Aksi protes mewarnai pemutaran perdana film Scream 7 yang digelar pada 25 Februari di area studio Paramount Pictures, Los Angeles.
Sejumlah demonstran menyerukan boikot terhadap film tersebut dan perusahaan di baliknya sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina, sekaligus memprotes pemecatan aktris Melissa Barrera dari proyek horor populer itu.
Seruan boikot Scream 7 dan Paramount menggema di luar lokasi acara, bahkan terdengar hingga ke dalam area karpet merah.
Para pengunjuk rasa membawa berbagai poster bertuliskan “Batalkan Paramount+” dan “Bela Kebebasan Berpendapat, Boikot Scream 7.” Mereka juga meneriakkan slogan “Boikot Scream 7” serta “Bebaskan, bebaskan, bebaskan Palestina,” diiringi tabuhan drum dan tiupan terompet.
Aksi tersebut dipicu oleh keputusan studio yang sebelumnya mencoret Melissa Barrera dari daftar pemeran setelah unggahan media sosialnya yang menyuarakan dukungan untuk Palestina di tengah konflik Israel–Gaza.
Pro-Palestine protestors play drums and horns next to the ‘SCREAM 7’ premiere. pic.twitter.com/t9JM2CFkHL
— The Hollywood Handle (@HollywoodHandle) February 26, 2026
Kasus ini bermula pada 2023 ketika Barrera, yang menjadi pemeran utama dalam Scream V dan Scream VI, mengunggah pernyataan pro-Palestina melalui akun Instagram pribadinya.
Tak lama setelah itu, pihak studio memutuskan untuk tidak melibatkannya dalam produksi Scream 7. Keputusan tersebut memicu kontroversi luas di industri hiburan Hollywood dan memancing perdebatan mengenai batas kebebasan berpendapat bagi para pekerja seni.
Rekan main Barrera, Jenna Ortega, sempat diumumkan hengkang dari proyek tersebut dengan alasan konflik jadwal. Namun dalam pernyataan selanjutnya, Ortega mengakui bahwa pemecatan Barrera turut memengaruhi keputusannya. Hal itu semakin memperkuat persepsi publik bahwa dinamika internal produksi film tidak lepas dari polemik politik yang lebih luas.
Meski diterpa kontroversi, produksi Scream 7 tetap berjalan dengan kembalinya bintang lama waralaba tersebut, Neve Campbell, sebagai pemeran utama. Keterlibatan Campbell disebut sebagai upaya untuk mengembalikan ruh awal seri film horor legendaris itu sekaligus menjaga antusiasme penggemar.
Sutradara Scream 7, Kevin Williamson, mengaku menyadari adanya demonstrasi tersebut. Dalam keterangannya kepada media, ia mengatakan, “Saya melihat mereka dan jantung saya seperti berhenti sejenak.”
Ia menambahkan, “Begini, kita hidup di Amerika. Setiap orang punya hak untuk berunjuk rasa dan setiap orang seharusnya didengar. Jika Anda memiliki kebenaran Anda dan ingin bersuara, Anda berunjuk rasa. Itu adalah hak Anda di negara ini, dan saya mendukungnya. Saya mendukung itu seratus persen.”
Pernyataan itu mencerminkan sikapnya yang mengakui hak konstitusional warga untuk menyampaikan aspirasi, terlepas dari posisi pribadi atau profesionalnya dalam proyek film tersebut.
Sementara itu, laporan dari Deadline Hollywood menyebutkan bahwa Melissa Barrera tampaknya menyadari aksi solidaritas yang dilakukan di luar pemutaran perdana.
Melalui fitur Instagram Story di akun pribadinya, ia menulis singkat, “Saya melihat kalian.” Unggahan tersebut ditafsirkan banyak pihak sebagai bentuk apresiasi terhadap para pendukungnya.
Kontroversi ini juga tidak dapat dilepaskan dari situasi geopolitik yang lebih luas. Sebuah komisi penyelidikan PBB pada September tahun lalu menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan genosida di Gaza, tuduhan yang dibantah oleh pemerintah Israel, sebagaimana dilaporkan BBC News. Isu tersebut terus memicu gelombang solidaritas global, termasuk di kalangan figur publik dan pekerja industri hiburan.
Aksi protes di pemutaran perdana Scream 7 menunjukkan bagaimana industri film kini semakin bersinggungan dengan isu politik internasional.
Seruan boikot terhadap Paramount dan film tersebut menambah daftar panjang perdebatan mengenai kebebasan berekspresi, tanggung jawab korporasi, serta posisi selebritas dalam menyuarakan isu kemanusiaan.
Di tengah upaya studio untuk memastikan kesuksesan komersial film horor tersebut, kontroversi ini berpotensi memengaruhi persepsi publik sekaligus performa box office saat film resmi dirilis.
Dengan sorotan media yang terus menguat, polemik seputar Melissa Barrera, boikot Scream 7, dan sikap Paramount menjadi salah satu isu paling diperbincangkan menjelang perilisan film ini.