Rafiq Usdiqa Maulana, pemuda asal Solok, Sumatera Barat, terpilih sebagai penerima Ajinomoto Post-Graduate Scholarship tahun ajaran 2026 dan akan melanjutkan studi magister di Kyoto University, Jepang.
Program beasiswa yang dibuka oleh Ajinomoto Foundation melalui PT Ajinomoto Indonesia ini memberi kesempatan mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan S2 di sejumlah kampus bergengsi di Negeri Sakura.
Pengumuman mengenai program beasiswa tersebut disampaikan di Jakarta, Jumat (13/2/2026). Ajinomoto kembali membuka pendaftaran Ajinomoto Scholarship bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan pascasarjana.
Program ini telah berjalan sejak 2010 dan menjadi salah satu jalur pendidikan internasional bagi lulusan perguruan tinggi di Indonesia.
Rafiq merupakan lulusan program studi Bioteknologi Universitas Brawijaya. Ia menilai beasiswa ini menjadi titik penting dalam perjalanan akademiknya sekaligus kesempatan untuk memperluas kontribusi keilmuan bagi masyarakat.
“Melalui Ajinomoto Scholarship, saya memperoleh kesempatan melanjutkan studi di salah satu dari tujuh universitas unggulan di Jepang, yaitu University of Tokyo, Kyoto University, Nagoya University, Tokyo Institute of Science, Ochanomizu University, Japan Nutrition University, dan Waseda University.”
“Program beasiswa ini terbuka bagi mahasiswa berprestasi yang memiliki minat di bidang gizi, pangan, pertanian, teknik, dan sains, serta memiliki komitmen kuat untuk terus belajar dan berkembang,” ujar Rafiq dikutip dari keterangan resmi yang diterima Mashable Indonesia.
Ia dijadwalkan memulai studi pada April 2026 sebagai research student di Department of Clinical Application, Center for iPS Cell Research and Application (CiRA), Kyoto University, di bawah bimbingan Prof. Megumu K. Saito.
Setelah itu, ia akan melanjutkan ke Graduate School of Medicine and Faculty of Medicine dalam program master. Rafiq menargetkan kelulusan pada April 2029 dengan gelar Master of Medical Science (M.Med.Sci).
Ajinomoto Scholarship merupakan beasiswa penuh. Penerima memperoleh tunjangan hidup sebesar 150.000 yen per bulan selama masa research student satu tahun, serta 180.000 yen per bulan selama dua tahun masa kuliah master.
Selain itu, program juga menanggung biaya kuliah, administrasi dan ujian, serta tiket pesawat ke Jepang.
Rafiq mengaku proses seleksi menjadi pengalaman berharga yang membentuk kesiapan akademik dan mentalnya.
“Saya merasa sangat bersyukur dan terhormat telah terpilih sebagai penerima beasiswa Ajinomoto untuk tahun ajaran 2026. Proses seleksi yang saya jalani menjadi pengalaman berharga yang mengajarkan pentingnya persiapan matang, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga visi jangka panjang saya,” katanya.
Ia berharap studi yang akan ditempuh tidak hanya berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi juga menghasilkan kontribusi nyata di bidang kesehatan dan ilmu biomedis, terutama setelah mempelajari aplikasi klinis sel punca di Jepang.
Rafiq juga mendorong mahasiswa Indonesia memanfaatkan kesempatan yang tersedia. Ia mengingatkan bahwa proses pendaftaran tidak dipungut biaya.
“Bagi teman-teman yang ingin mewujudkan impian meraih pendidikan tinggi di Jepang, pendaftaran Ajinomoto Scholarship dibuka mulai 5 Januari hingga 5 Maret 2026 dan seluruh proses seleksi gratis. Informasi lengkap mengenai program beasiswa ini dapat diakses melalui situs resmi Ajinomoto Indonesia.”
“Inilah saatnya mengambil langkah besar menuju masa depan. Jangan ragu, persiapkan diri, dan wujudkan mimpimu bersama Ajinomoto Scholarship,” tuturnya.
Ajinomoto Indonesia menyatakan program ini merupakan bagian dari kontribusi pendidikan jangka panjang perusahaan. Sejak hadir di Indonesia pada 1969, perusahaan yang dikenal sebagai produsen bumbu penyedap makanan itu memperluas kegiatan sosial melalui pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Grup Ajinomoto Indonesia mengusung filosofi perusahaan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan manusia, masyarakat, dan lingkungan melalui konsep “AminoScience”. Inisiatif tersebut diwujudkan dalam berbagai program, termasuk pengembangan kesehatan dan gizi, ketahanan pangan, serta keberlanjutan lingkungan.
Melalui slogan global “Eat Well, Live Well”, perusahaan menegaskan komitmen membantu peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia sekaligus mendorong praktik bisnis berkelanjutan.
Program beasiswa ke Jepang menjadi salah satu upaya nyata untuk menyiapkan generasi muda Indonesia agar memiliki kompetensi global di bidang sains dan teknologi.