaui satu ton. Sementara itu, kapasitas towing dibatasi hingga 2.000 kg, jauh di bawah kemampuan 3.500 kg pada varian diesel.
Toyota sendiri menegaskan bahwa HiLux BEV tidak ditujukan untuk menggantikan model diesel dalam waktu dekat. Sebaliknya, kendaraan ini difokuskan untuk kebutuhan spesifik seperti armada pertambangan, konstruksi, hingga instansi pemerintah yang memiliki pola penggunaan jarak pendek dan fasilitas pengisian terpusat.
Selain itu, pengembangan HiLux BEV tetap mempertahankan platform ladder frame khas HiLux, dengan sejumlah penyesuaian pada struktur dan suspensi untuk mengakomodasi baterai serta sistem penggerak listrik. Pengujian intensif juga telah dilakukan, termasuk di lingkungan ekstrem seperti area pertambangan dan suhu tinggi.
Peluncuran HiLux BEV menjadi bagian dari strategi besar Toyota dalam menghadirkan berbagai opsi powertrain, mulai dari mesin konvensional, hybrid, hingga listrik murni. Ke depan, Toyota juga berencana memperluas lini kendaraan listriknya melalui model seperti bZ4X Touring dan SUV kompak listrik C-HR+.
Dengan kombinasi harga yang relatif kompetitif, teknologi modern, serta reputasi ketangguhan HiLux, kehadiran HiLux BEV berpotensi membuka babak baru dalam segmen pikap listrik—meski untuk saat ini masih menyasar kebutuhan yang sangat spesifik.