Minat konsumen Amerika terhadap mobil Tiongkok semakin terlihat, namun ada kesenjangan besar antara generasi muda dan generasi orang tua. Survei terbaru dari Cox Automotive menunjukkan hampir 40 persen konsumen bersedia mempertimbangkan merek Tiongkok, tetapi kekhawatiran soal keamanan, kualitas, dan keandalan tetap membatasi keputusan pembelian.
Hasil survei mengungkap perbedaan generasi yang mencolok. Di antara pembeli Generasi Z, sebanyak 69 persen bersedia mempertimbangkan mobil Tiongkok jika masuk ke pasar AS. Sementara, konsumen yang lebih tua cenderung skeptis, mencerminkan hambatan besar dalam penetrasi pasar secara luas.
“Jika mobil Tiongkok berhasil mendapatkan pijakan awal, kemungkinan besar minat awal ini akan terkonsentrasi pada segmen muda,” tulis laporan Cox Automotive, seperti yang juga dilansir dari CarScoops, Selasa (03/03/2026).
Meskipun sekitar separuh konsumen mengaku familiar dengan merek Tiongkok, pengetahuan mereka mendalam terbatas. BYD menjadi merek yang paling dikenal, namun hanya 17 persen responden yang benar-benar paham tentang produknya.
Dealer juga masih kurang familiar; hanya 25 persen yang mengetahui BYD dengan baik, menunjukkan bahwa diskusi tentang mobil Tiongkok di level ritel masih sangat awal.
Survei juga menyoroti sikap dealer, yang memegang peran kunci dalam distribusi. Hanya 15 persen dealer ingin merek Tiongkok hadir di AS, sementara 92 persen mengaku memiliki kekhawatiran terkait keandalan, keamanan, dan keberlanjutan jangka panjang.
Meski begitu, 70 persen dealer mengatakan mereka siap menyesuaikan strategi bisnis jika mobil Tiongkok benar-benar masuk pasar, menunjukkan potensi perubahan di masa depan.
Daya tarik mobil Tiongkok akan meningkat jika mereka bermitra dengan merek AS yang sudah dikenal. Survei menemukan, ketika konsumen diminta membayangkan mobil Tiongkok dengan afiliasi merek AS, pertimbangan pembelian melonjak hingga 76 persen. Hal ini menegaskan bahwa kepercayaan merek bisa sama pentingnya dengan harga atau fitur produk.
Ketertarikan konsumen terhadap mobil Tiongkok sebagian besar dipicu oleh harga. Hampir setengah responden menilai mobil Tiongkok lebih terjangkau, dan 35 persen memberi nilai tinggi untuk performa. Namun, aspek fundamental seperti durabilitas, keamanan, kualitas, dan keandalan masih kalah dibanding merek AS yang sudah mapan.
Perbandingan model secara langsung menunjukkan Tesla Model Y tetap unggul di segmen EV, sementara Chevrolet Equinox memimpin di kendaraan berbahan bakar konvensional.
Namun, diskon harga yang signifikan bisa mendorong sebagian pembeli, terutama dari kelompok pendapatan rendah dan sensitif terhadap harga, untuk mencoba mobil Tiongkok.