Sebanyak 18.943 penumpang tercatat telah memanfaatkan layanan Transjabodetabek rute SH2 yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, tepatnya pada 13 hingga 25 Maret.
Angka tersebut menunjukkan respons positif masyarakat terhadap kehadiran layanan transportasi publik yang menawarkan konektivitas langsung dari pusat kota Jakarta menuju bandara internasional.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza, menegaskan bahwa kehadiran rute ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kemudahan mobilitas warga, khususnya pada momen dengan intensitas perjalanan tinggi seperti Lebaran.
“Layanan rute SH2 ini adalah wujud nyata komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memudahkan perjalanan masyarakat dari pusat kota langsung ke gerbang udara internasional kita,” ujarnya seperti dikutip Mashable Indonesia dari Antara.
Rute SH2 sendiri menghubungkan Terminal Blok M sebagai salah satu simpul transportasi utama di Jakarta Selatan dengan Bandara Soekarno-Hatta, yang menjadi pintu gerbang utama penerbangan domestik dan internasional.
Inisiatif ini digagas oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai solusi transportasi publik yang terintegrasi, sekaligus memberikan alternatif perjalanan yang lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat.
Menurut Welfizon, tren penggunaan yang terus meningkat menjadi sinyal kuat bahwa layanan ini diterima dengan baik oleh publik. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk melakukan optimalisasi fasilitas di titik-titik pemberhentian utama.
“Transjakarta akan melakukan optimalisasi fasilitas di titik pemberhentian utama, baik di terminal Bandara Soekarno-Hatta maupun di Terminal Blok M,” katanya.
Selain peningkatan fasilitas, Transjakarta juga menghadirkan berbagai penyesuaian yang berorientasi pada kenyamanan penumpang.
Salah satu inovasi yang dilakukan adalah penyediaan rak koper di dalam bus, yang diharapkan dapat membantu pengguna yang membawa barang dalam jumlah banyak, terutama penumpang perjalanan jarak jauh atau dari dan menuju bandara.
Tak hanya itu, jadwal operasional bus juga diselaraskan dengan jadwal penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penumpang dapat tiba tepat waktu, baik untuk keberangkatan maupun setelah mendarat.
Dengan penyesuaian tersebut, layanan SH2 diharapkan mampu menjadi solusi transportasi yang andal di tengah kebutuhan mobilitas yang semakin dinamis.
Welfizon menambahkan bahwa evaluasi terhadap layanan akan terus dilakukan secara berkala, sejalan dengan arahan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Transjakarta terus melakukan evaluasi dan inovasi sesuai arahan Pemprov DKI Jakarta. Kami ingin memastikan bahwa setiap perjalanan masyarakat, baik untuk keperluan bekerja maupun perjalanan mudik, dapat terlayani dengan aman, nyaman, dan terjangkau,” ungkapnya.
Sebagai informasi, rute Transjabodetabek SH2 resmi diluncurkan pada 12 Maret 2026 oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Jalur ini memiliki panjang lintasan sekitar 65,1 kilometer dengan waktu tunggu bus berkisar antara 10 hingga 20 menit.
Untuk menunjang operasional, sebanyak 14 unit armada disiapkan guna melayani kebutuhan penumpang setiap harinya.
Kehadiran rute ini sekaligus mempertegas langkah Transjakarta dalam memperluas jaringan layanan Transjabodetabek yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya.
Dengan akses langsung dari pusat kota ke bandara, layanan SH2 diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi, sekaligus mendukung upaya pengurangan kemacetan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Dengan capaian hampir 19 ribu penumpang dalam waktu kurang dari dua pekan, rute SH2 menjadi salah satu indikator bahwa transportasi publik berbasis bus masih memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama jika didukung dengan layanan yang nyaman, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.