Kinerja ekspor PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencetak tonggak baru sepanjang 2025. Sepanjang Januari–Desember 2025, Toyota Indonesia membukukan ekspor 298.457 unit kendaraan utuh (CBU), naik 8 persen dibandingkan 276.089 unit pada 2024.
Data GAIKINDO menunjukkan capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir dan nyaris menyentuh level 300 ribu unit dalam setahun.
Secara nasional, total ekspor kendaraan utuh Indonesia pada 2025 mencapai 518.212 unit. Artinya, kontribusi Toyota terhadap ekspor otomotif nasional mendekati 60 persen sejak 2020 hingga 2025, mempertegas posisinya sebagai tulang punggung ekspor kendaraan Indonesia.
Secara kumulatif, sejak memulai ekspor pada 1987 hingga akhir 2025, Toyota Indonesia telah mengirimkan 3.151.794 unit kendaraan ke lebih dari 100 negara yang tersebar di Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Australia, dan Oseania.
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, mengatakan pencapaian ini merupakan hasil sinergi kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan rantai pasok nasional dari hulu ke hilir.
“Peningkatan ekspor kendaraan, baik berbasis mesin pembakaran internal maupun elektrifikasi, memperkuat fondasi industri otomotif Indonesia dan memberikan kontribusi positif terhadap neraca perdagangan nasional,” ujarnya di Jakarta, Rabu (26/2).
Dari sisi model, segmen Sport Utility Vehicle (SUV) menjadi kontributor terbesar dengan total 139.552 unit. Model yang mendominasi antara lain Toyota Fortuner, Toyota Rush, Toyota Raize, dan Toyota Yaris Cross.
Segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) menyusul dengan 81.905 unit, ditopang Toyota Kijang Innova Zenix, Toyota Avanza, serta Toyota Veloz.
Sementara itu, hatchback Toyota Agya mencatatkan ekspor 33.675 unit, dan kendaraan komersial Toyota Town Ace serta Lite Ace menyumbang 20.457 unit.
Kendaraan elektrifikasi menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2025, ekspor model hybrid mencapai 22.868 unit, melonjak 23 persen dibandingkan 18.553 unit pada 2024.
Dua model utama yang menopang pertumbuhan tersebut adalah Toyota Kijang Innova Zenix HEV sebanyak 13.343 unit dan Toyota Yaris Cross HEV sebanyak 9.525 unit.
Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam, menegaskan capaian ini merupakan hasil perjalanan panjang pengembangan industri otomotif nasional.
“Industri ini dibangun secara bertahap, mulai dari impor hingga produksi massal mesin, komponen, dan kendaraan utuh. Dengan tingkat kandungan lokal yang kini mencapai sekitar 80 persen, Indonesia mampu menjadi basis produksi sekaligus ekspor untuk model ICE maupun elektrifikasi,” ujarnya.
Kinerja ekspor tersebut mempertegas peran sektor otomotif sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. Selain menyumbang devisa, aktivitas produksi dan ekspor kendaraan juga menyerap tenaga kerja besar serta menggerakkan industri komponen dalam negeri.
Sinergi antara pasar domestik yang stabil dan ekspor yang terus bertumbuh dinilai menjadi kunci menjaga daya saing industri otomotif Indonesia di tengah dinamika global.
Dengan tren positif ini, Toyota Indonesia optimistis ekspor kendaraan buatan dalam negeri akan terus meningkat, termasuk untuk model elektrifikasi yang semakin diminati pasar global.