Britney Spears dilaporkan secara sukarela menjalani perawatan di fasilitas rehabilitasi tak lama setelah dirinya ditangkap atas tuduhan mengemudi di bawah pengaruh alkohol (DUI) di California.
Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Variety, yang menyebut langkah ini sebagai upaya awal sang bintang pop untuk menghadapi masalah yang tengah ia hadapi.
Penangkapan terjadi pada 5 Maret sekitar pukul 21.30 waktu setempat, ketika Spears dihentikan oleh petugas California Highway Patrol di kawasan Westlake Village, tidak jauh dari kediamannya.
Berdasarkan laporan penegak hukum yang juga dikutip TMZ, Spears berada seorang diri saat kejadian tersebut berlangsung. Ia kemudian diborgol di lokasi dan dibawa untuk menjalani proses administrasi penahanan pada dini hari sekitar pukul 03.00 sebelum akhirnya dibebaskan beberapa jam kemudian, sekitar pukul 06.00.
Segera setelah dihentikan, Spears sempat dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan darah guna mengetahui kadar alkohol dalam tubuhnya. Sumber yang dekat dengan penyanyi tersebut menyebut bahwa tidak ada cedera yang dialami, dan kunjungan ke rumah sakit dilakukan murni untuk kepentingan prosedur hukum.
Spears dijadwalkan untuk menghadiri sidang pengadilan pada 4 Mei mendatang. Di tengah proses hukum yang berjalan, perwakilan Spears menyampaikan pernyataan resmi yang menegaskan komitmen sang artis untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut.
“Ini adalah insiden yang disayangkan dan sama sekali tidak dapat dibenarkan. Britney akan mengambil langkah yang tepat dan mematuhi hukum, dan semoga ini bisa menjadi langkah awal menuju perubahan yang sudah lama diperlukan dalam hidupnya,” demikian pernyataan tersebut.
Pihaknya juga berharap Spears dapat memperoleh dukungan yang dibutuhkan dalam masa sulit ini. “Semoga ia bisa mendapatkan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan di masa sulit ini,” lanjut pernyataan itu.
Lebih jauh, keluarga dan orang-orang terdekat disebut tengah menyusun langkah untuk membantu Spears menjalani proses pemulihan secara menyeluruh.
“Anak-anaknya akan menghabiskan waktu bersamanya. Orang-orang terdekatnya akan menyusun rencana yang sangat dibutuhkan untuk membantunya mencapai kondisi yang lebih baik dan kesejahteraan,” ujar perwakilan tersebut.
Kasus hukum ini muncul hanya beberapa waktu setelah Spears meraih kemenangan hukum lain, yakni mendapatkan perintah penahanan permanen terhadap seorang pria asal Louisiana yang diduga melakukan tindakan mengganggu, termasuk muncul secara tiba-tiba di sekitar rumahnya di wilayah Los Angeles setelah mengunggah sejumlah konten media sosial yang dianggap meresahkan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Spears juga menjadi sorotan industri hiburan setelah menjual katalog musiknya beserta sejumlah hak lainnya kepada perusahaan manajemen musik Primary Wave.
Di sisi lain, aktivitas publik Spears terbilang terbatas sejak ia resmi bebas dari konservatori yang membelenggunya selama 13 tahun pada 2021. Sejak saat itu, ia lebih banyak menjaga kehidupan pribadi dan hanya sesekali muncul melalui media sosial.
Karier musik Spears sendiri sempat mencapai puncak dengan berbagai karya populer, termasuk lagu Toxic, sementara album terakhirnya, Glory, dirilis pada 2016.
Penampilan panggung terakhirnya di Amerika Serikat terjadi pada 2018 dalam rangkaian tur Piece of Me di Austin, Texas. Ia sempat merencanakan residensi lanjutan di Las Vegas pada 2019, namun rencana tersebut akhirnya ditunda tanpa kepastian hingga kini.
Spears juga pernah berurusan dengan hukum di masa lalu. Pada 2007, ia menghadapi dakwaan pelanggaran ringan terkait insiden tabrak lari di Los Angeles.
Kasus tersebut berakhir damai setelah ia mengganti kerugian pemilik kendaraan, sementara proses hukum lainnya terkait mengemudi tanpa surat izin di California berujung tanpa putusan karena juri tidak mencapai kesepakatan.
Tak lama setelah periode tersebut, Spears kehilangan hak asuh atas dua anaknya bersama Kevin Federline, menyusul serangkaian insiden publik yang memicu kekhawatiran serta dugaan penyalahgunaan zat dan alkohol.
Langkah Spears untuk menjalani rehabilitasi kini dipandang sebagai titik penting dalam perjalanan hidupnya, terutama di tengah upaya membangun kembali stabilitas pribadi setelah bertahun-tahun berada di bawah sorotan publik dan tekanan industri hiburan.