Ferrari membuat langkah tak biasa dalam pengembangan mobil listrik pertamanya. Untuk memastikan performa tetap nyaman bagi pengemudi, pabrikan asal Italia itu bahkan menggandeng NASA dalam menyempurnakan karakter akselerasi model terbarunya, Ferrari Luce.
Keputusan ini diambil karena Ferrari menilai akselerasi mobil listrik yang terlalu instan justru bisa berdampak negatif bagi pengalaman berkendara, bahkan berpotensi “mengganggu otak” manusia.
CEO Ferrari, Benedetto Vigna, mengungkapkan bahwa karakter akselerasi mobil listrik berbeda jauh dibandingkan mobil bermesin konvensional. Tenaga instan yang dihasilkan motor listrik bisa terasa terlalu linear dan ekstrem bagi pengemudi.
Menurutnya, Ferrari tidak hanya mengejar angka performa, tetapi juga bagaimana sensasi tersebut dirasakan manusia. Karena itu, perusahaan menggandeng ahli medis dan NASA untuk memahami batas akselerasi yang masih nyaman bagi tubuh manusia.
Meski difokuskan pada kenyamanan, Ferrari memastikan performa Luce tetap berada di level supercar. Dalam mode boost, mobil ini diklaim menghasilkan tenaga lebih dari 1.000 hp, dengan akselerasi 0–100 km/jam hanya sekitar 2,5 detik dan kecepatan puncak mencapai 310 km/jam, melansir dari Drive, Senin (06/04/2026).
Namun, pendekatan Ferrari berbeda dari kompetitor mobil listrik performa tinggi lainnya. Alih-alih hanya mengejar kecepatan, pabrikan ini ingin menciptakan pengalaman berkendara yang emosional dan tetap terkendali.
Selain akselerasi lurus, Ferrari juga memberi perhatian besar pada handling. Bobot baterai yang besar menjadi tantangan utama pada mobil listrik, terutama saat bermanuver di tikungan.
Ferrari berupaya mengatur distribusi bobot agar tetap memberikan sensasi berkendara khas mobil sport. Hal ini penting karena perbedaan persepsi antara mata dan keseimbangan tubuh saat menikung bisa memengaruhi kenyamanan pengemudi.
Menariknya, Ferrari juga menyematkan paddle shifter pada setir, namun bukan untuk fungsi pengereman regeneratif seperti pada mobil listrik umumnya. Paddle tersebut diklaim akan berperan dalam mengatur respons torsi, menghadirkan sensasi berkendara yang lebih interaktif layaknya mobil konvensional.
Ferrari Luce dijadwalkan meluncur secara resmi pada Mei 2026. Model ini akan menjadi tonggak penting bagi Ferrari dalam memasuki era elektrifikasi penuh, sekaligus membuktikan bahwa mobil listrik tetap bisa menghadirkan karakter khas supercar.