Momentum tunjangan hari raya (THR) dan persiapan mudik Lebaran terbukti menjadi “bahan bakar” kuat bagi industri otomotif nasional. PT Suzuki Indomobil Sales mencatat lonjakan penjualan kendaraan hingga 64 persen pada Februari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.
Kenaikan signifikan ini mencerminkan pola musiman pasar otomotif Indonesia yang hampir selalu meningkat menjelang Hari Raya, ketika masyarakat mulai menyiapkan kendaraan untuk perjalanan jarak jauh.
Deputy of Sales & Marketing Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Dony Ismi Saputra, menjelaskan bahwa Februari menjadi periode dengan lonjakan tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
“Kalau dibanding Januari, kenaikannya sekitar 64 persen. Ini memang dipengaruhi faktor musiman menjelang Lebaran,” ujar Dony dalam konferensi pers program Suzuki Bengkel Siaga 2026 di Jakarta, Rabu (11/3).
Menurut Dony, ada dua faktor utama yang mendorong peningkatan penjualan mobil tersebut.
Pertama adalah seasonal index Lebaran. Libur panjang membuat banyak keluarga mulai merencanakan perjalanan mudik sejak jauh hari, sehingga kebutuhan kendaraan pribadi meningkat. Konsumen cenderung membeli mobil lebih awal agar dapat digunakan selama periode arus mudik.
Faktor kedua berkaitan dengan momentum finansial masyarakat. Banyak pekerja menerima bonus akhir tahun pada Desember, kemudian disusul dengan pencairan THR pada akhir Februari atau awal Maret.
Kombinasi dua sumber dana tersebut menciptakan ruang belanja yang lebih besar bagi masyarakat untuk melakukan pembelian kendaraan baru.
“Bonus akhir tahun diterima di Desember, sementara THR biasanya cair akhir Februari atau awal Maret. Waktunya sangat berdekatan sehingga mempercepat keputusan pembelian mobil,” kata Dony.
Lonjakan penjualan tidak hanya terjadi pada segmen mobil penumpang, tetapi juga kendaraan komersial.
Permintaan kendaraan niaga meningkat seiring aktivitas distribusi barang yang biasanya melonjak menjelang Lebaran. Banyak pelaku usaha membutuhkan armada tambahan untuk memenuhi permintaan logistik dan perdagangan selama musim libur panjang.
Hal ini membuat pasar kendaraan komersial ikut menikmati momentum yang sama dengan segmen mobil keluarga.
Tingginya minat pembelian kendaraan juga dipicu oleh proyeksi mobilitas masyarakat pada Lebaran tahun ini.
Data dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memperkirakan sekitar 143,91 juta orang akan melakukan perjalanan selama Lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 76,24 juta orang diprediksi menggunakan mobil pribadi.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kendaraan pribadi masih menjadi moda transportasi favorit masyarakat untuk perjalanan mudik.
Mengantisipasi lonjakan perjalanan tersebut, PT Suzuki Indomobil Sales menyiapkan program Suzuki Bengkel Siaga 2026 yang akan beroperasi pada 18–25 Maret 2026.
Sebanyak 71 titik bengkel siaga akan ditempatkan di jalur strategis di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi. Fasilitas ini disiapkan untuk membantu pelanggan melakukan pemeriksaan kendaraan maupun penanganan darurat selama periode mudik.
Asst. to Aftersales Department Head of Service PT SIS, Hariadi, menekankan pentingnya melakukan pengecekan kendaraan sebelum perjalanan jarak jauh.
“Persiapan kendaraan sebelum perjalanan akan jauh lebih efisien, baik dari sisi biaya maupun waktu,” ujarnya.
Program bengkel siaga ini juga terbukti diminati pelanggan. Pada periode mudik tahun sebelumnya, Suzuki mencatat lebih dari 4.000 kendaraan masuk layanan servis di jaringan bengkel siaga.