Kabar terbaru dari Foo Fighters langsung menyedot perhatian penggemar musik rock dunia setelah Dave Grohl mengungkap bahwa setiap album yang mereka rilis selalu terasa seperti bisa menjadi yang terakhir.
Pernyataan itu muncul bersamaan dengan pengumuman album studio ke-12 mereka bertajuk Your Favorite Toy, yang diperkenalkan pada 19 Februari dan dijadwalkan meluncur resmi pada 24 April.
Dalam wawancara radio dengan BBC Radio 6 Music, Grohl secara terbuka mengaku dirinya bahkan tidak pernah benar-benar memiliki kepastian tentang masa depan band yang ia dirikan sejak 1994 tersebut.
Ia sempat diingatkan bahwa The Beatles mengakhiri perjalanan mereka setelah album ke-12, Let It Be. Namun bagi Foo Fighters, setiap rilisan justru terasa seperti taruhan baru.
“Setiap album selalu terasa seperti album terakhir kami. Jadi rasanya sekarang seperti—kami membuat album, lalu berkata, ‘Oke, mari kita lakukan lagi dan lihat apa yang terjadi,’” ujar Grohl.
Album Your Favorite Toy disebut menjadi proyek yang cukup emosional sekaligus nostalgik. Dalam perbincangannya dengan Zane Lowe di Apple Music 1, Grohl menggambarkan isi rekaman baru itu dipenuhi energi rock klasik Foo Fighters. Ia menyebut materi di dalamnya berisi lagu-lagu berisik dan keras yang terasa seperti datang dari masa-masa lama.
Antusiasme penggemar semakin meningkat setelah band tersebut merilis lagu utama album sebagai pengenal awal. Foo Fighters bahkan sudah membawakan single Your Favorite Toy untuk pertama kalinya di acara televisi The Graham Norton Show, dengan Jake Shears membantu pada vokal latar.
Meski terdengar penuh semangat, proses menuju album baru ini bukan perjalanan mudah. Grohl mengakui keberlanjutan band sempat dipertanyakan setelah kematian mendadak drummer mereka, Taylor Hawkins, pada 2022. Hawkins bukan sekadar personel, melainkan figur penting dalam dinamika internal Foo Fighters selama seperempat abad.
“Kami memiliki Taylor Hawkins sebagai drummer selama 25 tahun dan selain drummer yang luar biasa, dia adalah jiwa yang hebat. Dia manusia yang luar biasa dan dia saudara kami. Dia sahabat terbaik kami,” kata Grohl.
“Jadi melanjutkan setelah Taylor sangat rumit, bukan hanya bagi kami, tapi juga bagi drummer mana pun yang harus datang untuk menggantikan posisinya,” lanjutnya.
Setelah kepergian Hawkins, Foo Fighters sempat menunjuk Josh Freese sebagai drummer tur. Musisi yang juga dikenal lewat A Perfect Circle dan Nine Inch Nails itu tampil bersama mereka hingga Mei 2025 sebelum keluar secara tiba-tiba.
Posisi tersebut kini diisi Ilan Rubin, yang sebelumnya merupakan drummer Nine Inch Nails. Menariknya, Freese justru kembali bekerja dengan Trent Reznor setelah Rubin bergabung dengan Foo Fighters.
Your Favorite Toy menjadi lanjutan album But Here We Are (2023), yang saat itu dipandang sebagai karya penuh refleksi setelah masa berkabung band.
Album baru ini juga akan memuat lagu Asking For A Friend yang sudah lebih dulu diperkenalkan tahun lalu. Grohl sendiri sempat memastikan pada Januari bahwa rekaman album telah selesai sebelum akhirnya mereka merilis teaser di media sosial.
Selain merilis album, Foo Fighters telah menyiapkan agenda tur besar. Mereka akan menjalani konser stadion di Inggris dan Eropa tahun ini, lalu melanjutkan jadwal di Amerika Utara pada musim panas hingga musim gugur. Band tersebut juga mengumumkan rencana tur Australia dan Selandia Baru untuk periode 2026 sampai 2027.
Tak hanya konser resmi, Foo Fighters juga menggelar sejumlah pertunjukan kejutan di London, Dublin, dan Manchester dalam waktu dekat, mempertegas bahwa band tersebut masih aktif dan ingin merayakan musik mereka bersama penggemar.
Bagi Grohl, keberlangsungan Foo Fighters kini terasa lebih sebagai perjalanan spontan daripada rencana jangka panjang. Ia mengaku kadang masih heran melihat bandnya bertahan begitu lama. Setelah lebih dari tiga dekade, ia memilih tidak menetapkan garis akhir.
Alih-alih memikirkan penutup, Foo Fighters memilih fokus pada satu hal sederhana: membuat musik dan terus bermain. Pernyataan Grohl seolah menjadi gambaran sikap mereka hari ini—tidak ada kepastian tentang album terakhir, tetapi selalu ada alasan untuk membuat album berikutnya.