Persaingan kendaraan listrik global kian memanas. Kali ini, sebuah startup baru bernama Slate Auto yang didukung pendiri Amazon, Jeff Bezos, bersiap mengguncang pasar dengan menghadirkan pickup listrik berharga terjangkau namun sangat fleksibel dalam kustomisasi.
Didirikan pada 2022, Slate Auto langsung mencuri perhatian industri otomotif, terutama setelah mendapat suntikan dana dari Bezos pada tahap awal pengembangan. Kini, perusahaan tersebut bersiap memulai produksi dan penjualan kendaraan listrik pertamanya dalam waktu dekat.
Model andalan Slate Auto, Blank Slate, disebut USA Today, akan dijual dengan harga mulai kisaran USD 20.000 hingga USD 27.500 (sekitar Rp339 jutaan – Rp467 jutaan), jauh lebih rendah dibandingkan mayoritas mobil baru di pasar, baik listrik maupun konvensional.
Dengan banderol tersebut, banyak pihak mulai menjuluki model ini sebagai “Tesla killer”, karena menawarkan akses kendaraan listrik yang lebih terjangkau di tengah tren harga mobil yang terus meningkat.
Tak hanya soal harga, keunggulan utama Blank Slate terletak pada tingkat kustomisasi yang sangat luas. Konsumen dapat memilih lebih dari 100 pilihan warna bodi, serta berbagai paket modifikasi.
Salah satu fitur paling menarik adalah kemampuan mengubah pickup ini menjadi SUV melalui kit khusus. Fleksibilitas ini menjadikan kendaraan tersebut tidak hanya sebagai alat transportasi, tetapi juga platform kendaraan serbaguna sesuai kebutuhan pengguna.
Langkah Slate Auto hadir di momen penting. Sejak pertengahan 2025, insentif pajak kendaraan listrik dari pemerintah AS mulai dihentikan, yang berdampak pada melambatnya adopsi EV.
Dalam kondisi ini, strategi harga rendah menjadi kunci untuk menarik minat konsumen. Slate Auto mencoba mengisi celah tersebut dengan menawarkan kendaraan listrik yang lebih ramah kantong tanpa bergantung pada subsidi pemerintah.
Selain harga beli yang kompetitif, kendaraan listrik juga dikenal memiliki biaya operasional lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar fosil. Hal ini menjadi nilai tambah yang bisa mendorong konsumen beralih ke EV.
Dengan kombinasi harga terjangkau, fleksibilitas tinggi, dan efisiensi jangka panjang, Slate Auto berpotensi menjadi pemain disruptif di pasar kendaraan listrik global.
Menurut laporan industri, Slate Auto dijadwalkan mulai mengirimkan unit pertamanya ke konsumen pada akhir 2026. Jika realisasi berjalan sesuai rencana, kehadiran Blank Slate bisa menjadi titik balik penting dalam upaya menghadirkan kendaraan listrik yang benar-benar mass market.